Rilis IHK Oktober 2026, Konawe Deflasi 0,03 Persen, Tapi Inflasi Tahunan Melonjak Ekstrem ke 5,44 Persen

- Penulis

Senin, 2 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Kabupaten Konawe saat memberikan paparan rilis Resmi Statistik (BRS) perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Oktober 2026 di Kantor BPS Konawe.

Kepala BPS Kabupaten Konawe saat memberikan paparan rilis Resmi Statistik (BRS) perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Oktober 2026 di Kantor BPS Konawe.

“Walaupun kita deflasi 0,03 persen, tapi masih jauh dari 1,12 persen (deflasi tahun lalu). Selisih itulah yang menjadi beban dan membuat inflasi y-on-y kita melonjak,” 

 

Konawe, PERSADA KITA.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe mengeluarkan peringatan dini terkait lonjakan inflasi tahunan. Meskipun secara bulanan (m-to-m) mencatat deflasi sebesar 0,03 persen pada Oktober 2026, namun secara tahun ke tahun (y-on-y) inflasi Konawe melesat tajam hingga menyentuh angka 5,44 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BPS Kabupaten Konawe, Ade Ida Mane, SST., M.Si

Angka tersebut menjadikan Kabupaten Konawe sebagai wilayah dengan inflasi tahunan tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalahkan Kabupaten Kolaka (5,03 persen), Kota Baubau (4,84 persen), dan Kota Kendari (4,47 persen). Sementara inflasi Sultra secara umum berada di angka 4,74 persen dan nasional 3,23 persen.

Kepala BPS Kabupaten Konawe, Ade Ida Mane, SST., M.Si dalam rilis resminya, di Kantor BPS Konawe, Senin (2/11/2026), memaparkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Konawe pada Oktober 2026 berada di angka 114,51. Deflasi bulanan sebesar 0,03 persen ini dipicu oleh turunnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil deflasi 0,14 persen.

Paparan data perbandingan inflasi antar kota di Sulawesi Tenggara, di mana Kabupaten Konawe mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 5,44 persen.

Komoditas utama penyumbang deflasi bulanan antara lain ikan layang/ikan benggol (-0,252), ikan cakalang/sisik (-0,148), ikan mujair (-0,121), kangkung (-0,114), hingga bawang merah (-0,028). Namun, sejumlah komoditas strategis justru mengalami inflasi dan menjadi penyumbang utama, seperti tomat (0,178), kacang panjang (0,113), kue basah (0,061), hingga beras (0,022).

Lonjakan inflasi tahunan ke angka 5,44 persen bukan tanpa sebab. BPS menjelaskan fenomena low base effect (basis rendah) akibat terjadinya deflasi dalam yang berkepanjangan pada tahun 2025 lalu. Tercatat pada Agustus 2025 terjadi deflasi 1,4 persen, September 2025 sebesar 1,18 persen, dan Oktober 2025 sebesar 1,12 persen.

Baca Juga:  Persalinan Darurat di Jalan Rusak, Ibu dan Bayi Selamat Berkat Bantuan Tenaga Kesehatan

“Walaupun kita deflasi 0,03 persen, tapi masih jauh dari 1,12 persen (deflasi tahun lalu). Selisih itulah yang menjadi beban dan membuat inflasi y-on-y kita melonjak,” tegas Kepala BPS Konawe dalam pemaparannya.

Akibatnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi biang kerok utama inflasi tahunan dengan andil mencapai 3,31 persen. Beras menjadi komoditas dengan andil inflasi tertinggi (0,714), disusul kangkung (0,346), kue basah (0,277), pelumas/oli mesin (0,269), dan kacang panjang (0,248).

Untuk menekan laju inflasi tahunan agar berada di bawah batas aman 3,5 persen pada penutupan tahun, BPS menegaskan bahwa Konawe wajib mengalami deflasi berturut-turut pada November dan Desember 2026. “Ini perjalanan yang keras. Kita harus bisa menahan laju harga,” ujarnya.

Menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Daerah diharapkan untuk menerapkan strategi pengendalian inflasi 4K (Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, Ketersediaan Pasokan, dan Komunikasi Efektif).

Namun, ancaman nyata datang dari sektor hulu. Salah satu perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Konawe melaporkan adanya kendala serius terkait cuaca kering yang melanda beberapa area pertanian. Ketiadaan sumber air dan minimnya fasilitas pompanisasi membuat rencana penanaman komoditas hortikultura seperti cabai, kangkung, dan kacang panjang untuk kebutuhan Nataru terancam gagal.

“Beberapa area persawahan ada pasokan air pembuangan tetapi terkendala pompa. Jika tidak ada sumber air sama sekali, dibutuhkan sumur bor dalam. Ini yang sedang kita data dan cari solusinya,” pungkasnya. (JM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gubernur Andi Sumangerukka Apresiasi Petani Koltim, Sumbang 16 Persen Pangan Sultra
Malam Minggu, Cuan Mengalir: Kisah Rulianto Jualan Kacang Rebus di ICP Unaaha
Gubernur Sultra Pimpin Puncak Hari Ikan Nasional 2026 di Konawe, Ajak Warga Jadikan Ikan Menu Wajib Harian
Satu Paket Konawe, Abd Rahman Djuhasin Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif BIK Award 2026
Terobosan Konawe: Sinergi Kampung Nelayan Merah Putih Bawa Pulang BIK Award 2026
Bupati Konawe Tegaskan Pentingnya Profesionalisme ASN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Sinergi Polri dan Gapoktan, Panen Raya Jagung di Wonggeduku Konawe Dukung Ketahanan Pangan
Konawe Akan Gelar Pameran Inovasi Daerah 2026, 436 Peserta Siap Unjuk Karya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:01 WITA

Rilis IHK Oktober 2026, Konawe Deflasi 0,03 Persen, Tapi Inflasi Tahunan Melonjak Ekstrem ke 5,44 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 17:37 WITA

Gubernur Andi Sumangerukka Apresiasi Petani Koltim, Sumbang 16 Persen Pangan Sultra

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Gubernur Sultra Pimpin Puncak Hari Ikan Nasional 2026 di Konawe, Ajak Warga Jadikan Ikan Menu Wajib Harian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:47 WITA

Satu Paket Konawe, Abd Rahman Djuhasin Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif BIK Award 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:07 WITA

Terobosan Konawe: Sinergi Kampung Nelayan Merah Putih Bawa Pulang BIK Award 2026

Berita Terbaru

Bambang Soesatyo
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua Komisi III DPR RI ke-7/Dosen Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya, dan Universitas Pertahanan (Unhan)

FORUM PENDAPAT

Mafia Pangan Harus Dihentikan: Lindungi Rakyat, Jaga Wibawa Negara

Senin, 2 Nov 2026 - 09:08 WITA