Dengan sistem undian lot, kita juga memastikan tidak ada yang diabaikan, semua berjalan transparan dan adil.
Konawe, PERSADA KITA.ID – Menjelang pembukaan Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Konawe 2026, antusiasme para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terbilang sangat tinggi. Terpantau pada Jumat (6/11/2026), pendaftaran lapak UMKM resmi ditutup.

Meski pendaftaran telah ditutup, panitia memastikan sistem undian lot tetap diberlakukan untuk menentukan peserta yang berhak mengisi stan. Hal ini dilakukan karena jumlah pendaftar yang membludak, sementara kuota lapak yang disediakan telah tercukupi untuk 124 lapak stan penjualan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Forum UKM-IKM Konawe, Rasnawati SH, saat ditemui di lokasi kegiatan.

“Pendaftaran lapak UMKM sudah kita tutup hari ini. Karena animo peserta sangat luar biasa, sistem undian lot tetap kita berlakukan. Kuota kita mencukupi 124 lapak stan penjualan, sehingga undian ini menjadi cara yang adil untuk menentukan posisi dan peserta yang berhak mengisi stan,” ujar Rasnawati.

Suasana di lokasi pendaftaran yang dipusatkan di Posko Panitia UMKM tersebut terlihat sangat ramai. Puluhan pelaku UMKM tampak hadir memadati area meja registrasi untuk memantau langsung proses verifikasi data dan pengundian.

Perlu diketahui, proses pendaftaran jualan UMKM di kegiatan ini mutlak menyertakan Nomor Induk Berusaha (NIB). Kebijakan ini diterapkan guna memastikan bahwa seluruh pelaku usaha yang terlibat telah memiliki legalitas dan terdata secara resmi.
Di tengah keramaian tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Konawe, Marjuni Ma’mir SP MSi, turut hadir memantau langsung perkembangan pendaftaran para pelaku usaha yang akan menempati lapak jualan.

Marjuni menyampaikan apresiasinya terhadap tingginya partisipasi masyarakat. Menurutnya, pendataan yang mewajibkan NIB serta sistem undian yang diterapkan merupakan bentuk transparansi, keadilan, dan upaya penguatan legalitas bagi seluruh pelaku UMKM.
“Kami dari Dinas Koperasi dan UMKM terus memantau langsung proses ini. Antusiasme yang tinggi ini adalah hal yang sangat positif. Kami pastikan syarat mutlak seperti kepemilikan NIB benar-benar dipenuhi agar usaha mereka naik kelas dan terdata dengan baik. Dengan sistem undian lot, kita juga memastikan tidak ada yang diabaikan, semua berjalan transparan dan adil. Kami berharap para peserta yang terpilih nanti bisa maksimal dalam menjajakan produk unggulannya di Pekan Inovasi Daerah,” ujar Marjuni saat memantau jalannya pendaftaran.
Dengan ditutupnya pendaftaran dan dilakukannya sistem undian, diharapkan seluruh pelaku UMKM yang terpilih dapat segera mempersiapkan produk unggulan mereka.
Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Konawe 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi bagi para pelaku usaha lokal, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menggerakkan perekonomian daerah serta memperkenalkan inovasi produk UMKM Konawe ke jangkauan yang lebih luas. JM
















