Gantikan Abelisawa, Bupati Yusran Akbar Pilih Anggaberi untuk “Pusat” Benih Ikan, Ternyata Ini Alasannya

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 13:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Ir. Muammar Makmur memaparkan analisis awal studi kelayakan BBI Anggabera. Kajian akademis yang komprehensif menjadi fondasi penting untuk memastikan proyek ini layak secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dr. Ir. Muammar Makmur memaparkan analisis awal studi kelayakan BBI Anggabera. Kajian akademis yang komprehensif menjadi fondasi penting untuk memastikan proyek ini layak secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dari Konawe untuk Sulawesi. Balai Benih Ikan di Anggaberi Didesain Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Konawe, PERSADA KITA.ID – Kabar gembira bagi sektor perikanan dan ketahanan pangan Konawe! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe secara serius memacu laju pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) strategis di Kecamatan Anggaberi.

Di bawah komando Bupati Yusran Akbar dan Wabup Syamsul Ibrahim, proyek yang selaras dengan program Astacita Presiden Prabowo Subianto ini bukan sekadar wacana. Buktinya, studi kelayakan telah dimulai dan lahan seluas 2,3 hektare telah “bersih” dari kendala pembebasan, siap menanti groundbreaking pembangunan pusat benih ikan modern yang akan jadi solusi tepat guna bagi ratusan pembudidaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto Bersada Usai Seminar: Kehadiran BBI Anggaberi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih ikan berkualitas bagi ratusan pembudidaya seperti ini, menghemat biaya, dan mengurangi risiko kematian benih akibat pengiriman jarak jauh.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat ketahanan pangan dan sektor perikanan dengan percepatan pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) di Kecamatan Anggaberi. Proyek strategis yang diinisiasi Bupati Yusran Akbar dan Wakil Bupati Syamsul Ibrahim ini telah memasuki tahap esensial: penyusunan studi kelayakan, menandai dimulainya langkah nyata menuju realisasi.

Seminar awal penyusunan studi kelayakan yang digelar di Aula Inspektorat Konawe, Senin (17/11/2025), menjadi titik awal yang krusial. Kerjasama erat antara Pemkab Konawe dan LPPM Universitas Halu Oleo (UHO) melalui MoU yang telah terjalin ini melibatkan seluruh OPD terkait, menunjukkan pendekatan yang komprehensif dan berbasis ilmiah.

Dr. Ir. Muammar Makmur, S.T., M.Eng, selaku Ketua Tenaga Ahli Studi Kelayakan, menegaskan bahwa proyek ini sedang dalam fase penting penyusunan studi pendahuluan. “Fokus kami sekarang adalah menyusun studi kelayakan sebagai landasan penting pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

Studi yang mencakup analisis ekonomi, sosial, dan lingkungan ini dinilai sangat urgent. “Secara geografis, Konawe berada di tengah dan dikelilingi daerah-daerah penyokong. Ini menjadikan Konawe sangat potensial sebagai sentra pangan, termasuk perikanan,” tambah Muammar, menguatkan alasan strategis pemilihan lokasi.

Tahap selanjutnya adalah seminar akhir kelayakan. Jika dinyatakan “Layak”, proses akan dilanjutkan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebelum akhirnya menuju fase konstruksi.

Peta Rencana Kolam Retensi Perikanan: Foto peta sebagai ilustrasi grafis yang menunjukkan lokasi strategis Anggaberi di tengah-tengah Kabupaten Konawe untuk melayani pembudidaya ikan dari 28 kecamatan, menggantikan peran BBI Abelisawa yang sudah tidak optimal.

Anggaberi: Solusi Pengganti yang Lebih Strategis

Dari sisi teknis, Sahruddin, S.Pi., M.Si dari Dinas Perikanan Konawe mengungkapkan alasan mendasar dibalik pembangunan BBI baru. BBI lama di Abelisawa dinilai sudah tidak lagi memenuhi standar akibat kualitas air yang menurun.

“Pelaku usaha perikanan tersebar di 28 kecamatan se-Kabupaten Konawe. Anggaberi berada di posisi tengah, sehingga sangat strategis sebagai pusat pelayanan,” tegas Sahruddin.

Lokasi baru di Anggaberi memiliki keunggulan ganda. Suplai air yang stabil dari Irigasi Wawotobi dan Ameroro, serta potensi pengembangan menjadi destinasi wisata edukasi dan area retensi air. “Dampaknya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mendorong munculnya pelaku usaha baru,” imbuhnya.

Angle terkuat dari proyek ini adalah kesiapan lahan dan dukungan penuh dari level bawah. Camat Anggaberi, Latif Surangga, SH, menyatakan dengan tegas, “Alhamdulillah, lahannya sudah dibebaskan dan ganti rugi kepada pemilik sudah diberikan… Jadi tidak ada kendala lagi.”

Pernyataan ini diamini oleh Lurah Anggaberi, Adnan, S.Sos. “Lahan yang disiapkan mencapai 2,3 hektare. Statusnya milik warga dan proses pembebasannya sudah berjalan.”

Kedua pernyataan ini menjadi sinyal sangat positif bahwa proyek BBI Anggaberi telah melalui hambatan terberat dalam banyak proyek pembangunan: pembebasan lahan. Masyarakat tidak hanya menerima, tetapi juga mendukung penuh karena melihat manfaat nyatanya, yaitu kemudahan mendapatkan benih ikan berkualitas tanpa harus membeli dari daerah lain yang berisiko tinggi.

Dengan sinergi segitiga yang solid antara Pemerintah Daerah, Akademisi (UHO), dan dukungan penuh masyarakat Anggaberi, BBI Anggaberi tidak lagi sekadar rencana di atas kertas, melainkan sebuah proyek strategis yang siap lepas landas untuk menggerakkan roda ekonomi dan ketahanan pangan Konawe. JM

Berita Terkait

Forum UKM-IKM Konawe Gelar Konsolidasi Pengurus Baru, Rita Harmasan Papua Pimpin 300 Anggota
Security PT OSS Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Mess Karyawan
Wamen Nezar: Krisis Media Bukan Lagi Soal Bisnis, Tapi Cenderung Jadi Ancaman bagi Kualitas Informasi Publik
Forum Investasi Konawe 2026: Pemda, Pengusaha dan Perbankan Bersatu Dorong Ekonomi Produktif Konawe Bersahaja
Tidak Hanya Bansos! Bupati Yusran Akbar Pastikan Kesehatan Pengungsi Banjir Dawi-Dawi Terjaga dengan Posko Medis dan Fogging
Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala BWS Wil IV Kendari Teken Berita Acara Hibah Lahan Eksklusif 7,39 hektar dari Pusat
Dinkes Konawe Siaga Bencana: Cegah DBD dan ISPA, Sekolah Terdampak Langsung Diberi Intervensi Fogging
Mentan Amran Tinjau Langsung Sawah Terdampak Banjir di Sultra, Bantuan Rp10 Miliar Disalurkan
Berita ini 191 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:18 WITA

Ideologi Pembangunan Prabowo Fokus Bangun Kemandirian di Tengah Pergolakan Dunia

Sabtu, 13 Desember 2025 - 09:22 WITA

Lawan Korupsi Desa, Mendagri Andalkan ABPEDNAS: “Mekanisme Pengawasan dari Bawah Lebih Penting”

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:10 WITA

Bamsoet Soroti Bencana Sumatera, Ajak Para Konglomerat dan Pengusaha KADIN Ikut “Bahu Membahu” Dukung Kebijakan Prabowo

Sabtu, 29 November 2025 - 23:06 WITA

Prabowo Geram, Perintahkan Pembangunan 300 Ribu Jembatan: “Anak-anakku Sabar, Saya Sedang Bekerja!”

Kamis, 20 November 2025 - 23:39 WITA

Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran dan Empat Proyek Strategis, Bukti Komitmen Konektivitas Nasional

Senin, 29 September 2025 - 20:28 WITA

KADIN Siapkan RUU Revisi UU 1987, Bamsoet Dorong Masuk Prolegnas 2026

Selasa, 26 Agustus 2025 - 14:21 WITA

Bamsoet: Kepemimpinan Generasi Muda Penentu Daya Tahan Indonesia di Era Disrupsi Teknologi dan Geopolitik

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 15:13 WITA

Prabowo Tegas, Bamsoet Dukung Penuh: Ini 5 Langkah Strategis yang Diapresiasi

Berita Terbaru