Mubes XI Pemuda Pancasila resmi mengukuhkan kembali Japto Soerjosoemarno sebagai Ketua Umum 2025-2030.
Jakarta, PERSADA KITA.ID – Musyawarah Besar (Mubes) XI Pemuda Pancasila menjadi momentum transformasi organisasi kemasyarakatan menjadi kekuatan sosial dan ekonomi yang siap mengawal pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto hingga ke desa. Hal ini ditegaskan oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sekaligus Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila, Bambang Soesatyo (Bamsoet), dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Kamis (15/10/26).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bamsoet menekankan bahwa kebesaran organisasi harus diwujudkan melalui kontribusi nyata terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Sekarang rakyat ingin melihat apa manfaat kehadiran Pemuda Pancasila bagi kehidupan mereka. Berapa lapangan kerja yang bisa diciptakan, berapa UMKM yang berkembang, berapa petani yang terbantu, dan berapa keluarga miskin yang kehidupannya membaik,” ujar Bamsoet.

Mubes XI Pemuda Pancasila secara resmi kembali menetapkan Japto Soelistyo Soerjosoemarno sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila periode 2025-2030. Dalam kepengurusan baru, Japto dibantu oleh Ketua Pelaksana Harian Johan Aripin Muba dan Sekjen Musa Rajekshah, serta diperkuat empat Wakil Ketua Umum, antara lain Bambang Soesatyo, Arsad Rasyid, Arif Rahman, dan Roberto Rouw.
Bamsoet memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2026 yang mencatat sekitar 22,93 juta penduduk hidup dalam kemiskinan atau 8,07 persen dari total penduduk. Tingkat kemiskinan perdesaan mencapai 10,67 persen, lebih tinggi dibandingkan perkotaan sebesar 6,34 persen. Sementara itu, APBN 2026 mengalokasikan sekitar Rp164,7 triliun untuk ketahanan pangan dan Rp402,4 triliun bagi ketahanan energi.
Menjawab tantangan tersebut, Pemuda Pancasila meluncurkan gerakan konkret. Mulai 18 November 2026, organisasi ini bekerja sama dengan APDESI Merah Putih akan meresmikan gerakan kandang ayam petelur di Kabupaten Serang, Banten, dengan membagikan 1.000 ayam kepada setiap desa. “Gerakan ini akan diperluas di 12 provinsi dengan target 146 juta ekor ayam petelur untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen yang membutuhkan keterlibatan seluruh kekuatan masyarakat. Pemuda Pancasila didorong mampu membangun gerakan ekonomi produktif melalui pengembangan kewirausahaan, pelatihan keterampilan, pendampingan UMKM, serta kemitraan dengan dunia usaha.
“Target pertumbuhan ekonomi 8 persen harus menghasilkan pekerjaan dan pendapatan yang lebih baik bagi rakyat. Kita ingin Pemuda Pancasila dikenal sebagai organisasi yang menghadirkan solusi, menjaga persatuan, memberikan rasa aman, dan menjadi kekuatan produktif dalam pembangunan nasional,” urai Bamsoet.
Menghadapi tantangan geopolitik, krisis energi, perubahan iklim, dan perkembangan kecerdasan buatan, Bamsoet menekankan pentingnya kader yang terdidik dan adaptif. Pemuda Pancasila perlu memperkuat pendidikan kebangsaan, literasi digital, keterampilan teknologi, kesiapsiagaan bencana, serta solidaritas sosial.
“Pemuda Pancasila harus menjadi organisasi yang dicari rakyat ketika menghadapi kesulitan. Saat bencana datang, kader harus hadir membantu. Ketika terjadi konflik sosial, kader harus menjadi penengah. Inilah wajah Pemuda Pancasila yang kita harapkan, kuat dalam solidaritas, matang dalam pemikiran, dan nyata dalam pengabdian,” pungkas Bamsoet.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno, Sekjen Arif Rahman, Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, anggota DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti, serta anggota DPR RI Musa Rajekshah. (*)















