7 Daerah Waspada, Gubernur Sultra Peringatkan Kesiapan Nyata

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka didampingi Forkopimda meninjau kesiapan personel dan peralatan dalam simulasi penanggulangan Karhutla.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka didampingi Forkopimda meninjau kesiapan personel dan peralatan dalam simulasi penanggulangan Karhutla.

“Saya berharap bukan hanya kegiatan seremonial. Betul-betul kita siap untuk menghadapi bencana. Ada data, maka dengan data itu kita bisa melakukan langkah-langkah,”

Kendari, PERSADA KITA.ID – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, memimpin langsung Apel Siaga Bencana Karhutla dan Kekeringan 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sultra di Kendari, Rabu (26/8/2026). Tujuh daerah di Sultra masuk zona merah risiko tinggi karhutla. Gubernur menegaskan, apel siaga harus berujung kesiapan nyata di lapangan, bukan sekadar seremonial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) Provinsi Sultra Tahun 2022–2026, tujuh kabupaten/kota masuk kategori risiko tinggi Karhutla yakni: Kabupaten Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Buton Tengah, Kota Kendari, dan Kota Baubau. Sementara itu, untuk bencana kekeringan, seluruh 17 kabupaten/kota di Sultra berada pada tingkat risiko tinggi.

Gubernur Andi Sumangerukka mengingatkan bahwa Karhutla dan kekeringan setiap musim kemarau selalu menjadi ancaman serius. Perubahan iklim global yang tidak menentu telah mengubah pola prediksi iklim dan meningkatkan risiko bencana.

“Saya juga mengingatkan, jangan kita hanya berhenti di apel siaga dan simulasi, tetapi betul-betul menganggap bahwa kita betul-betul siap menghadapi bencana,” tegasnya dalam amanat .

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka

Orang nomor satu di Bumi Anoa ini menekankan bahwa paradigma penanggulangan bencana telah bergeser dari yang semula reaktif menjadi preventif melalui pengurangan risiko bencana. Kesiapsiagaan harus didukung data, perencanaan aksi terintegrasi, dan penyatuan komando lapangan yang terukur.

Baca Juga:  Pelantikan Kwarcab Pramuka Konawe 2025–2030: Awali Masa Bakti dengan Retret Bela Negara & Digitalisasi Program

Memasuki puncak kemarau, Gubernur menyampaikan lima langkah yang perlu dilakukan bersama:

Penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk pengaktifan posko siaga 24 jam di setiap daerah.

Pencegahan dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi.

Kesiapsiagaan krisis air bersih dan kesehatan masyarakat, dengan penyiapan sumber air alternatif dan pendistribusian air menggunakan truk tangki.

Penguatan manajemen operasional dan peningkatan keterampilan personel melalui simulasi rutin.

Pengumpulan data dan pemanfaatan teknologi informasi, seperti pemantauan satelit BMKG dan aplikasi pelaporan bencana real-time.

Untuk pencegahan, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, dengan dukungan Korem 143/Halu Oleo dan Polda Sultra, diminta meningkatkan patroli terpadu pada titik panas di kawasan rawan, khususnya wilayah berisiko tinggi dan hutan lindung. Deteksi dini dan respons cepat terhadap setiap laporan titik api menjadi kunci agar api tidak membesar.

Gubernur juga meminta penegakan hukum diterapkan secara tegas terhadap pihak yang sengaja atau lalai melakukan pembakaran hutan dan lahan.

“Saya berharap bukan hanya kegiatan seremonial. Betul-betul kita siap untuk menghadapi bencana. Ada data, maka dengan data itu kita bisa melakukan langkah-langkah,” pungkasnya .

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sarana mitigasi dan logistik kepada Bupati Bombana, Bupati Muna Barat, dan Bupati Buton Utara, serta simulasi penanganan bencana oleh personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan perangkat daerah terkait. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Dinas Perikanan Konawe Raih Penghargaan Nasional, Sahruddin: Ini Bukti Sinergi Mutu Kampung Nelayan
Menko Pangan Zulhas Kunjungi Sultra, Tinjau Pasar Murah hingga Pelantikan Pengurus DPW PAN
Bupati Konawe Perpanjang Kontrak 4 Tahun Bagi 2.771 P3K, Tegaskan Peran Krusial di Balik Pertumbuhan Ekonomi 14,94%
Pelantikan Kades Lerehoma: Bupati Yusran Akbar Tekankan Kolaborasi dan Pemanfaatan Potensi Desa
Dinkes Konawe Skrining Kesehatan Ratusan Warga Binaan Rutan Unaaha, Kadis Yones: Ini Langkah Strategis Konawe Bersahaja!
Bupati Konawe Yusran Akbar Serahkan Hibah Lahan 43,839 m2 untuk Balai Pemasyarakatan
Wabup Syamsul Ibrahim Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Usai Upacara Pemda Konawe Serahkan Santunan BPJS
Kemarau Panjang, BPBD Konawe Suplai Air Bersih Darurat ke Meluhu dan Muara Sampara
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:55 WITA

Dinas Perikanan Konawe Raih Penghargaan Nasional, Sahruddin: Ini Bukti Sinergi Mutu Kampung Nelayan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:51 WITA

Menko Pangan Zulhas Kunjungi Sultra, Tinjau Pasar Murah hingga Pelantikan Pengurus DPW PAN

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:39 WITA

Bupati Konawe Perpanjang Kontrak 4 Tahun Bagi 2.771 P3K, Tegaskan Peran Krusial di Balik Pertumbuhan Ekonomi 14,94%

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Pelantikan Kades Lerehoma: Bupati Yusran Akbar Tekankan Kolaborasi dan Pemanfaatan Potensi Desa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:09 WITA

Dinkes Konawe Skrining Kesehatan Ratusan Warga Binaan Rutan Unaaha, Kadis Yones: Ini Langkah Strategis Konawe Bersahaja!

Berita Terbaru

Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III HIPPI Tahun 2026 di Jakarta, Senin (12/10/26)

EKONOMI & BISNIS

Kunci Ekonomi Kuat, Bamsoet: Pengusaha Lokal Harus Berdaya Saing

Senin, 12 Okt 2026 - 15:27 WITA