BPS catat inflasi Konawe 1,49%, terendah se-Sultra. Bupati Yusran Akbar tegaskan komitmen jaga target 2,5+1 dan mencegah deflasi, sembari merespon lonjakan realisasi pendapatan daerah disektor pajak restoran mencapai 88,2% sebagai bukti UMKM pulih.
Konawe, PERSADA.ID – Kabar positif beruntun menghiasi perekonomian Kabupaten Konawe pada awal Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe merilis Berita Resmi Statistik yang mencatat inflasi tahunan (year-on-year) di Konawe hanya berada di angka 1,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 114,40.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Capaian ini menempatkan Konawe sebagai daerah dengan inflasi terendah di antara lima kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, jauh di bawah Kabupaten Kolaka (4,57%), Kota Kendari (3,82%), dan Kota Baubau (3,03%).
Meski secara bulanan (month-to-month) terjadi inflasi 0,54 persen yang dipicu oleh kelompok Transportasi dan Perlengkapan Rumah Tangga, BPS mencatat adanya deflasi pada komoditas strategis seperti Tomat, Sawi Hijau, dan Kacang Panjang. Hal ini menunjukkan pasokan bahan pangan di Konawe tetap aman dan terkendali.
Menanggapi data tersebut, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., memberikan pernyataan komprehensif. Di satu sisi, ia memastikan Pemkab Konawe terus berkomitmen pada target inflasi nasional. “Kabupaten Konawe tetap menjaga posisi 2,5+1 sebagai acuan target inflasi nasional. Kami terus menjaga jangan sampai terjadi deflasi yang ekstrem, karena itu bisa merugikan petani dan pelaku usaha di hilir. Intinya, harga bahan-bahan pokok harus terkendali, dan kami terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk memantau pasokan,” tegas Bupati usai membuka rapat evaluasi PAD di Aula BKPSDM, Senin (3/8/2026).
Di sisi lain, ia menyoroti data positif dari sektor riil yang turut menyumbang perekonomian daerah. “Selain inflasi yang terjaga, saya juga bangga dengan capaian PAD kita yang membuktikan daya beli dan aktivitas ekonomi benar-benar membaik. Realisasi pendapatan dari sektor pajak rumah makan dan restoran kita mengalami peningkatan yang sangat signifikan, mencapai 88,2 persen atau senilai Rp11,9 miliar dari target Rp13,5 miliar,” ungkapnya dengan nada optimistis.
Bupati Yusran menjelaskan, lonjakan pendapatan dari sektor kuliner ini adalah indikator nyata bahwa sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Konawe terus berjalan dan tumbuh. “Hal ini juga dipacu oleh adanya sejumlah event dan kegiatan di Konawe yang menyedot animo masyarakat. Event-event ini berkontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di sektor UMKM, yang pada akhirnya berimbas pada penerimaan pajak daerah kita. Ini adalah siklus ekonomi yang sehat,” jelasnya.
Dengan sinergi antara pengendalian inflasi yang ketat, koordinasi dengan BI, serta pertumbuhan sektor UMKM yang didorong oleh berbagai kegiatan ekonomi, Bupati Yusran optimistis Konawe akan menutup tahun 2026 dengan stabilitas harga dan pendapatan daerah yang optimal. JM
















