“Kalau malam minggu, bisa tembus 80 liter. Ramai sekali, apalagi kalau sudah malam hari begini,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Uap panas yang mengepul dari tumpukan kacang tanah bukan sekadar penawar dinginnya malam. Bagi Rulianto, gumpalan uap itu adalah suluh rezeki yang tak pernah surut.

Di sudut Kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP), kawasan kuliner Unaaha, Kabupaten Konawe, nama Rulianto sudah akrab di telinga para pemburu camilan malam. Pria asal Kecamatan Pondidaha ini membuktikan bahwa bisnis sederhana—jika digeluti dengan konsisten—mampu mendatangkan pundi-pundi rupiah yang tidak main-main.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Malam ini, Sabtu (31/10/2026), lampu penerangan di gerobak kayunya bersinar terang, memantulkan warna kuning kecoklatan pada tumpukan kacang rebus yang masih berasap. Rulianto tampak cekatan melayani pembeli yang datang silih berganti.
“Alhamdulillah, untuk malam-malam biasa, saya bisa habis sekitar 30 liter,” ujarnya di sela-sela melayani pembeli.

Namun, angka 30 liter hanyalah pemanasan. Saat malam minggu tiba, ritme jualan Rulianto berubah drastis. Permintaan pasar melonjak tajam.
“Kalau malam minggu, bisa tembus 80 liter. Ramai sekali, apalagi kalau sudah malam hari begini,” tambahnya.

Harga yang dipatok pun terbilang sangat bersahabat di kantong. Untuk satu liter kacang rebus, Rulianto membanderol dengan harga Rp 25.000. Sementara bagi yang ingin porsi lebih kecil, setengah liter dihargai Rp 15.000.
Dengan hitungan sederhana, 30 liter per malam saja sudah menghasilkan omzet Rp 750.000. Saat malam minggu, angka tersebut melesat 80 liter sebanding dengan capaian omzet yang menembus dikisaran Rp 2 juta per malam. Sebuah pencapaian fantastis bagi pedagang kaki lima.
Di balik kesuksesannya, Rulianto tidak pernah mengeluh soal persaingan atau sepi pembeli. Fokusnya hanya satu: menyajikan kacang rebus dengan kualitas terbaik, matang sempurna, dan tetap hangat saat disantap.
Kawasan ICP Unaaha memang menjelma menjadi magnet baru bagi warga setempat. Bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga roda penggerak ekonomi kecil yang nyata. Rulianto, adalah salah satu bukti hidup bahwa lapangan kerja bisa diciptakan dari hal yang paling sederhana: seliter kacang rebus dan kerja keras yang tak kenal lelah. JM
















