“Kami bawa obat-obatan gratis, vitamin, dan juga melakukan skrining awal. Puskesmas wajib melaporkan kondisi warga setiap hari selama masa tanggap darurat ini,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Bencana banjir yang meluas di Kabupaten Konawe tidak hanya merendam rumah dan fasilitas umum, tetapi juga menyisakan ancaman penyakit serta gangguan lingkungan belajar. Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat dengan fokus pada layanan kesehatan preventif, termasuk intervensi di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Konawe, Yones, SE., MM, sejak Jumat (8/5/2026) lalu, telah menyampaikan instruksi tegas usai memantau langsung beberapa titik banjir yang masih menunjukkan genangan air di pemukiman warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya perintahkan seluruh Puskesmas di 14 kecamatan yang terdampak untuk segera turun, lakukan pemeriksaan kesehatan secara aktif kepada warga. Jangan tunggu warga datang ke Puskesmas. Petugas harus menjemput bola,” ujar Yones kepada awak media di lokasi banjir di Desa Waworaha, Kecamatan Lambuya, Selasa (12/5/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, banjir yang terjadi sejak akhir pekan lalu telah berdampak pada 1.818 jiwa yang tersebar di 575 kepala keluarga. Wilayah terdampak meliputi 14 kecamatan, dengan beberapa desa dan kelurahan di antaranya masih memiliki genangan air setinggi 30–70 sentimeter.
Menurut Yones, pemeriksaan kesehatan massal ini menyasar penyakit yang kerap muncul pasca banjir, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, penyakit kulit, serta demam berdarah dengue (DBD) akibat genangan air.
“Kami bawa obat-obatan gratis, vitamin, dan juga melakukan skrining awal. Puskesmas wajib melaporkan kondisi warga setiap hari selama masa tanggap darurat ini,” tegas pria yang akrab disapa Yones itu.

Monitoring yang dilakukan Yones bersama tim Dinas Kesehatan menyasar beberapa lokasi dengan risiko tinggi, termasuk Desa Waworaha di Kecamatan Lambuya. Dalam kunjungan tersebut, ia sempat mengecek langsung kondisi bayi dan lansia yang rentan jatuh sakit.
Di tengah rangkaian monitoring yang padat, Yones bersama tim kemudian menyambangi SMP Negeri 2 Wawotobi yang berlokasi di Desa Analahumbuti, Kecamatan Wawotobi. Sesampainya di lokasi, rombongan langsung disambuti keluhan dari para guru dan siswa akibat genangan air sisa banjir yang memicu perkembangbiakan nyamuk dalam jumlah luar biasa hingga mengganggu proses belajar mengajar.

Tanpa menunggu lama, Yones segera menginstruksikan tim Dinas Kesehatan untuk melakukan foging (pengasapan) di area sekolah.
“Selain pemeriksaan kesehatan untuk warga, kita juga responsif terhadap lingkungan pendidikan. Nyamuk ini tidak hanya mengganggu konsentrasi belajar anak, tapi juga berisiko menularkan demam berdarah. Makanya kita turunkan tim untuk foging hari ini,” ujar Yones di sela-sela pendampingan foging di halaman SMP Negeri 2 Wawotobi.

Para guru di SMP Negeri 2 Wawotobi yang turut mendampingi mengapresiasi langkah cepat Dinas Kesehatan. Menurutnya, sejak tiga hari terakhir, siswa kesulitan belajar karena ruang kelas dipenuhi nyamuk, bahkan beberapa siswa mengalami gigitan nyamuk hingga bengkak.

Tim Dinas Kesehatan Konawe menyelesaikan pengasapan di seluruh sudut sekolah, termasuk ruang kelas, halaman, dan area sekitar genangan air yang masih tersisa. Kegiatan foging akan diulang tiga hari berturut-turut untuk memastikan populasi nyamuk benar-benar terkendali.
“Nyamuk ini tidak hanya mengganggu konsentrasi belajar anak, tapi juga berisiko menularkan demam berdarah. Makanya kita turunkan tim untuk foging hari ini.” ungkap Yones.
Pemerintah Kabupaten Konawe saat ini juga berkoordinasi dengan BPBD dan institusi terkait untuk menyediakan air bersih serta memastikan akses menuju fasilitas kesehatan tidak terputus. Masyarakat terdampak diimbau segera melapor ke puskesmas terdekat jika mengalami keluhan. JM
















