Nama Kabupaten Konawe kembali bergema di tingkat provinsi. Bukan karena tambang atau infrastruktur, namun karena keberhasilan luar biasa dalam menyelamatkan generasi emas. Dalam penilaian Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 se-Sulawesi Tenggara, Konawe berhasil meraih Peringkat ke-2 dari 17 kabupaten/kota dengan skor 128, hanya terpaut 2 angka dari juara pertama, Kabupaten Kolaka. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, kepada Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T. , dalam sebuah seremoni di Kolaka
KOLAKA, PERSADAKITA.ID — Ruang seremonial Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2027 di Kabupaten Kolaka, berubah menjadi panggung apresiasi, Selasa (5/5/2026). Seluruh mata tertuju pada panggung saat Sekretaris Daerah Provinsi membacakan Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/16/Tahun 2026.
Hasilnya mengejutkan sekaligus membanggakan. Di tengah persaingan ketat 17 kabupaten/kota, Kabupaten Konawe berhasil menempati posisi Runner Up dengan skor 128.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hanya satu langkah di belakang Kabupaten Kolaka (130), namun unggul tipis dari Kota Baubau (127), Kabupaten Bombana (125), dan Kabupaten Buton Utara (124). Ini adalah lompatan kualitas yang menandakan bahwa birokrasi di Bumi Anoa serius dalam urusan gizi anak.

Bupati Yusran Akbar: Ini Kerja Semua Pihak
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., yang hadir langsung menerima piagam penghargaan dari tangan Gubernur Sultra, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh aparaturnya.
“Ini bukan hanya prestasi pemerintah, tetapi prestasi seluruh masyarakat Konawe. Para kader posyandu, bidan desa, kepala desa, camat, hingga tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Konawe yang bekerja tanpa kenal lelah. Skor 128 ini adalah bukti bahwa kolaborasi kita berhasil,” ujar Bupati Yusran usai acara.

Menurutnya, kenaikan peringkat Konawe yang sebelumnya berada di posisi menengah adalah pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi yang tidak hanya di atas kertas, tetapi menyentuh langsung lapangan.
Meskipun bangga dengan peringkat 2, Pemerintah Kabupaten Konawe tidak berpuas diri. Bupati Yusran Akbar menegaskan bahwa raihan ini adalah pijakan.
“Skor 128 itu bagus, tapi artinya masih ada yang kurang. Target kita tahun depan bukan lagi peringkat 2, tapi juara umum se-Sultra, atau bahkan masuk nominasi nasional. Kita akan evaluasi di mana letak kehilangan 2 poin dari Kolaka. Apakah di data atau di cakupan layanan. Kita kejar di 2027!” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Gubernur Andi Sumangerukka secara khusus menyebut Kabupaten Konawe sebagai daerah dengan percepatan terbaik di kategori inovasi.
“Konawe menunjukkan bahwa penurunan stunting tidak membutuhkan anggaran besar yang rumit, tapi butuh akurasi data dan kecerdasan birokrasi dalam berkolaborasi. Selamat untuk Kabupaten Konawe,” ujar Gubernur dalam sambutannya.
Daftar Lengkap Peringkat 5 Besar Aksi Stunting Sultra 2026:
Peringkat Kabupaten/Kota Skor
1 Kabupaten Kolaka 130
2 Kabupaten Konawe 128
3 Kota Baubau 127
4 Kabupaten Bombana 125
5 Kabupaten Buton Utara 124
Prestasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru percepatan penurunan stunting di Konawe. Dengan energi positif dari penghargaan ini, Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen untuk terus melakukan inovasi program dan penguatan kualitas pelayanan gizi, demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. JM
















