9.035 Personel Dikerahkan! Ini Strategi Polri Amankan HUT ke-80 RI

- Penulis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 14:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memimpin apel gelar pasukan Operasi Merdeka Jaya 2025 di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (16/8/2025). Sebanyak 9.035 personel dikerahkan untuk amankan HUT ke-80 RI.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memimpin apel gelar pasukan Operasi Merdeka Jaya 2025 di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (16/8/2025). Sebanyak 9.035 personel dikerahkan untuk amankan HUT ke-80 RI.

Operasi Merdeka Jaya 2025 dikerahkan untuk pengamanan Monas dan Istana Negara

Jakarta, PERSADA KITA.ID – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 9.035 personel dalam Operasi Merdeka Jaya 2025. Langkah besar ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian acara yang diprediksi bakal dihadiri hingga 400 ribu masyarakat di sejumlah titik strategis Ibu Kota, termasuk Monumen Nasional (Monas), Istana Negara, dan kawasan sekitarnya.

Apel gelar pasukan Operasi Merdeka Jaya 2025 di kawasan Gelora Bung Karno

Operasi yang dipimpin langsung oleh Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho ini digelar dengan fokus pada pencegahan dini (preventif), kerja sama lintas instansi, serta kesiapsiagaan penuh menghadapi potensi ancaman keamanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Operasi ini akan mengedepankan langkah preventif, didukung oleh keamanan yang terkoordinasi. Semua personel harus proaktif dan responsif terhadap situasi di lapangan,” tegas Irjen Agus saat memimpin apel gelar pasukan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (16/8/2025).

Dengan diprediksinya kehadiran massa besar di sejumlah lokasi utama, Polri memperkuat pengamanan di:

Monas – Pusat upacara kemerdekaan dan titik kumpul masyarakat.
Istana Negara – Kawasan yang menjadi simbol kedaulatan negara.
Jalan-jalan protokol – Seperti Jalan Medan Merdeka, Thamrin, dan Sudirman.
Area transit publik – Stasiun, halte TransJakarta, dan pusat transportasi massal.
“Kita harus waspada terhadap setiap potensi ancaman. Keberadaan kita di depan masyarakat harus bisa memberi rasa aman. Ini bukan sekadar tugas, tapi pertaruhan kredibilitas negara di mata internasional,” ujar Agus.

Delapan Amanat Strategis untuk Seluruh Personel
Dalam amanatnya, Kakorlantas Polri menyampaikan delapan pesan penting yang harus dijalankan oleh seluruh personel selama operasi berlangsung:

  1. Siapkan mental dan fisik dengan disiplin tinggi untuk layani masyarakat.
  2. Deteksi dini melalui fungsi intelijen untuk cegah potensi gangguan.
  3. Laksanakan tugas dengan rasa bangga dan tanggung jawab tinggi.
  4. Kolaborasi erat dengan TNI dan stakeholder terkait.
  5. Waspadai ancaman teror, bencana, dan insiden tak terduga.
  6. Tindakan cepat dan tepat di lapangan sesuai SOP.
  7. Terapkan strategi penanganan profesional dengan tetap menjaga ketertiban.
  8. Maksimalkan teknologi modern – dari drone hingga sistem CCTV terintegrasi.

Polri tak tanggung-tanggung dalam mengerahkan teknologi untuk mendukung pengamanan. Sistem Command Center terpadu, drone pemantau keramaian, CCTV berbasis AI, hingga mobile apps pelaporan cepat siap digunakan untuk memantau situasi secara real-time.

“Kami juga menyiapkan posko pengamanan terpadu di 12 titik strategis, dengan tim reaksi cepat (TRC) siap siaga 24 jam,” tambah Agus.

Perayaan HUT ke-80 RI bukan hanya soal kemeriahan, tapi juga tunjukkan stabilitas dan kedaulatan bangsa di tengah dinamika global. Kehadiran 9.035 personel Polri menjadi simbol komitmen negara dalam menjaga keamanan rakyat.

“Kepercayaan pemerintah terhadap Polri harus dijawab dengan kinerja terbaik. Hari kemerdekaan adalah milik rakyat, dan tugas kami adalah memastikan rakyat merasa aman,” pungkas Irjen Agus. JM

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Penguatan Yudikatif & Langkah Tegas Negara: Ini Soal Survival 287 Juta Rakyat
Ideologi Pembangunan Prabowo Fokus Bangun Kemandirian di Tengah Pergolakan Dunia
Rotasi Besar di Polres Konawe: AKBP Noer Alam Lakukan Penyegaran Organisasi Lewat Sertijab
Lawan Korupsi Desa, Mendagri Andalkan ABPEDNAS: “Mekanisme Pengawasan dari Bawah Lebih Penting”
Bamsoet Soroti Bencana Sumatera, Ajak Para Konglomerat dan Pengusaha KADIN Ikut “Bahu Membahu” Dukung Kebijakan Prabowo
Prabowo Geram, Perintahkan Pembangunan 300 Ribu Jembatan: “Anak-anakku Sabar, Saya Sedang Bekerja!”
Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran dan Empat Proyek Strategis, Bukti Komitmen Konektivitas Nasional
Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Konawe Intensifkan Sosialisasi di Ops Zebra Anoa
Berita ini 13 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:25 WITA

Wamen Nezar: Krisis Media Bukan Lagi Soal Bisnis, Tapi Cenderung Jadi Ancaman bagi Kualitas Informasi Publik

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:31 WITA

Forum Investasi Konawe 2026: Pemda, Pengusaha dan Perbankan Bersatu Dorong Ekonomi Produktif Konawe Bersahaja

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:36 WITA

Tidak Hanya Bansos! Bupati Yusran Akbar Pastikan Kesehatan Pengungsi Banjir Dawi-Dawi Terjaga dengan Posko Medis dan Fogging

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:28 WITA

Dinkes Konawe Siaga Bencana: Cegah DBD dan ISPA, Sekolah Terdampak Langsung Diberi Intervensi Fogging

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:51 WITA

Mentan Amran Tinjau Langsung Sawah Terdampak Banjir di Sultra, Bantuan Rp10 Miliar Disalurkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:18 WITA

Ideologi Pembangunan Prabowo Fokus Bangun Kemandirian di Tengah Pergolakan Dunia

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:55 WITA

Rotasi Besar di Polres Konawe: AKBP Noer Alam Lakukan Penyegaran Organisasi Lewat Sertijab

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:43 WITA

Bukan Sekadar Seremoni! MoU Konawe-TASPEN Jadi Fondasi Baru Pelayanan ASN yang Adaptif dan Terpercaya

Berita Terbaru