Disdukcapil Konawe “Jemput Bola” hingga Pelosok: Disabilitas, Lansia, hingga Warga Lapas Dapat KTP

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Konawe sedang melayani perekaman KTP bagi warga dan lansia di salah satu desa terpencil. Program

Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Konawe sedang melayani perekaman KTP bagi warga dan lansia di salah satu desa terpencil. Program "jemput bola" ini telah berjalan sejak Maret 2026.

“Hampir ratusan warga yang sudah terlayani dokumen kependudukannya,”

Konawe, PERSADA KITA.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Konawe menggencarkan program pelayanan jemput bola dengan mendatangi langsung warga di desa-desa terpencil dan terluar. Program prioritas unggulan Bupati dan Wakil Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, dan H. Syamsul Ibrahim, SE, M.Si, ini telah berjalan sejak Maret 2026 dan menjangkau ratusan warga yang sebelumnya kesulitan mengakses dokumen kependudukan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelayanan keliling ini menyasar kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, warga pindahan yang belum memiliki KTP, hingga warga binaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Plt Kepala Disdukcapil Konawe, Jabal Nur Moita (tengah) usai pelayanan KTP warga desa. Ia memaparkan capaian pelayanan keliling yang telah menjangkau puluhan disabilitas dan lansia.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Konawe, Jabal Nur Moita saat ditemui awak media di Unaaha, Kamis (21/5/2026).

Jabal Nur mengisahkan salah satu kasus yang paling menggerakkan hatinya. Ada seorang warga yang selama ini tidak memiliki KTP dan kartu BPJS. Ketika sakit dan harus dirawat di rumah sakit jiwa, ia diperlakukan sebagai pasien umum. Ia bahkan harus dibawa pulang karena tidak ada fasilitas jaminan kesehatan.

“Tidak punya KTP. Diantar ke rumah sakit jiwa, dibayar fasilitas pasien umum. Bawa pulanglah mereka. Sekarang, Alhamdulillah, sudah bisa,” ujar Jabal Nur dengan nada haru.

Plt Kepala Disdukcapil Konawe, Jabal Nur Moita saat penyerahan KTP bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) setempat. Banyak warga lapas yang selama ini tidak memiliki dokumen kependudukan.

Berkat pelayanan jemput bola, warga tersebut akhirnya memiliki KTP dan dapat diuruskan BPJS-nya, sehingga mendapat akses layanan kesehatan yang layak.

Jabal Nur merinci bahwa pelayanan telah menjangkau sejumlah kecamatan diantaranya,
Kecamatan Lalonggasumeeto 20 orang, Bondoala 3 orang disabilitas, Lambuya 2 orang, SP A Desa Anggohu, Kecamatan Tongauna Utara, 3 orang, Kecamatan Besulutu, 3 orang.

Selain itu, tim Disdukcapil juga telah masuk ke Lapas untuk melayani warga binaan yang belum memiliki KTP.

“Hampir ratusan warga yang sudah terlayani dokumen kependudukannya,” kata Jabal Nur.

Tidak hanya warga biasa, Disdukcapil Konawe juga mengungkapkan fakta mengejutkan. Masih ada sekitar 1.300 aparat desa yang nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya belum terkoneksi dengan sistem BPJS. Akibatnya, mereka tidak bisa mengakses jaminan kesehatan secara optimal.

Namun, Jabal Nur memastikan bahwa masalah ini telah diselesaikan.

“Kemarin kerja kolaborasi bersama BPJS, kita memunculkan data. Selesai cuma dalam jangka lima hari. Data sudah terkoneksi,” tegasnya.

Jabal Nur menjelaskan bahwa sistem pembaruan data penduduk di Disdukcapil Konawe berjalan sangat cepat. Laporan masuk setiap hari dan langsung terkoneksi dengan kementerian.

“Setiap jam 4 sudah masuk laporan, dan langsung terkoneksi dengan kementerian,” ujarnya.

Ke depan, program jemput bola akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah menengah atas (SMA). Targetnya adalah para pemilih pemula yang berusia 16 tahun lebih 6 bulan. Mereka akan direkam data KTP-nya sehingga saat genap 17 tahun, dokumen sudah siap.

“Setelah lebaran Idul Adha ini, sekolah SMA kita kunjungi. Penduduk yang wajib ber KTP seperti remaja dan anak-anak muda yang juga menjadi sasaran pelayanan kita. Yang 16 tahun lewat 6 bulan supaya bisa miliki KTP,” pungkas Jabal Nur. (JM)

Berita Terkait

Pengurus Forum UKM-IKM Konawe Ikuti Sosialisasi HKI: Resep Kue hingga Kemasan Kini Bisa Dilindungi Hukum
Silaturahmi Forum UKM-IKM Konawe, Rita Harmasan Papua Siap Fasilitasi Kemudahan Berusaha bagi Pelaku UMKM
Senin Lega! Daging Ayam dan Telur Stabil, Cabai Rawit Kini Rp45 Ribu di Pasar Asinua Unaaha
Video Conference Operasionalisasi KDKMP, dari Desa Mataiwoi: Bupati Konawe Dorong Sinergi Koperasi Merah Putih dan Peternakan
Pascakonsolidasi, Rita Harmasan Papua: Forum UKM-IKM Konawe Siap Jadi Penggerak Bisnis Bukan Sekadar Wadah
Security PT OSS Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Mess Karyawan
Forum Investasi Konawe 2026: Pemda, Pengusaha dan Perbankan Bersatu Dorong Ekonomi Produktif Konawe Bersahaja
Tidak Hanya Bansos! Bupati Yusran Akbar Pastikan Kesehatan Pengungsi Banjir Dawi-Dawi Terjaga dengan Posko Medis dan Fogging
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:33 WITA

Panen Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Ibaratkan Kapolri ‘Kapten Kesebelasan’ yang Layak Diperpanjang

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:07 WITA

Wakapolda Sultra Sambut Kepulangan 1 SSK Personel Brimob dari Penugasan Satgas Amole II di Papua: Tugas Mulia di Kawasan PT Freeport

Berita Terbaru

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, saat pemaparan di hadapan puluhan content creator dalam workshop yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026).

EKONOMI & BISNIS

Teguh Santosa: Indonesia Tidak Bisa Berharap pada Kebaikan Negara Lain

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:52 WITA