“Awalnya saya hanya sekadar menyalurkan hobi masak kuliner. Hobi ini turun temurun dari keluarga, karena ibu jual ayam goreng di Jogja. Hingga akhirnya jadi cuan,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Aroma harum daun pisang yang dibakar perlahan menyeruak di antara keramaian pusat kuliner. Di balik kepulan asap tipis yang tersamar lampu penerangan tenda lapak, sosok Nadif (32) tampak cekatan membungkus nasi, suwiran ayam, dan bumbu rempah ke dalam daun pisang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia adalah pendiri sekaligus penggerak di balik nikmatnya “Nasi Bakar Tri N” (Nadif, Nafil, dan Naira), sebuah usaha kuliner yang kini mulai mencuri perhatian pengunjung.

Meski baru sebulan berjualan di kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP), antusiasme pembeli terbilang tinggi. Menu andalan berupa nasi bakar dengan isian ayam dan ikan dibanderol dengan harga Rp 20.000 per porsi, sementara isian cumi seharga Rp 25.000 per porsi.

Tingginya minat pembeli ini terbukti dari jumlah porsi yang terjual. Pada malam-malam biasa, Nasi Bakar Tri N mampu menembus angka 50 porsi. Namun, saat malam minggu tiba, penjualan melonjak drastis hingga menembus 60 porsi bahkan lebih.
“Paling sedikit selama menjual di sini sekitar Rp 750 ribu. Kalau malam minggu bisa mencapai Rp 1.500.000 per malam minggu,” ujar Ibu Nadif saat ditemui di lapaknya, Senin malam (2/11/2026).

Warga Kelurahan Asambu, Kecamatan Unaaha ini bukanlah pemain baru di dunia kuliner. Ia mengaku telah merintis penjualan secara online sejak tahun 2017 silam. Bakat memasaknya ini rupanya mengalir deras dari sang ibu yang berjualan ayam goreng di Jogja.

“Awalnya saya hanya sekadar menyalurkan hobi masak kuliner. Hobi ini turun temurun dari keluarga, karena ibu jual ayam goreng di Jogja. Hingga akhirnya jadi cuan,” kenangnya tersenyum.
Meski sempat vakum dari dunia offline dan lebih banyak melayani pesanan online, Ibu Nadif akhirnya memutuskan untuk menjajakan dagangannya secara langsung di ICP. Keputusan tersebut terbukti tepat. Lapak sederhana beratapkan tenda biru dengan banner bertuliskan “Nasi Bakar” itu kini tak pernah sepi pembeli.
Bagi Ibu Nadif, nama “Tri N” bukan sekadar nama usaha, melainkan doa dan dedikasi untuk ketiga anaknya. Melalui lapak yang mulai ramai ini, ia berharap hobi yang kini berubah menjadi sumber penghasilan ini dapat terus berkembang dan membawa berkah bagi keluarganya. JM
















