“Warga tidak boleh terisolasi. Logistik harus sampai dan penanganan evakuasi bila perlu harus dilakukan sesuai dengan kondisi dan evaluasinya. Saya minta tim di lapangan bergerak cepat,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Pemerintah Kabupaten Konawe bergerak cepat menyusul bencana hidrometeorologi yang merusak akses warga di Kecamatan Lambuya. Jembatan yang menghubungkan Desa Awuliti dan Desa Asaki Kecamatan Lambuya nyaris ambruk akibat kerusakan pada “abutment”nya setelah tak mampu menahan derasnya aliran sungai yang meluap akibat pendangkalan dan beberapa jaringan drainase yang sudah rusak pada Jumat (8/5/2026) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahan kepada jajaran teknisnya, di Unaaha, Bupati Yusran Akbar menekankan bahwa langkah pertama adalah dapat membangun jalur alternatif dan jika memungkinkan membangun jembatan darurat sebagai langkah penanganan cepat. “Warga tidak boleh terisolasi. Logistik harus sampai dan penanganan evakuasi bila perlu harus dilakukan sesuai dengan kondisi dan evaluasinya. Saya minta tim di lapangan bergerak cepat,” tegas Yusran Akbar saat ditemui wartawan di Unaaha, Sabtu (9/5/2026).

Ketua Tim Percepatan, Sekda Konawe, Dr. Ferdinand, memastikan bahwa alat berat sudah dikerahkan bekerja di lokasi jembatan putus. “Kami koordinasikan dengan Kadis PU, BPBD dan Bappeda untuk perbaikan jembatan itu. Prioritas utama adalah membuka akses bagi kendaraan roda dua dan roda empat-pickup yang memuat hasil-hasil bumi berupa bahan pangan,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD Konawe per Jumat kemarin, bencana ini berdampak luas pada 14 wilayah kecamatan, yaitu: Uepai, Anggaberi, Wawotobi, Konawe, Wonggeduku, Onembute, Abuki, Wonggeduku Barat, Unaaha, Tongauna, Tongauna Utara, Lambuya, Padangguni dan Kecamatan Amonggedo.

Data kerusakan yang terus dimutakhirkan mencatat:
– 563 unit rumah tergenang air
– 575 Kepala Keluarga (KK) terdampak
– 1.818 jiwa mengalami dampak langsung
– 184 hektar sawah terendam
– 32 hektar kebun warga rusak
– 10 fasilitas pendidikan terganggu aktivitas belajar-mengajar
– 1 jembatan putus total (Awuliti-Asaki)

Yusran Akbar mengakui bahwa data ini masih bersifat dinamis. “Tim masih mendata di kecamatan hingga ke desa-desa terpencil. Potensi kenaikan angka cukup tinggi karena beberapa desa masih ada yang tergenang,” ungkapnya.
Kendati demikian, Bupati Yusran memastikan bahwa status tanggap darurat bencana belum ditetapkan, karena berdasarkan skalanya baru memasuki tahap siaga darurat yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe.
Hingga berita ini diturunkan, hujan ringan masih mengguyur beberapa wilayah Konawe. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Masyarakat di bantaran sungai diimbau tetap waspada. JM















