Wamen Nezar: Krisis Media Bukan Lagi Soal Bisnis, Tapi Cenderung Jadi Ancaman bagi Kualitas Informasi Publik

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria sedang memberikan paparan data saat menerima audiensi Stasiun TV Saburai Lampung di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (13/05/2026).

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria sedang memberikan paparan data saat menerima audiensi Stasiun TV Saburai Lampung di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (13/05/2026).

“Nah, kita tidak bisa membiarkan informasi publik ini hanya dikendalikan platform atau buzzer-buzzer yang kualitas informasinya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Information integrity atau kualitas informasi publik itu menjadi taruhan,”

Jakarta, PERSADA KITA.ID – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan krisis yang tengah melanda industri media nasional saat ini tidak lagi sekadar persoalan bisnis perusahaan pers, melainkan telah berkembang menjadi ancaman serius bagi kualitas informasi publik dan kesehatan ruang demokrasi digital.

Menurut Wamen Nezar, disrupsi teknologi digital telah mengguncang fondasi bisnis media, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudahan mendirikan media saat ini tidak otomatis membuat media mampu bertahan secara ekonomi di tengah perubahan pola distribusi informasi dan pergeseran belanja iklan ke platform digital.

“Saat ini membuat media itu mudah, yang susah itu jualnya. Sekarang semua orang bisa bikin media, tapi apakah bisa bertahan dan sustainable? Itu tantangannya,” kata Wamen Nezar saat menerima audiensi manajemen Saburai TV di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (13/05/2026).

Ia menjelaskan hampir seluruh perusahaan media masih mencari model bisnis baru yang mampu menopang keberlanjutan industri di era dominasi platform digital dan kecerdasan artifisial (AI).

Bahkan media besar pun menghadapi tekanan yang sama.

Wamen Nezar mengungkapkan laporan dari Asosisasi Media Siber Indonesia (AMSI), yang menyebut kehadiran fitur AI pada mesin pencari digital menyebabkan penurunan trafik media secara drastis hingga 10 kali lipat.

Kondisi itu berdampak langsung pada penurunan pendapatan perusahaan media dan memicu gelombang efisiensi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Ada media yang biasanya memperoleh puluhan juta page views per hari, sekarang turun sampai hampir sepuluh kali lipat. Ketika traffic turun, revenue juga turun. Akibatnya perusahaan harus mengendalikan biaya dan akhirnya terjadi PHK,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Konawe H. Yusran Akbar ST Dorong Desa Lalombonda Jadi Kampung Tematik Kelengkeng

Lebih lanjut, ia menyebut tekanan tersebut diperkirakan masih akan berlanjut pada pertengahan tahun ini, terutama di industri televisi, termasuk televisi lokal yang selama ini menjadi salah satu sumber informasi masyarakat di daerah.

Namun demikian, Wamen Nezar menilai persoalan utama bukan semata soal keberlangsungan perusahaan media, melainkan dampaknya terhadap ekosistem informasi publik.

“Nah, kita tidak bisa membiarkan informasi publik ini hanya dikendalikan platform atau buzzer-buzzer yang kualitas informasinya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Information integrity atau kualitas informasi publik itu menjadi taruhan,” tegasnya.

Wamenkomdigi Nezar menilai melemahnya media arus utama berpotensi memperbesar ruang bagi penyebaran informasi tidak sehat, manipulatif, hingga disinformasi yang dapat merusak kualitas demokrasi digital.

Karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan ekosistem informasi melalui berbagai skema kolaborasi dengan media, termasuk media lokal.

Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah adalah mendorong kebijakan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital Untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (Publisher Rights) agar perusahaan media memiliki posisi yang lebih setara dalam berhadapan dengan platform digital global.

“Pemerintah sudah mencoba mengusahakan agar relasi dengan platform lebih fair dengan membuat Perpres Publisher Rights, supaya media punya posisi yang lebih setara ketika berbicara dengan platform,” tutur Nezar.

Wamen Nezar menambahkan Kementerian Komunikasi dan Digital akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai media untuk mendukung penyebaran informasi publik yang sehat, kredibel, dan bertanggung jawab di tengah transformasi digital yang terus berkembang. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL
Dukung Digitalisasi Pajak, Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala Daerah dari Berbagai Provinsi Teken Kerja Sama Replikasi SISGITA
Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga
Bupati Konawe Tantang PKK, Rumah Dilan Bersahaja Jadi Jawabannya
Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah
Delapan Bulan Beruntun! Konawe Jawara Inflasi Terendah Se-Sultra
Bupati Konawe Apresiasi Gotong Royong di Puncak Kemah Bakti dan Festival Bahari
Blusukan ke Stan UMKM, Bupati Yusran Akbar Pastikan Ekonomi Rakyat Tumbuh
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:42 WITA

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL

Kamis, 17 September 2026 - 16:30 WITA

Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga

Kamis, 17 September 2026 - 14:11 WITA

Bupati Konawe Tantang PKK, Rumah Dilan Bersahaja Jadi Jawabannya

Senin, 7 September 2026 - 21:25 WITA

Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah

Rabu, 2 September 2026 - 13:41 WITA

Delapan Bulan Beruntun! Konawe Jawara Inflasi Terendah Se-Sultra

Berita Terbaru