Harus kita lihat hasilnya seperti apa, siapa yang merasakan manfaatnya, dan apakah masih ada yang tertinggal tidak sempat mengakses hasil pembangunan itu
Konawe, PERSADA KITA.ID – Pembangunan yang selama ini kerap diukur dari banyaknya program dan besarnya anggaran dinilai kehilangan makna jika masyarakat tidak merasakan manfaatnya secara langsung. Gagasan itu menjadi inti orasi ilmiah Dr. Asmawa Tosepu, AP, M.Si. di hadapan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-31 Universitas Lakidende (Unilaki), Sabtu (31/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbicara di Gedung Wekoila, Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Asmawa menegaskan reformasi tata kelola pemerintahan harus berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar perlombaan mengejar jumlah program atau besaran penyerapan anggaran.
Menurutnya, tolok ukur keberhasilan pembangunan adalah sejauh mana manfaat dirasakan masyarakat dan dipastikan tidak ada kelompok yang tertinggal dalam mengakses hasilnya.

“Kita tidak dalam konteks berlomba jumlah atau banyaknya program, banyaknya anggaran yang terserap, tetapi yang harus kita lihat hasilnya seperti apa, siapa yang merasakan manfaatnya, dan apakah masih ada yang tertinggal tidak sempat mengakses hasil pembangunan itu,” tegasnya saat ditemui awak media usai acara.
Dalam orasi ilmiahnya, Asmawa menawarkan konsep pembangunan kolaboratif yang bertumpu pada kearifan lokal. Ia menyebut pendekatan “bergandengan tangan” dan bekerja bersama-sama sebagai jalan keluar, sejalan dengan prinsip mekai-kai yang hidup dalam budaya suku Tolaki.
Menurutnya, masyarakat harus ditempatkan di posisi terdepan, baik dalam proses maupun pemanfaatan pembangunan. “Masyarakatlah yang harus ke depan,” ujarnya.
Asmawa juga menyoroti pentingnya memadukan teori akademik di perguruan tinggi dengan praktik tata pemerintahan yang berjalan, khususnya dalam konteks administrasi modern. Ia berharap konsep yang ditawarkannya menjadi referensi alternatif bagi mahasiswa Unilaki sebelum terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya.
“Harapan kami, karena ini kan para mahasiswa nanti akan terjun ke dunia pekerjaan yang sesungguhnya, maka konsep yang saya tawarkan ini bisa menjadi referensi alternatif,” pungkasnya. JM
















