Mari kita jadikan makan ikan sebagai budaya sehari-hari di Bumi Anoa,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Andi Sumangerukka, secara resmi memimpin puncak peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) Tahun 2026. Mengusung semangat baru, peringatan kali ini dipusatkan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sabtu (31/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran Gubernur Andi Sumangerukka didampingi langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Dr. Ferdinand, beserta jajaran pejabat Pemprov Sultra dan Pemda Konawe. Acara ini menjadi bukti nyata sinergisitas pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal program nasional.

Peringatan Hari Ikan Nasional tahun ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah menegaskan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang kini memiliki payung hukum melalui Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2026.
Regulasi ini menargetkan percepatan pemenuhan gizi masyarakat, pemerataan konsumsi ikan, serta penguatan ekonomi nasional melalui sektor kelautan dan perikanan.

Dalam arahannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa kekayaan sumber daya laut Sultra harus dimanfaatkan secara optimal untuk kesehatan dan kecerdasan generasi penerus.
“Kampung Nelayan Merah Putih ini adalah simbol kita. Ikan bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi kunci utama dalam memerangi stunting dan mewujudkan kedaulatan pangan. Mari kita jadikan makan ikan sebagai budaya sehari-hari di Bumi Anoa,” tegas Gubernur Andi Sumangerukka di hadapan masyarakat nelayan dan tamu undangan.

Mengacu pada Perpres No. 74 Tahun 2026, kebijakan strategis Gemarikan tidak hanya berfokus pada peningkatan minat konsumsi, tetapi juga menjamin penyediaan ikan yang bermutu dan aman dikonsumsi.
Hal ini mencakup pengelolaan produksi perikanan tangkap dan budi daya yang berkelanjutan, serta pemberian kemudahan akses distribusi dan pemasaran hasil perikanan.

Senada dengan Gubernur, Sekda Konawe Dr. Ferdinand menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung penuh program ini.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan ketersediaan pasokan ikan yang sehat dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Konawe dan Sultra pada umumnya.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini juga diwarnai dengan peninjauan fasilitas rantai dingin (cold storage) oleh Gubernur Sultra bersama sejumlah pejabat daerah. Fasilitas ini menjadi bukti nyata dari amanat Perpres untuk melakukan penguatan prasarana dan sarana penanganan hasil perikanan guna menjaga kualitas dan mutu ikan sebelum sampai ke konsumen.
Dengan adanya regulasi baru ini, diharapkan target penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara dapat segera terwujud melalui asupan protein hewani yang berlimpah dari hasil laut. JM
















