“Jadwal awal 6 Juni 2026 terpaksa kita undur karena bertepatan dengan ujian nasional. Ini kita lakukan agar partisipasi pelajar tidak terganggu dan seluruh kafilah bisa mengikuti MTQ dengan maksimal,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Pemerintah Kabupaten Konawe bersama panitia pelaksana memutuskan menggeser jadwal pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara dari tanggal 6 Juni 2026 menjadi 20 Juni 2026. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan bentroknya jadwal awal dengan pelaksanaan ujian nasional bagi siswa SMP dan SMA.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE, M.Si, saat menghadiri acara Uji Kompetensi Wartawan yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Konawe Angkatan I di Hotel Nugraha, Unaaha, Senin (4/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadwal awal 6 Juni 2026 terpaksa kita undur karena bertepatan dengan ujian nasional. Ini kita lakukan agar partisipasi pelajar tidak terganggu dan seluruh kafilah bisa mengikuti MTQ dengan maksimal,” ujar Syamsul Ibrahim di hadapan awak media.
Meskipun jadwal berubah, persiapan teknis dan fisik terus digenjot. Wakil Bupati memastikan bahwa lokasi pelaksanaan MTQ yang dipusatkan di kawasan bekas Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat kabupaten terus dibenahi.
“Saat ini pekerjaan fisik sudah mencapai 50 persen. Kita terus kejar agar saat pelaksanaan nanti, semua fasilitas siap digunakan. Lokasi ini akan menjadi pusat kegiatan lomba yang akan dikunjungi rombongan kafila dari 17 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara,” jelasnya.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Konawe menyiapkan infrastruktur akomodasi yang masif. Syamsul Ibrahim merinci bahwa pihaknya telah menyiapkan hampir 200 kamar khusus untuk hakim dan dewan juri.
“Untuk para hakim dan dewan juri, kita siapkan hampir 200 kamar. Sementara untuk peserta dari 17 kabupaten kota, kita sudah arahkan penempatan di rumah-rumah penduduk. Rata-rata tiap kontingen membawa kafilah lebih dari 100 orang per kabupaten/kota,” terangnya.
Selain akomodasi, panitia juga telah membentuk tim Liaison Officer (LO) yang terdiri dari seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka akan ditugaskan melayani masing-masing kontingen dari 17 kabupaten dan kota.
“Seluruh pimpinan OPD terlibat sebagai LO, dibagi ke seluruh kabupaten kota yang ada. Mereka ini adalah tamu kita yang harus diurus dengan baik. Supaya ketika usai kegiatan, mereka bisa membawa cerita yang positif tentang Konawe,” tegas Syamsul Ibrahim.
12 Kategori Dilombakan, Target Juara 1 dan Minimal Juara 3
Terkait teknis perlombaan, Wakil Bupati menyampaikan bahwa akan terdapat 12 kategori lomba yang dipertandingkan. Mulai dari cabang tilawah, tahfiz, tafsir, hingga fahmil Quran.
“Persiapan sudah matang. Kami sudah rapatkan seluruh stakeholder di lingkup pemerintah daerah, termasuk pihak Polres dan instansi lainnya. Tugas sudah dibagi habis,” ujarnya.
Soal target, Kabupaten Konawe sebagai tuan rumah tidak mau sekadar menjadi penyelenggara. Syamsul Ibrahim memasang target tinggi.
“Kita targetkan juara 1, minimal juara 3 secara umum. Ini harga mati. Konawe harus berprestasi di rumah sendiri,” pungkasnya dengan penuh optimisme.
Selain persiapan fisik dan akomodasi, Pemerintah Kabupaten Konawe juga memastikan kesiapan sistem keamanan dan pelayanan darurat. Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Konawe, Drs. H. Akib Ras, M.Si, kepada awak media menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan Call Center 112 yang sudah terintegrasi dengan seluruh layanan darurat.
“Call Center 112 ini sudah terintegrasi dengan ambulans, pemadam kebakaran, hingga kepolisian. Kami siapkan sebagai pendukung penuh pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten Konawe. Tamu dan peserta dapat menghubungi nomor ini kapan saja jika membutuhkan bantuan darurat,” ujar Akib Ras.
Dengan kepastian jadwal baru 20 Juni 2026 dan didukung layanan Call Center 112, seluruh persiapan kini difokuskan pada pematangan venue, akomodasi, koordinasi lintas sektor, serta keamanan dan keselamatan peserta. MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara diprediksi akan menjadi ajang silaturahmi dan kompetisi spiritual terbesar sekaligus teraman di Bumi Anoa tahun ini. (JM)
















