Sasaran utamanya adalah terciptanya pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Konawe, PERSADA KITA.ID – Pelataran eks STQ Unaaha bersiap menjadi pusat inovasi Sulawesi Tenggara. Menjelang gelaran Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Konawe 2026 pada 11 November mendatang, sinergi lintas sektor antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, hingga pelaku UMKM tampak solid mempersiapkan stan pameran.

Ajang ini tidak sekadar seremonial, melainkan bertujuan mendorong budaya inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Bumi Kalosara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan langsung di lapangan pada Jumat (6/11/2026) memperlihatkan kesibukan intensif puluhan pekerja dan aparat dalam merapikan area. Berbagai elemen pendukung, mulai dari pemasangan tenda-tenda putih berukuran besar dengan aksen merah, penataan panggung utama berstruktur besi beratap, hingga perbaikan jalur pedestrian, terus dikebut.

Sinergi lintas sektor terlihat kental. Selain pekerja teknis yang sibuk menyusun konstruksi besi, merangkai kabel, dan merakit alas kayu untuk area pameran, kehadiran sejumlah pejabat daerah di lokasi menegaskan kesiapan acara.

Terlihat sejumlah kepala OPD, camat, lurah, dan para kepala desa yang bahu-membahu bersama masyarakatnya mempersiapkan stan masing-masing. Salah satunya terlihat pada papan penanda stan bertuliskan “Desa Polua” hingga “Kelurahan Anggaberi” yang sedang dipasang.

Di tengah hiruk-pikuk persiapan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe, Yones, SE MM, tampak hadir langsung memantau kesiapan stan instansinya. Ia memastikan jajarannya tidak hanya menyiapkan ruang pameran inovasi layanan kesehatan, tetapi juga mendirikan Posko Siaga Paramedis.

“Kami dari Dinas Kesehatan selain mempersiapkan stan untuk pameran inovasi, juga menyiagakan posko paramedis. Ini bentuk komitmen kami memberikan pelayanan terbaik serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan Pekan Inovasi Daerah berjalan aman dan sehat,” tegas Yones di lokasi.
Selain Kadis Kesehatan, terlihat pula Pelaksana Tugas Kepala Disdukcapil Konawe, Djabal Nur Moita, yang turut hadir memastikan kesiapan area. Kehadiran para kepala OPD ini menjadi bukti nyata bahwa seluruh lini pemerintahan bergerak serentak menyukseskan event bergengsi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Konawe menegaskan bahwa gelaran tahunan ini bertujuan utama untuk menciptakan ekosistem yang mendorong percepatan pembangunan daerah melalui ide dan terobosan baru.
Sasaran utamanya adalah terciptanya pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Mengusung tema “Inovasi Daerah untuk Negeriku, Konawe Bersahaja” yang terpampang jelas pada gapura dan panggung utama, sebanyak 436 peserta dipastikan siap ambil bagian.
Partisipan tersebut mencakup OPD, pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, hingga pelaku UMKM. Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Konawe, Suparjo, menegaskan bahwa seluruh peserta diwajibkan menampilkan minimal satu inovasi unggulan yang akan dinilai berdasarkan substansi, kreativitas booth, hingga interaktivitas.

Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area Pekan Inovasi Daerah menempati posisi yang sangat penting. UMKM tidak hanya berperan sebagai penggerak roda perekonomian lokal, tetapi juga menjadi wadah untuk memamerkan produk-produk unggulan daerah hasil kolaborasi inovasi.

Di area ini, UMKM berfungsi menjembatani inovasi pemerintah dengan kebutuhan pasar riil. Pengunjung tidak hanya disuguhi pemaparan program kerja, tetapi juga dapat menikmati produk kuliner, kerajinan, dan olahan lokal khas Konawe. Hal ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi sirkular dan memperluas jangkauan pasar bagi para pelaku usaha kecil di Bumi Kalosara.

Melalui persiapan matang di lapangan ini, Pemkab Konawe optimistis pameran tidak sekadar menjadi momentum tahunan, melainkan pemicu budaya inovasi berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. (JM)
















