“Tahun 2027 di TNI AD dilaksanakan penerimaan besar-besaran, maka harapan saya manfaatkan kesempatan ini. Ingat, batas maksimal umur adalah 26 Tahun,”
Muna, PERSADA KITA.ID – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Kodim 1416/Muna terus bergerak mengawal masa depan generasi muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain rutinitas pembangunan infrastruktur fisik, kali ini Satgas menggelar sosialisasi terkait penerimaan calon prajurit TNI AD bagi para pelajar di SMAN 1 Kabangka, Desa Lupia, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna, Sabtu (31/10/2026).

Sosialisasi ini menjadi salah satu program unggulan non-fisik dalam agenda TMMD ke-130. Tujuannya jelas, membuka wawasan dan memberikan pemahaman komprehensif kepada para siswa-siswi mengenai tata cara dan jalur resmi untuk bergabung menjadi bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Dalam kesempatan tersebut, Mayor Inf Destamar Jaya selaku Pasiter Korem 143/HO tampil sebagai pemateri utama. Ia membedah secara rinci berbagai jalur penerimaan Prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang bisa diakses oleh para pelajar.
“Ada penerimaan Taruna Akademi Militer (Akmil), Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK), Sekolah Calon Bintara Prajurit Karier (Secaba PK) dan Sekolah Calon Tamtama Prajurit Karier (Secata PK),” ucapnya dengan tegas di hadapan antusiasme para siswa.
Mayor Inf Destamar Jaya juga menyampaikan peluang besar yang akan datang. Menurutnya, TNI AD akan membuka pintu selebar-lebarnya pada tahun 2027 mendatang.
“Tahun 2027 di TNI AD dilaksanakan penerimaan besar-besaran, maka harapan saya manfaatkan kesempatan ini. Ingat, batas maksimal umur adalah 26 Tahun,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan bahwa untuk menembus pintu markas komando, kesiapan fisik dan administrasi adalah harga mati. Menjadi anggota TNI, lanjutnya, bukan sekadar soal pekerjaan, melainkan komitmen total untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peringatan Keras: Pendaftaran 100% Gratis
Di tengah euforia penerimaan prajurit, Mayor Inf Destamar Jaya memberikan atensi khusus terkait maraknya praktik penipuan. Ia menegaskan dengan sangat keras bahwa seluruh proses penerimaan calon prajurit TNI-AD di jenjang pendidikan apa pun tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.
“Pendaftaran dan hal apapun yang berkaitan dengan pendaftaran TNI tidak dipungut biaya. Jangan percaya bujukan orang lain yang menjanjikan masuk dengan biaya!” tegasnya memberi peringatan.
Ia mengimbau agar para pemuda-pemudi Kabupaten Muna senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang mencari keuntungan pribadi dengan memanfaatkan momen penerimaan calon prajurit.
“Modus seperti itu hanya dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai tertipu,” tutupnya. (*)
















