Bupati Yusran Akbar Genjot Kebersihan Unaaha, Targetkan Adipura 2025!

- Penulis

Minggu, 16 November 2025 - 21:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Konawe, H Yusran Akbar ST terus mendorong aparat dan masyarakatnya agar terus menjaga kebersihan Kota Unaaha, Ibukota Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara dalam rangka penilaian Penilaian Adipura Baru 2025. Timeline strategis menuju Adipura 2025. Pemantauan titik pantau dimulai November 2025, dengan penilaian resmi Januari 2026. Setiap tahap harus dikerjakan dengan presisi tinggi.

Bupati Konawe, H Yusran Akbar ST terus mendorong aparat dan masyarakatnya agar terus menjaga kebersihan Kota Unaaha, Ibukota Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara dalam rangka penilaian Penilaian Adipura Baru 2025. Timeline strategis menuju Adipura 2025. Pemantauan titik pantau dimulai November 2025, dengan penilaian resmi Januari 2026. Setiap tahap harus dikerjakan dengan presisi tinggi.

Di tengah hiruk-pikuk persiapan menuju penilaian Adipura 2025 yang dijadwalkan Januari 2026 mendatang, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan. Dengan tegas, ia memerintahkan seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk bergerak serentak dalam upaya menyulap Kota Unaaha menjadi kota bersih, indah, dan layak huni.

Konawe, PERSADA KITA.ID – Bupati Yusran Akbar tidak main-main dalam misinya. Penilaian Adipura 2025 bukanlah acara tahunan biasa, melainkan ujian ketat yang akan menentukan reputasi Konawe di mata nasional.

Strategi jitu Bupati Yusran telah mengidentifikasi sejumlah lokasi kritis sejak Juli lalu, yang akan menjadi fokus utama penilaian, mulai dari pemukiman seperti Jl. A. Yani-Kel. Arombu, Jl. Simin-Kel. Tumpas, Jl. Tohamba-Kel. Asinua dan Desa Ahuhu, pertokoan di Jl. Sultan Hasanuddin, hingga fasilitas publik seperti RSUD Konawe, UPTD Pasar Asinua, dan bahkan Pantai Toronipa. Setiap titik ini akan menjadi barometer keberhasilan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, saat turun langsung memantau kegiatan pembersihan di area Pasar Asinua — salah satu titik pantau Adipura 2025. Bersama “Pasukan Hijau” DLH, ia memastikan kerja sistematis dan berkelanjutan, bukan sekadar gotong royong sesaat.

Untuk meraihnya, Bupati Yusran Akbar, tidak hanya mengandalkan gotong royong, tetapi membangun sistem. Ini mencakup alokasi anggaran minimal 3% dari APBD yang akan menjadi rencana besarnya-termasuk penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang modern, dan implementasi Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) yang akan menjadi target capaian selanjutnya.

Untuk memastikan kepatuhan, Bupati mengeluarkan “Warning” bagi pihak-pihak yang masih melakukan pembuangan sampah terbuka secara sembarangan dan mengabaikan peringatan dan himbauan “buanglah sampah pada tempatnya”. Tentunya, Predikat “Kota Kotor” juga menjadi momok yang harus dihindari.

Semangat kolosal! “Pasukan Hijau” Dinas Lingkungan Hidup Konawe membersihkan kanal dan drainase di sekitar Pasar Asinua — zona kritis penilaian Adipura. Mereka adalah garda terdepan dalam operasi penyelamatan reputasi Unaaha.

Meskipun harapan besar, tantangannya juga tidak kecil. Standar Adipura sangat tinggi. Nilai pemantauan sistem pengelolaan sampah dan kebersihan harus mencapai skor minimal 73 untuk Adipura, dan 75 untuk Adipura Kencana. Selain itu, cakupan layanan pengangkutan sampah di wilayah perkotaan harus melebihi 75%.

Dengan peta titik lokasi yang jelas, ia mengarahkan seluruh kekuatan pemerintah dan masyarakat untuk fokus pada titik pantau kritis yang akan menjadi penentu nasib penilaian Adipura 2025. “Ini bukan lagi soal gotong royong biasa, tapi operasi penyelamatan reputasi daerah,” tegas Bupati Yusran saat wawancara dengan PERSADA KITA.ID, Minggu (16/11/2025), sambil menunjuk pada daftar lokasi yang telah ditandai sebagai zona titik pantau kebersihan.

Warga diajak aktif menjaga kebersihan melalui kampanye “Buang Sampah pada Tempatnya”. Bupati Yusran menekankan: keberhasilan Adipura 2025 bukan hanya tugas pemerintah, tapi misi bersama.

Setiap lokasi, dari sudut pemukiman hingga ujung pantai wisata, telah menjadi area fokus utama bagi para pejabat, warga, dan pedagang untuk membuktikan komitmen mereka terhadap kebersihan. “Ini adalah misi bersama. Titik-titik ini adalah cermin kita semua,” tegas Bupati Yusran, menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang untuk lalai dan abai.

Gerakan Bupati Yusran Akbar adalah langkah berani yang bisa mengubah wajah Unaaha. Namun, kesuksesannya tidak terletak pada semangat Bupati saja, tetapi pada partisipasi aktif seluruh masyarakat. Jika semua pihak berkomitmen, maka mimpi meraih Adipura 2025 bukan lagi sekadar harapan, melainkan realitas yang dapat diraih. Mari bersama-sama menjaga kebersihan, demi masa depan Konawe yang lebih hijau dan berprestasi menuju Konawe Bersahaja.

Simbol Harapan: Pohon & Sampah Terpilah
Penanaman pohon di Taman Permata Unaaha oleh Bupati Yusran Akbar, disertai peluncuran Sosialisasi Lingkungan Bersih. Dua simbol kuat: hijau (keberlanjutan) dan bersih (pengelolaan sampah terpadu) — core values dari visi “Konawe Bersahaja”.

Simak Titik Pantau Penilaian Adipura 2025 Per Zona:

Zona Pemukiman & Pasang Surat (10 Lokasi): Fokus besar diberikan pada wilayah permukiman, terutama di Kelurahan Arombu, Tumpas, dan Asinua, serta Desa Ahuhu dan Bajo Indah. Ini menunjukkan bahwa Bupati ingin memastikan kebersihan dimulai dari akar rumput. Jalan-jalan seperti Jl. A. Yani dan Jl. Simin akan menjadi barometer kebersihan sehari-hari warga.

Zona Pertokoan & Jalan Raya (13 Lokasi): Pertokoan di Jl. Sultan Hasanuddin dan Jl. Jendral Sudirman, serta jalan-jalan utama seperti Jl. Sapati dan Jl. Diponegoro, menjadi sorotan utama. Ini adalah area yang paling terlihat oleh pengunjung dan tim penilai. Kebersihan di sini akan menjadi cerminan citra Kota Unaaha.

Zona Fasilitas Publik Kritis (24 Lokasi): Ini adalah zona paling sensitif. Pasar-pasar seperti UPTD Pasar Asinua dan Wawotobi, yang sering menjadi masalah, kini menjadi lokasi penting. Demikian juga RSUD Konawe dan Puskesmas-puskesmas, yang harus menjadi contoh kebersihan. Bahkan 11 sekolah, dari SD hingga SMA, termasuk di dalamnya, menunjukkan bahwa pendidikan kebersihan dimulai sejak dini.

Zona Lingkungan & Wisata (17 Lokasi): Kebersihan perairan seperti Kanal Tuoy dan Sungai Konawe eha, serta taman-taman kota seperti Taman Permata dan Hutan Kota, menjadi indikator kesehatan lingkungan. Terakhir, 6 pantai wisata, termasuk Pantai Cikal dan Toronipa, adalah aset pariwisata yang harus dijaga. Kebersihan di sini bukan hanya soal sampah, tapi juga soal citra daerah. JM

Berita Terkait

Security PT OSS Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Mess Karyawan
Forum Investasi Konawe 2026: Pemda, Pengusaha dan Perbankan Bersatu Dorong Ekonomi Produktif Konawe Bersahaja
Tidak Hanya Bansos! Bupati Yusran Akbar Pastikan Kesehatan Pengungsi Banjir Dawi-Dawi Terjaga dengan Posko Medis dan Fogging
Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala BWS Wil IV Kendari Teken Berita Acara Hibah Lahan Eksklusif 7,39 hektar dari Pusat
Dinkes Konawe Siaga Bencana: Cegah DBD dan ISPA, Sekolah Terdampak Langsung Diberi Intervensi Fogging
Mentan Amran Tinjau Langsung Sawah Terdampak Banjir di Sultra, Bantuan Rp10 Miliar Disalurkan
Rotasi Besar di Polres Konawe: AKBP Noer Alam Lakukan Penyegaran Organisasi Lewat Sertijab
Bukan Sekadar Seremoni! MoU Konawe-TASPEN Jadi Fondasi Baru Pelayanan ASN yang Adaptif dan Terpercaya
Berita ini 37 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:18 WITA

Ideologi Pembangunan Prabowo Fokus Bangun Kemandirian di Tengah Pergolakan Dunia

Sabtu, 13 Desember 2025 - 09:22 WITA

Lawan Korupsi Desa, Mendagri Andalkan ABPEDNAS: “Mekanisme Pengawasan dari Bawah Lebih Penting”

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:10 WITA

Bamsoet Soroti Bencana Sumatera, Ajak Para Konglomerat dan Pengusaha KADIN Ikut “Bahu Membahu” Dukung Kebijakan Prabowo

Sabtu, 29 November 2025 - 23:06 WITA

Prabowo Geram, Perintahkan Pembangunan 300 Ribu Jembatan: “Anak-anakku Sabar, Saya Sedang Bekerja!”

Kamis, 20 November 2025 - 23:39 WITA

Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran dan Empat Proyek Strategis, Bukti Komitmen Konektivitas Nasional

Senin, 29 September 2025 - 20:28 WITA

KADIN Siapkan RUU Revisi UU 1987, Bamsoet Dorong Masuk Prolegnas 2026

Selasa, 26 Agustus 2025 - 14:21 WITA

Bamsoet: Kepemimpinan Generasi Muda Penentu Daya Tahan Indonesia di Era Disrupsi Teknologi dan Geopolitik

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 15:13 WITA

Prabowo Tegas, Bamsoet Dukung Penuh: Ini 5 Langkah Strategis yang Diapresiasi

Berita Terbaru