“Hampir ratusan warga yang sudah terlayani dokumen kependudukannya,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Konawe menggencarkan program pelayanan jemput bola dengan mendatangi langsung warga di desa-desa terpencil dan terluar. Program prioritas unggulan Bupati dan Wakil Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, dan H. Syamsul Ibrahim, SE, M.Si, ini telah berjalan sejak Maret 2026 dan menjangkau ratusan warga yang sebelumnya kesulitan mengakses dokumen kependudukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelayanan keliling ini menyasar kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, warga pindahan yang belum memiliki KTP, hingga warga binaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Konawe, Jabal Nur Moita saat ditemui awak media di Unaaha, Kamis (21/5/2026).
Jabal Nur mengisahkan salah satu kasus yang paling menggerakkan hatinya. Ada seorang warga yang selama ini tidak memiliki KTP dan kartu BPJS. Ketika sakit dan harus dirawat di rumah sakit jiwa, ia diperlakukan sebagai pasien umum. Ia bahkan harus dibawa pulang karena tidak ada fasilitas jaminan kesehatan.
“Tidak punya KTP. Diantar ke rumah sakit jiwa, dibayar fasilitas pasien umum. Bawa pulanglah mereka. Sekarang, Alhamdulillah, sudah bisa,” ujar Jabal Nur dengan nada haru.

Berkat pelayanan jemput bola, warga tersebut akhirnya memiliki KTP dan dapat diuruskan BPJS-nya, sehingga mendapat akses layanan kesehatan yang layak.
Jabal Nur merinci bahwa pelayanan telah menjangkau sejumlah kecamatan diantaranya,
Kecamatan Lalonggasumeeto 20 orang, Bondoala 3 orang disabilitas, Lambuya 2 orang, SP A Desa Anggohu, Kecamatan Tongauna Utara, 3 orang, Kecamatan Besulutu, 3 orang.
Selain itu, tim Disdukcapil juga telah masuk ke Lapas untuk melayani warga binaan yang belum memiliki KTP.
“Hampir ratusan warga yang sudah terlayani dokumen kependudukannya,” kata Jabal Nur.
Tidak hanya warga biasa, Disdukcapil Konawe juga mengungkapkan fakta mengejutkan. Masih ada sekitar 1.300 aparat desa yang nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya belum terkoneksi dengan sistem BPJS. Akibatnya, mereka tidak bisa mengakses jaminan kesehatan secara optimal.
Namun, Jabal Nur memastikan bahwa masalah ini telah diselesaikan.
“Kemarin kerja kolaborasi bersama BPJS, kita memunculkan data. Selesai cuma dalam jangka lima hari. Data sudah terkoneksi,” tegasnya.
Jabal Nur menjelaskan bahwa sistem pembaruan data penduduk di Disdukcapil Konawe berjalan sangat cepat. Laporan masuk setiap hari dan langsung terkoneksi dengan kementerian.
“Setiap jam 4 sudah masuk laporan, dan langsung terkoneksi dengan kementerian,” ujarnya.
Ke depan, program jemput bola akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah menengah atas (SMA). Targetnya adalah para pemilih pemula yang berusia 16 tahun lebih 6 bulan. Mereka akan direkam data KTP-nya sehingga saat genap 17 tahun, dokumen sudah siap.
“Setelah lebaran Idul Adha ini, sekolah SMA kita kunjungi. Penduduk yang wajib ber KTP seperti remaja dan anak-anak muda yang juga menjadi sasaran pelayanan kita. Yang 16 tahun lewat 6 bulan supaya bisa miliki KTP,” pungkas Jabal Nur. (JM)
















Tinggalkan Balasan