Lawan Korupsi Desa, Mendagri Andalkan ABPEDNAS: “Mekanisme Pengawasan dari Bawah Lebih Penting”

- Penulis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 09:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan arahan strategis dalam pengukuhan Pengurus DPP ABPEDNAS di Tangerang, Jumat (12/12/2025). Ia menegaskan BPD harus menjadi pengawal anggaran desa yang efektif.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan arahan strategis dalam pengukuhan Pengurus DPP ABPEDNAS di Tangerang, Jumat (12/12/2025). Ia menegaskan BPD harus menjadi pengawal anggaran desa yang efektif.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara resmi mengukuhkan dan memberangkatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai “kekuatan pengawasan dari bawah” yang strategis. Dalam pelantikan pengurus Asosiasi BPD Nasional (ABPEDNAS). Tito menegaskan peran BPD vital untuk mencegah penyalahgunaan anggaran desa yang mencapai triliunan rupiah dan memastikan program benar-benar menyentuh masyarakat. Langkah ini diambil sebagai respons atas maraknya kasus hukum yang menjerat kepala desa.

Tangerang, PERSADA KITA.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara resmi mengukuhkan dan memberangkatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai “kekuatan pengawasan dari bawah” yang strategis. Dalam pelantikan pengurus Asosiasi BPD Nasional (ABPEDNAS), Jumat (12/12/2025), Tito menegaskan peran BPD vital untuk mencegah penyalahgunaan anggaran desa yang mencapai triliunan rupiah dan memastikan program benar-benar menyentuh masyarakat. Langkah ini diambil sebagai respons atas maraknya kasus hukum yang menjerat kepala desa.

“Kita harapkan karena adanya badan ini (ABPEDNAS), akan membuat balancing, pengawas, dan juga memberikan masukan untuk program-program yang betul-betul menyentuh rakyat. Sehingga uang itu tidak disalahgunakan,” tegas Mendagri usai mengukuhkan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat ABPEDNAS periode 2025–2031 di Grand Anara Hotel, Tangerang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dihadiri langsung oleh Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, acara ini menandai komitmen lintas kementerian untuk membangun tata kelola desa yang bersih dan akuntabel. Dalam forum strategis itu, Mendagri Tito Karnavian juga secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pakar ABPEDNAS.

Mendagri menjelaskan, UU Desa memberikan kewenangan besar pada desa, sekaligus membuka ruang risiko. Keberadaan ratusan ribu anggota BPD dari lebih dari 75.000 desa dinilainya sebagai aset berharga untuk menciptakan checks and balances. “Mekanisme pengawasan dari bawah lebih penting, yaitu dari Badan Permusyawaratan Desa,” ujarnya.

Meski pembinaan formal ada di tangan bupati/wali kota dan Kementerian Desa, Tito menekankan bahwa pengawasan komunitas melalui BPD bersifat lebih langsung dan efektif. Harapannya, dengan kapasitas yang diperkuat melalui asosiasi nasional yang dipimpin Ketua Umum Indra Utama ini, BPD dapat menjadi mitra kritis kepala desa dan garda terdepan pencegahan maladministrasi di akar rumput.

“Nah ini kita harapkan menjadi kekuatan besar untuk menjadi pengawas dan memberikan kontribusi nyata,” tandas Mendagri menutup arahan eksklusifnya, mengisyaratkan era baru pengawasan partisipatif di tingkat desa. (JM)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Penguatan Yudikatif & Langkah Tegas Negara: Ini Soal Survival 287 Juta Rakyat
Tidak Hanya Bansos! Bupati Yusran Akbar Pastikan Kesehatan Pengungsi Banjir Dawi-Dawi Terjaga dengan Posko Medis dan Fogging
Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala BWS Wil IV Kendari Teken Berita Acara Hibah Lahan Eksklusif 7,39 hektar dari Pusat
Dinkes Konawe Siaga Bencana: Cegah DBD dan ISPA, Sekolah Terdampak Langsung Diberi Intervensi Fogging
Mentan Amran Tinjau Langsung Sawah Terdampak Banjir di Sultra, Bantuan Rp10 Miliar Disalurkan
Ideologi Pembangunan Prabowo Fokus Bangun Kemandirian di Tengah Pergolakan Dunia
Bukan Sekadar Seremoni! MoU Konawe-TASPEN Jadi Fondasi Baru Pelayanan ASN yang Adaptif dan Terpercaya
Abutment Jembatan Awuliti-Asaki Rusak Parah, Konawe Kerahkan Alat Berat Sebelum Putus Total
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:25 WITA

Wamen Nezar: Krisis Media Bukan Lagi Soal Bisnis, Tapi Cenderung Jadi Ancaman bagi Kualitas Informasi Publik

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:31 WITA

Forum Investasi Konawe 2026: Pemda, Pengusaha dan Perbankan Bersatu Dorong Ekonomi Produktif Konawe Bersahaja

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:36 WITA

Tidak Hanya Bansos! Bupati Yusran Akbar Pastikan Kesehatan Pengungsi Banjir Dawi-Dawi Terjaga dengan Posko Medis dan Fogging

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:28 WITA

Dinkes Konawe Siaga Bencana: Cegah DBD dan ISPA, Sekolah Terdampak Langsung Diberi Intervensi Fogging

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:51 WITA

Mentan Amran Tinjau Langsung Sawah Terdampak Banjir di Sultra, Bantuan Rp10 Miliar Disalurkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:18 WITA

Ideologi Pembangunan Prabowo Fokus Bangun Kemandirian di Tengah Pergolakan Dunia

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:55 WITA

Rotasi Besar di Polres Konawe: AKBP Noer Alam Lakukan Penyegaran Organisasi Lewat Sertijab

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:43 WITA

Bukan Sekadar Seremoni! MoU Konawe-TASPEN Jadi Fondasi Baru Pelayanan ASN yang Adaptif dan Terpercaya

Berita Terbaru