Bamsoet: Kepemimpinan Generasi Muda Penentu Daya Tahan Indonesia di Era Disrupsi Teknologi dan Geopolitik

- Penulis

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan pesan kebangsaan sebagai Juri Kehormatan COBISMA 2025, menekankan peran strategis generasi muda dalam membangun Indonesia yang tangguh di era digital dan geopolitik.

Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan pesan kebangsaan sebagai Juri Kehormatan COBISMA 2025, menekankan peran strategis generasi muda dalam membangun Indonesia yang tangguh di era digital dan geopolitik.

Kita punya pasar digital terbesar di kawasan. Tapi apakah kita hanya akan jadi penonton, atau pemain utama di era AI dan ekonomi digital?” Tantangan itu dilontarkan Bamsoet kepada generasi muda Indonesia, menekankan bahwa kepemimpinan mereka menentukan nasib bangsa.

Jakarta, PERSADA KITA.ID — Anggota DPR RI, Ketua MPR RI ke-15, sekaligus Dosen Tetap pada Program Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum di Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya, dan Universitas Pertahanan (Unhan), Bambang Soesatyo menegaskan bahwa kepemimpinan generasi muda akan menjadi kunci daya saing dan ketahanan nasional Indonesia di tengah gelombang disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik global.

Bambang Soesatyo: Generasi muda Indonesia, sebagai digital native, memiliki potensi besar menjadi pemimpin inovasi. Tantangannya: mengubah keterampilan digital menjadi kepemimpinan berdampak.

Menurutnya, arah masa depan bangsa tidak lagi ditentukan oleh kekuatan konvensional semata, melainkan oleh kemampuan generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam ekonomi digital, kesiapsiagaan geopolitik, serta upaya menjaga kedaulatan nasional di kancah internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Generasi muda kita adalah digital native—mereka tumbuh dalam ekosistem internet dan inovasi teknologi. Mereka memiliki keberanian mencoba, terbiasa dengan kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta cepat belajar dari kegagalan. Modal ini harus diarahkan untuk melahirkan pemimpin yang gesit, berintegritas, dan memiliki wawasan global,” ujar Bambang Soesatyo—yang akrab disapa Bamsoet—saat menjadi Juri Kehormatan Competition of Business and Management (COBISMA) 2025, yang diselenggarakan Universitas Terbuka (UT) secara daring dari Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT Meirani Harsas, Keynote Speaker Antoine Paul Musu dari University of Western Australia, serta Dewan Juri yang terdiri dari Adi Masli (University of Kansas), Martino Wibowo (UT), dan Erno de Korte, Co-founder PLUS.

Bamsoet, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7, mengungkapkan bahwa penetrasi internet di Indonesia terus meningkat pesat. Berdasarkan survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada 2025 sebanyak 229,4 juta penduduk—atau sekitar 80,66% dari total populasi—telah terhubung ke internet. Mayoritas pengguna berasal dari kalangan generasi muda, terutama Gen Z dan milenial.

Baca Juga:  Perkuat Konektivitas Wilayah, Dua Bupati Kompak Tinjau Lokasi Jembatan Penghubung Konawe-Konsel

“Angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah bukti nyata potensi besar kepemimpinan digital yang bisa menjadi pendorong utama daya saing nasional,” tegasnya.

Dalam konteks ekonomi digital, Bamsoet mengacu pada laporan e-Conomy SEA 2024 yang menempatkan Indonesia sebagai pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara, dengan proyeksi Gross Merchandise Value (GMV) mencapai sekitar US$90 miliar pada 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh maraknya e-commerce dan layanan keuangan digital.

“Momentum ini membuka peluang besar bagi pemimpin muda untuk mengakselerasi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat produktivitas UMKM melalui digitalisasi,” ujarnya.

Lebih jauh, sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polkam) KADIN Indonesia, Bamsoet menekankan tiga pilar utama yang harus menjadi fokus kepemimpinan generasi muda di era globalisasi:

Pertama, penguasaan teknologi yang beretika, dengan penekanan pada literasi data, keamanan siber, dan tanggung jawab digital.
Kedua, inovasi yang berdampak luas, khususnya di sektor-sektor strategis seperti kesehatan, pertanian, pendidikan, dan ekonomi mikro. Ketiga, pemahaman geopolitik yang matang, agar Indonesia mampu menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional di tengah ketegangan rivalitas kekuatan besar dunia.

“Indonesia memiliki tiga keunggulan strategis: banyaknya calon pemimpin muda potensial, pasar digital terbesar di kawasan, dan posisi geopolitik yang sangat strategis. Dengan kepemimpinan yang berlandaskan data, inovasi, dan wawasan global, generasi muda bukan hanya mampu beradaptasi dengan perubahan dunia—tapi juga ikut membentuk masa depan bangsa,” pungkas Bamsoet.

Ia berharap, kompetisi seperti COBISMA 2025 dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk mengasah kemampuan, menguji ide, dan membangun jaringan lintas sektor, demi terwujudnya Indonesia yang lebih tangguh, inovatif, dan berdaulat di era disrupsi. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Paripurna HUT ke-81 RI, Inflasi Terendah se-Sultra! Bupati Konawe: Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua
BULOG Unaaha Salurkan 985 Ton Beras Bansos Sekaligus 3 Bulan, Jangkau 32.861 KPM di Konawe
Bupati Yusran Akbar Resmi Buka Job Fair Konawe 2026, 31 Perusahaan Sediakan Ratusan Loker
Bupati Konawe Yusran Akbar Silaturahmi dengan Pedagang UMKM di Area ICP, Serap Aspirasi dan Nikmati Es Kelapa Muda
Bupati Yusran Akbar di HUT RI ke-81: “Sampah Bisa Jadi Berkah, Ini Peluang Kita!”
Inflasi 1,49% Konawe Paling Rendah se-Sultra, Bupati Yusran: “Realisasi Pendapatan dari Sektor Pajak Restoran Melesat 88%, Ini Bukti UMKM Bangkit!”
Capaian PAD Konawe Juli 2026, Andi Tenri: Bapenda Susun Langkah Atasi Bocoran Data dan Regulasi
Semester I PAD Konawe Capai 52,81%, Bupati Yusran: Tapi Jangan Sampai Masyarakat Tertekan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:24 WITA

Paripurna HUT ke-81 RI, Inflasi Terendah se-Sultra! Bupati Konawe: Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:15 WITA

BULOG Unaaha Salurkan 985 Ton Beras Bansos Sekaligus 3 Bulan, Jangkau 32.861 KPM di Konawe

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:33 WITA

Bupati Yusran Akbar Resmi Buka Job Fair Konawe 2026, 31 Perusahaan Sediakan Ratusan Loker

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:23 WITA

Bupati Konawe Yusran Akbar Silaturahmi dengan Pedagang UMKM di Area ICP, Serap Aspirasi dan Nikmati Es Kelapa Muda

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:46 WITA

Bupati Yusran Akbar di HUT RI ke-81: “Sampah Bisa Jadi Berkah, Ini Peluang Kita!”

Berita Terbaru