Capaian PAD Konawe Juli 2026, Andi Tenri: Bapenda Susun Langkah Atasi Bocoran Data dan Regulasi

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Konawe, Andi Tenri Lasendara paparkan capaian PAD Kabupaten Konawe per 31 Juli 2026 dengan total target Rp348,4 miliar dan realisasi Rp184 miliar atau 52,81%

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Konawe, Andi Tenri Lasendara paparkan capaian PAD Kabupaten Konawe per 31 Juli 2026 dengan total target Rp348,4 miliar dan realisasi Rp184 miliar atau 52,81%

Pemkab Konawe menggelar High Level Meeting evaluasi PAD. Realisasi PAD mencapai 52,81% (Rp184 M), namun piutang PBB Rp32 M dan masih lemahnya sistem jadi fokus utama penanganan.

Konawe, PERSADA KITA.ID – Pemerintah Kabupaten Konawe menggelar rapat tingkat tinggi (High Level Meeting) yang membahas optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penanganan berbagai kendala di Aula BKPSDM, Senin (3/8/2026). Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., dan dihadiri oleh Sekda Konawe, Dr. Ferdinand, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran camat, lurah, hingga kepala desa se-Kabupaten Konawe.

Berdasarkan paparan yang ditampilkan, realisasi PAD Kabupaten Konawe secara keseluruhan per 31 Juli 2026 tercatat mencapai 52,81 persen atau senilai Rp184.006.323.209. Angka ini dikejar dari total target tahun anggaran 2026 yang mencapai Rp348.427.348.196. Pertemuan ini tidak hanya memotret capaian, tetapi lebih dalam lagi-mengidentifikasi akar masalah dan menyusun rencana aksi nyata untuk pengelolaan yang lebih baik di masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Konawe, Andi Tenri Rawe Lasendara.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Konawe, Andi Tenri Lasendara, memaparkan secara rinci empat komponen utama PAD. Pada sektor Pajak Daerah, dari 13 jenis pajak yang dikelola, realisasinya mencapai 57,8 persen. Ditemukan dua sektor yang masih sangat lemah karena belum optimalnya penetapan tagihan sejak Januari hingga Juli, yaitu Pajak Air Tanah (9,38%) dan Pajak Sarang Burung Walet (4,77%).

Sebaliknya, sektor unggulan seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ) non-PLN menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi 52,42% atau Rp87,7 miliar. Meski begitu, capaian ini masih minus Rp79,6 miliar dari target awal Rp167,4 miliar. “Namun kami optimistis minus ini bisa ditutupi dengan optimalisasi jenis pajak lainnya,” ujar Andi Tenri.

Baca Juga:  Mosehe Wonua: Ritual Adat Suku Tolaki untuk Konawe yang Makmur dan Berkah di HUT Ke-65

Sementara itu, sektor Retribusi Daerah (15 jenis) mencatat realisasi Rp48,6 miliar (43,16%), dengan potensi yang masih sangat besar untuk digali di Kabupaten Konawe. Adapun komponen Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah telah mencapai 80,92% atau senilai Rp5,4 miliar.

Andi Tenri Lasendara juga membeberkan empat hambatan utama yang menjadi momok pengelolaan PAD. Mulai dari Regulasi yang perlu direvisi untuk menjaring wajib pajak baru, Sistem Teknologi yang belum terintegrasi penuh, Kepatuhan Wajib Pajak, hingga masalah Operasional dan SDM.

Fakta paling mengejutkan terungkap dalam evaluasi internal mereka. “Bapak Ibu, perlu kami sampaikan, banyak ditemukan di lapangan bahwa wajib pajak atau masyarakat itu sudah bayar, tapi di sistem belum lunas. Ini kami catat per kelurahan dan sudah kami surati,” ungkap Kepala Bapenda. Fenomena ini menjadi bukti lemahnya sistem digitalisasi dan menandakan potensi kebocoran pendapatan yang harus segera ditutup.

Menghadapi tantangan tersebut, pimpinan daerah dan Bapenda menyepakati langkah strategis. Pertama, revisi regulasi untuk menyesuaikan tarif dan memperluas basis wajib pajak sesuai regulasi terbaru. Kedua, digitalisasi dianggap sebagai “harga mati” untuk mencegah kebocoran pendapatan dan memastikan data pembayaran real-time.

Ketiga, mereka akan menggencarkan intensifikasi melalui penagihan secara masif. Keempat, langkah ekstensifikasi sangat diutamakan, khususnya pemutakhiran data wajib pajak PBB yang dinilai sudah tidak existing lagi. “Sering kali data di SPPT tidak sesuai kondisi lapangan. Yang tadinya hanya tanah kosong, sekarang sudah berdiri bangunan, ini akan kita data ulang agar potensi pajak tidak hilang,” tutupnya.

Dengan strategi komprehensif ini, Bupati Konawe dan jajaran berkomitmen untuk mencapai target PAD 2026, menjaga stabilitas fiskal, dan memastikan pelayanan publik tetap optimal. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL
Dukung Digitalisasi Pajak, Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala Daerah dari Berbagai Provinsi Teken Kerja Sama Replikasi SISGITA
Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal 2026 Resmi Digelar, 62 Tim Berebut Total Hadiah Rp15 Juta
Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga
Bupati Konawe Tantang PKK, Rumah Dilan Bersahaja Jadi Jawabannya
Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah
Delapan Bulan Beruntun! Konawe Jawara Inflasi Terendah Se-Sultra
Antisipasi Karhutla, Bupati Konawe Yusran Akbar Perintahkan Pemantauan Titik Rawan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:42 WITA

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL

Senin, 21 September 2026 - 14:06 WITA

Dukung Digitalisasi Pajak, Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala Daerah dari Berbagai Provinsi Teken Kerja Sama Replikasi SISGITA

Sabtu, 19 September 2026 - 21:44 WITA

Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal 2026 Resmi Digelar, 62 Tim Berebut Total Hadiah Rp15 Juta

Kamis, 17 September 2026 - 16:30 WITA

Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga

Senin, 7 September 2026 - 21:25 WITA

Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru