“Karena jarak tempuh yang jauh dan keterbatasan pasokan air bersih, di beberapa desa pembagian air dibatasi hingga 2 galon per kepala keluarga,”
KONAWE, PERSADA KITA.ID – Krisis air bersih akibat kemarau panjang mulai melanda Kabupaten Konawe. Dua wilayah, yakni Kelurahan Meluhu dan Desa Muara Sampara, Kecamatan Kapoiala, kini dalam penanganan darurat suplai air bersih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe.

Kepala BPBD Konawe, Herianto Pagala, S.Sos., menegaskan penanganan darurat ini berlangsung sejak sepekan terakhir. Pihaknya mendistribusikan air bersih secara berkala menggunakan mobil tangki berkapasitas 4.800 liter yang dialirkan ke 6 tandon berkapasitas 1.200 liter di 3 RW Kelurahan Meluhu, serta 6 tandon di Desa Muara Sampara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Suplai air bersih bagi warga di Desa Muara Sampara ditangani langsung BPBD Konawe. Untuk distribusi di Kelurahan Meluhu, kita dibantu Satgas Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dari BPBK Sultra dari Kementerian PU,” ungkap Herianto saat ditemui awak media di kantornya, Senin (28/9/2026).

Herianto menjelaskan, penanganan darurat dilakukan atas permintaan masyarakat yang kesulitan air bersih melalui surat resmi yang diajukan ke BPBD dari kecamatan tempat desa dan kelurahan terdampak krisis air bersih.
“Karena jarak tempuh yang jauh dan keterbatasan pasokan air bersih, di beberapa desa pembagian air dibatasi hingga 2 galon per kepala keluarga,” ujarnya.

Herianto menekankan, optimalisasi kinerja tim BPBD di lapangan membutuhkan perhatian khusus dari Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., berupa alokasi anggaran khusus penanggulangan krisis air bersih.
“Untuk optimalisasi kinerja tim BPBD di lapangan, dibutuhkan perhatian khusus dari Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., berupa alokasi anggaran khusus penanggulangan krisis air bersih ini,” ungkapnya.
















