“Kami ingin Kelurahan Anggaberi menjadi contoh terbaik, tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga dari tata kelola pemerintahan dan kepedulian lingkungan yang berakar dari kesadaran masyarakat itu sendiri”
Konawe, PERSADA KITA.ID — Semangat kebersamaan menyelimuti Kelurahan Anggaberi, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Selasa (14/7/2026). Tiga pilar pemerintahan bahu-membahu menggelar aksi kolaborasi masif membenahi kebersihan dan infrastruktur, sebagai langkah strategis menyongsong penilaian lomba Desa/Kelurahan tingkat regional se-Sulawesi yang akan berlangsung akhir Juli 2026, sekaligus membidik target lolos ke ajang nasional.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe, Syahrul, mengerahkan lebih dari 300 personel dalam operasi pembersihan lingkungan secara menyeluruh. Puluhan titik di seluruh wilayah Kelurahan Anggaberi disapu bersih dari tumpukan sampah, gulma, hingga area taman yang mulai tidak terawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembersihan sampah dan penataan taman menjadi fokus utama kami. Kebersihan lingkungan adalah indikator penilaian yang sangat menentukan, sehingga tidak boleh ada satu sudut pun yang terlewat,” tegas Syahrul di sela-sela kegiatan, Selasa (14/7/2026).
Ia menambahkan, strategi pembersihan dilakukan secara terukur, mulai dari kawasan permukiman padat penduduk, area perkantoran, hingga ruang-ruang publik yang menjadi pusat aktivitas warga.

Tak hanya kebersihan, aspek infrastruktur juga mendapatkan perhatian serius. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Konawe mengerahkan sejumlah alat berat untuk membenahi dan membangun sarana olahraga yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga.
Plt Kadis PUPR Konawe, Robin Hermansyah didampingi Kepala UPTD Peralatan PUPR Konawe, Andri Mustari, menjelaskan bahwa pihaknya secara intensif menggarap pembangunan lapangan sepak bola, lapangan voli, serta lapangan takraw.

“Kami kerahkan alat berat untuk melakukan pembenahan dan pembuatan lapangan-lapangan tersebut. Ini bukan hanya untuk kebutuhan lomba, tetapi untuk menyediakan ruang berolahraga yang layak dan dapat dimanfaatkan warga dalam jangka panjang,” jelas Robin di lokasi proyek.
Keberadaan fasilitas olahraga ini diharapkan menjadi pusat pembinaan bakat olahraga generasi muda Anggaberi sekaligus mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat.

Di sisi lain, Bidang Pemerintahan yang dikomandoi langsung oleh Sumarto, ST, menggerakkan seluruh elemen masyarakat dari tingkat Rukun Tetangga (RT) hingga Rukun Warga (RW) untuk terlibat aktif dalam aksi gotong royong.
“Kami gerakkan warga secara kolaboratif, dari RT hingga RW, untuk bahu-membahu. Ini bukan sekadar persiapan lomba, tetapi upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya hidup bersih, sehat, dan tertib lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Sumarto penuh semangat.

Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan. Dengan keterlibatan langsung warga, rasa memiliki terhadap lingkungan semakin kuat, sehingga kebersihan dan keindahan yang terbangun dapat terus dipertahankan.
Lurah Anggaberi, Adnan, yang turun langsung memimpin aksi kebersihan bersama masyarakat, menyambut baik langkah kolaborasi lintas instansi ini. Menurutnya, dukungan penuh dari DLH, PUPR, dan Bidang Pemerintahan menjadi modal besar bagi kelurahan yang dipimpinnya.
“Penilaian tingkat regional se-Sulawesi akan berlangsung akhir Juli mendatang. Kami optimistis, dengan kerja keras dan sinergi semua pihak, Anggaberi mampu meraih predikat terbaik di tingkat regional dan melaju ke tingkat nasional,” ungkap Adnan dengan penuh keyakinan.
Keberhasilan di tingkat nasional akan membawa nama harum Kabupaten Konawe dan Provinsi Sulawesi Tenggara, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat mampu melahirkan perubahan positif yang signifikan.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, bersama jajaran instansi terkait—mulai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Kesehatan, hingga Tim Penggerak PKK—telah mencurahkan perhatian dan sumber daya secara maksimal. Pembenahan dilakukan secara holistik, mencakup perbaikan infrastruktur fisik, penataan administrasi kelurahan, hingga penguatan partisipasi dan pemberdayaan warga.
“Kami ingin Kelurahan Anggaberi menjadi contoh terbaik, tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga dari tata kelola pemerintahan dan kepedulian lingkungan yang berakar dari kesadaran masyarakat itu sendiri,” ujar Dr. Ferdinand dalam kesempatan terpisah. (JM)
















