KPK Apresiasi Komitmen Pemda Konawe, Desa Ahuawatu Dijadikan Percontohan Antikorupsi

- Penulis

Rabu, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aris Dedy Arham dari KPK memberikan sambutan di hadapan Bupati Konawe, jajaran OPD, dan masyarakat Desa Ahuawatu. Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawasi pemerintahan.

Aris Dedy Arham dari KPK memberikan sambutan di hadapan Bupati Konawe, jajaran OPD, dan masyarakat Desa Ahuawatu. Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawasi pemerintahan.

“Kami melihat potensi dari kepala desa, perangkat desa, dan masyarakatnya yang saat itu sangat guyub (rukun). Kami percaya desa ini bisa membangun dan mewujudkan pemerintahan desa yang antikorupsi”

Konawe, PERSADA KITA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe dan masyarakat Desa Ahuawatu dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.

Apresiasi tersebut disampaikan Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Aris Dedy Arham, saat menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi implementasi Desa Antikorupsi di Desa Ahuawatu, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Rabu (4/11/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aris Dedy Arham dari KPK memberikan sambutan di hadapan masyarakat Desa Ahuawatu. Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pengawasan.

Dalam sambutannya, Aris menjelaskan bahwa Desa Ahuawatu dipilih KPK pada 2023 sebagai salah satu calon desa percontohan antikorupsi lantaran memiliki potensi besar. Bukan hanya dari sisi kepemimpinan pemerintah desa dan perangkatnya, tetapi juga partisipasi masyarakat yang dinilai sangat solid.

Menurutnya, KPK tidak sekadar mencari desa yang telah memiliki berbagai prestasi, tetapi juga perlu menghadirkan contoh baru yang dapat menjadi tempat pembelajaran bagi desa lainnya dalam membangun pemerintahan yang berintegritas.

“Kami melihat potensi dari kepala desa, perangkat desa, dan masyarakatnya yang saat itu sangat guyub (rukun). Kami percaya desa ini bisa membangun dan mewujudkan pemerintahan desa yang antikorupsi,” ungkap Aris.

Monev sebagai Cermin Perjalanan Desa Antikorupsi

Aris mengatakan, kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya melihat kembali perjalanan Desa Ahuawatu setelah dinobatkan sebagai Desa Antikorupsi. Ia menegaskan bahwa pencegahan korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab KPK maupun lembaga pengawasan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Tak Ada Lagi ‘Gaji Bayangan’! Pemda Konawe Bersihkan Tenaga Non-ASN dari Struktur Pemerintahan

Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan, memberikan penilaian terhadap pelayanan publik, serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan.

“Kepada Bupati, pimpinan OPD, termasuk kami dari KPK, sejatinya adalah pelayan publik yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, undang-undang juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi pemerintahan,” jelas Aris.

Foto bersama jajaran KPK, Bupati Konawe, dan perangkat desa dengan gestur mengepalkan tangan sebagai simbol komitmen bersama mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

Kekayaan SDA dan Bonus Demografi, Fondasi Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, Aris mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi demografi yang besar. Mulai dari cadangan nikel, komoditas kelapa sawit, batu bara, hutan, keanekaragaman hayati, hingga potensi energi panas bumi. Potensi tersebut, kata dia, harus dikelola secara optimal dan bertanggung jawab agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyinggung peluang Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 melalui bonus demografi, di mana generasi usia produktif akan menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, menurutnya, tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi menjadi salah satu fondasi penting untuk memastikan kekayaan negara dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Aris turut mengapresiasi kehadiran Bupati Konawe dan masyarakat yang mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi. Ia berharap Desa Ahuawatu dapat terus mempertahankan komitmen sebagai desa percontohan antikorupsi sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Konawe. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KPK Cek Indikator Antikorupsi di Konawe, Bupati Yusran Akbar Paparkan Rahasia Ketahanan Pangan di Tengah Kemarau
Pemda Konawe Buka 14 Kursi JPT Pratama: Syarat Ketat, Pelamar Wajib Siapkan 6 Rangkap Berkas
Tegas! Sekda Konawe Pimpin Apel Gabungan, Umumkan Seleksi 14 JPT Pratama
Sikat Premanisme dan Balap Liar, Kapolres Konawe Pimpin Langsung Patroli KRYD, 49 Motor Terjaring!
Asmawa Tosepu Tegaskan Reformasi Tata Kelola Pemerintahan Harus Berorientasi Hasil Nyata
Bupati Konawe Tegaskan Pentingnya Profesionalisme ASN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Sejarah Baru! PBB-P2 Konawe Tembus 100 Persen, Andi Tenri Rawe Perkuat Tata Kelola Pajak
Puluhan Massa LIRA Demo Kantor Bupati Konawe, Puji Kepemimpinan Yusran-Syamsul dan Kritisi Plt Kadis PU
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:16 WITA

KPK Apresiasi Komitmen Pemda Konawe, Desa Ahuawatu Dijadikan Percontohan Antikorupsi

Rabu, 4 November 2026 - 11:29 WITA

KPK Cek Indikator Antikorupsi di Konawe, Bupati Yusran Akbar Paparkan Rahasia Ketahanan Pangan di Tengah Kemarau

Selasa, 3 November 2026 - 11:37 WITA

Pemda Konawe Buka 14 Kursi JPT Pratama: Syarat Ketat, Pelamar Wajib Siapkan 6 Rangkap Berkas

Minggu, 1 November 2026 - 09:54 WITA

Sikat Premanisme dan Balap Liar, Kapolres Konawe Pimpin Langsung Patroli KRYD, 49 Motor Terjaring!

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Asmawa Tosepu Tegaskan Reformasi Tata Kelola Pemerintahan Harus Berorientasi Hasil Nyata

Berita Terbaru

Ibu Nadif (32) tengah sibuk menyiapkan bungkusan nasi bakar pesanan pembeli di lapaknya, kawasan ICP Unaaha, Senin (2/11/2026).

EKONOMI & BISNIS

Gurihnya Nasi Bakar Tri N, dari Hobi Masak hingga Cuan di Malam Minggu

Senin, 2 Nov 2026 - 20:05 WITA