Konawe Bangun Ekosistem Peternakan Berkelanjutan, Siapkan Lumbung Ternak Modern

- Penulis

Rabu, 13 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Konawe, H Yusran Akbar ST saat meninjau program IB: Pemerintah berkomitmen membawa Konawe sebagai penghasil daging dan bibit ternak terbaik di Indonesia Timur.

Bupati Konawe, H Yusran Akbar ST saat meninjau program IB: Pemerintah berkomitmen membawa Konawe sebagai penghasil daging dan bibit ternak terbaik di Indonesia Timur.

Konawe, PERSADA KITA.ID – Kabupaten Konawe terus memperkuat posisinya sebagai episentrum peternakan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Di bawah kepemimpinan Bupati H. Yusran Akbar, ST. dan Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., daerah ini kini bersiap melangkah lebih jauh dengan membangun Kawasan Industri Peternakan terintegrasi. Langkah ini sejalan dengan visi “Konawe Bersahaja: Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan”, yang menempatkan sektor peternakan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kerakyatan.

Petugas IB dari Dinas Peternakan Konawe melakukan prosedur inseminasi buatan dengan presisi tinggi. Program ini telah berjalan sejak 1998 dan kini menjadi tulang punggung peningkatan populasi dan kualitas sapi di Konawe.

Program strategis ini didukung oleh kesuksesan Inseminasi Buatan (IB) massal yang telah dilaksanakan sejak 1998. Pada 2024 saja, lebih dari 2.700 ekor sapi lahir dari program IB, termasuk kelahiran langka sapi kembar tiga hasil persilangan Peranakan Ongole (PO) dan Simmental. Capaian ini memperkuat pondasi bagi industrialisasi peternakan berbasis teknologi dan genetika unggul.

“Kami tidak hanya fokus pada peningkatan populasi, tetapi juga membangun rantai nilai peternakan dari hulu ke hilir. Kawasan Industri Peternakan akan menjadi solusi untuk meningkatkan nilai tambah produk ternak Konawe,” tegas Bupati Yusran Akbar saat diwawancarai PERSADA KITA.ID di Unaaha, Kab Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu (13/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas IB sedang menyuntikkan semen beku ke sapi betina: Program ini telah berjalan sejak 1998 dan kini menghasilkan sapi-sapi unggul dengan genetik murni.

Plt. Kepala Distan Keswan, H.K. Santoso, SE., M.Si., menyatakan, “IB adalah tulang punggung pengembangan peternakan di Konawe. Dengan 20 petugas lapangan, depo semen beku, dan pendampingan intensif, kami optimis KIP akan memperkuat rantai nilai peternakan rakyat.”

“Kami sudah punya basis kuat dengan populasi 68.110 ekor sapi, tertinggi di Sultra. Sekarang saatnya naik kelas dari peternakan tradisional ke industri berbasis teknologi,” tambah Santoso.

Bupati Yusran Akbar saat berdialog dengan masyarakat peternak di Kabupaten Konawe.

Rencana pembangunan Kawasan Industri Peternakan Konawe akan memadukan beberapa elemen kunci:

Sentra Pembibitan Unggul – Memanfaatkan hasil IB dengan genetik terbaik seperti Simmental, Limousin, dan Wagyu untuk menghasilkan bibit ekspor.

Pabrik Pakan Ternak Mandiri – Mengoptimalkan Hijauan Pakan Ternak (HPT) dan pengolahan pakan konsentrat lokal.

Rumah Potong Hewan (RPH) Modern – Memenuhi standar nasional dan internasional untuk daging berkualitas.

Pengolahan Hasil Ternak – Produksi susu, kulit, dan produk turunan lainnya.

Pusat Pelatihan & Edukasi Peternak – Meningkatkan kapasitas SDM melalui penyuluhan intensif.

“Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi transformasi ekonomi peternakan rakyat. Kami terus berupaya mendorong peternak Konawe naik kelas, dari sekadar pemilik sapi menjadi pelaku industri,” ujar plt Sekretaris Distan Keswan Konawe, Rianti STP.

Baca Juga:  Menuju MTQ XXXI Sultra 2026, Konawe Latih Ratusan Petugas di 12 Cabang Lomba Sekaligus
Vaksinasi massal hewan ternak: Tim medik veteriner melakukan vaksinasi Penyakit ternak untuk mencegah penyebaran penyakit pada ternak.

Berdasarkan data sementara 2024, Konawe mencatat:
68.110 ekor sapi (terbanyak di Sultra), 58.349 ekor kambing, 1.461 ekor babi, dan lebih dari 650 ribu unggas, termasuk ayam ras, ayam buras, dan itik.

Kecamatan Puriala, Amonggedo, dan Uepai menjadi sentra utama pengembangan ternak ruminansia dan unggas.

Untuk menjamin ketersediaan pakan, Dinas juga menginisiasi program Hijauan Pakan Ternak (HPT). Hingga 2025, telah dialokasikan 18 hektar lahan untuk 11 kelompok tani di 11 kecamatan, dengan bantuan stek rumput dan pakan konsentrat.

Selain itu, penyuluhan aktif terus digelar oleh 15 penyuluh profesional, termasuk PPPK dan THL-TBPP, yang tersebar di seluruh kecamatan. Mereka menjadi ujung tombak edukasi peternak tentang manajemen kandang, pakan, dan kesehatan hewan.

Meski optimis, ancaman penyakit masih menghantui. Di Kecamatan Soropia saja, tercatat 121 kasus penyakit hewan sepanjang 2025, termasuk Jembrana (58 kasus), Scabies (28), dan Brucellosis (6). Untuk itu, program vaksinasi dan pengobatan massal terus digencarkan.

Sapi kembar hasil IB di Konawe. Program inseminasi buatan telah melahirkan ribuan sapi berkualitas, siap mendukung industrialisasi peternakan.

Untuk itu, strategi jangka pendek meliputi:
Vaksinasi Massal Gratis di seluruh kecamatan.
Kemitraan dengan Perusahaan BUMN/BUMD untuk penjaminan pasar.
Pelatihan Kewirausahaan Peternak berbasis digital.

Visi Yusran-Syamsul untuk menjadikan Konawe sebagai wilayah “Bersahaja” (Konawe  Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan) tidak hanya fokus pada lingkungan, tetapi juga pemerataan ekonomi. Dengan mengembangkan Kawasan Industri Peternakan, diharapkan terbuka ribuan lapangan kerja baru, mulai dari peternak, tenaga kesehatan hewan, hingga pekerja di industri pengolahan.

“Kami ingin anak muda Konawe tidak lagi merantau hanya untuk mencari kerja. Industri peternakan modern akan menciptakan peluang di daerah sendiri,” tandas Yusran Akbar.

Dengan segala persiapan matang, Konawe berpeluang menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengubah peternakan tradisional menjadi industri bernilai tinggi. Langkah ini juga sejalan dengan program Kementerian Pertanian RI yang mendorong kemandirian pangan berbasis lokal.

“Target kami ke depan, Konawe tidak hanya memasok daging untuk Sultra, tapi juga pemenuhan secara regional, bahkan jika peluangnya terbuka upaya ekspor ke negara tetangga akan kami lakukan,” tutup Bupati Yusran Akbar. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Paripurna HUT ke-81 RI, Inflasi Terendah se-Sultra! Bupati Konawe: Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua
BULOG Unaaha Salurkan 985 Ton Beras Bansos Sekaligus 3 Bulan, Jangkau 32.861 KPM di Konawe
Bupati Yusran Akbar Resmi Buka Job Fair Konawe 2026, 31 Perusahaan Sediakan Ratusan Loker
Polres Konawe Gelar Apel Siaga Bencana Terpadu, Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla dan Banjir
Bupati Yusran Akbar Beri Pembinaan Bagi 581 P3K Gelombang III: “Kalian Tulang Punggung Birokrasi Konawe!”
Evaluasi Kinerja Pemkab Konawe 2025, Bupati Yusran: Indeks Kepuasan Masyarakat Dianggap Baik dan Instruksikan Pacu Kinerja Pelayanan Optimal
Bupati Konawe Yusran Akbar Silaturahmi dengan Pedagang UMKM di Area ICP, Serap Aspirasi dan Nikmati Es Kelapa Muda
Bupati Yusran Akbar di HUT RI ke-81: “Sampah Bisa Jadi Berkah, Ini Peluang Kita!”
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:24 WITA

Paripurna HUT ke-81 RI, Inflasi Terendah se-Sultra! Bupati Konawe: Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:15 WITA

BULOG Unaaha Salurkan 985 Ton Beras Bansos Sekaligus 3 Bulan, Jangkau 32.861 KPM di Konawe

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:33 WITA

Bupati Yusran Akbar Resmi Buka Job Fair Konawe 2026, 31 Perusahaan Sediakan Ratusan Loker

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:06 WITA

Polres Konawe Gelar Apel Siaga Bencana Terpadu, Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla dan Banjir

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:54 WITA

Bupati Yusran Akbar Beri Pembinaan Bagi 581 P3K Gelombang III: “Kalian Tulang Punggung Birokrasi Konawe!”

Berita Terbaru