Pengurus Forum UKM-IKM Konawe Ikuti Sosialisasi HKI: Resep Kue hingga Kemasan Kini Bisa Dilindungi Hukum

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Forum UKM-IKM Konawe, Rita Harmasan Papua (tengah), didampingi sejumlah pengurus forum saat mengikuti sosialisasi HKI di Hotel Nugraha, Konawe, Selasa (19/5/2026)

Ketua Forum UKM-IKM Konawe, Rita Harmasan Papua (tengah), didampingi sejumlah pengurus forum saat mengikuti sosialisasi HKI di Hotel Nugraha, Konawe, Selasa (19/5/2026)

“Kami tidak berhenti di sosialisasi. Akan ada pendampingan berkelanjutan. Karena HKI adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat Konawe,”

Konawe, PERSADA KITA.ID – Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menggelar sosialisasi fasilitasi dan pembinaan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Hotel Nugraha, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang menyasar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), akademisi, tenaga kesehatan, hingga perangkat daerah ini diikuti puluhan peserta, termasuk jajaran pengurus Forum Usaha Kecil Menengah-Industri Kecil Menengah (UKM-IKM) Kabupaten Konawe.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran para pelaku usaha kecil ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran melindungi aset intelektual di daerah mulai meningkat.

Pengurus dan Anggota Forum UKM-IKM Konawe saat foto bersama pemateri utama, Dr. Linda Fatmawati Saleh, S.H., M.H, Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkumham Sultra

Ketua Forum UKM-IKM Konawe, Rita Harmasan Papua, hadir bersama sekretaris forum, Rasnawati, SH, serta belasan anggota pengurus lainnya. Mereka adalah Evi Damayanthy (Divisi Humas), Harlita, Amiruddin, Hernani, Herawati, Frima Dewi, Lilik, Budisantoso, Marina, dan Piasin.

Sementara itu, dua anggota forum lainnya, Herni (produk cookies) dan Risyan (Tahu Mulya), mendapatkan fasilitas HAKI untuk merek produk mereka. Keikutsertaan mereka menjadi semangat bagi anggota lain untuk segera mendaftarkan kekayaan intelektualnya.

Yang menarik dari kegiatan ini adalah pengakuan langsung dari para peserta. Selama ini, inovasi sederhana seperti resep makanan khas, desain kemasan, hingga hasil riset kecil dari tenaga kesehatan dan guru sering kali tidak tercatat. Akibatnya, ketika produk serupa muncul dari daerah lain, masyarakat Konawe kehilangan hak klaim.

Kepala BRIDA Konawe, Hj. Riny Andriani, S.P., M.Si, membuka sosialisasi dengan pernyataan tegas bahwa kekayaan intelektual bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan aset ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak ingin produk unggulan Konawe, sekecil apa pun, diklaim oleh daerah lain. HKI adalah tameng sekaligus alat promosi. Melalui kegiatan ini, kami fasilitasi pendaftaran untuk UMKM dan inovator lokal,” ujar Riny.

Baca Juga:  Semarak HUT RI ke-80 di Konawe, Gerak Jalan 17 KM dengan Pesona Monumen Kalosara & Spirit "Konawe Bersahaja"
Dr. Linda Fatmawati Saleh, S.H., M.H, Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkumham Sultra, sedang memaparkan data mengejutkan tentang masih banyaknya produk lokal yang belum terdaftar HKI.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Linda Fatmawati Saleh, S.H., M.H, Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara. Ia membuka sesi dengan data mengejutkan bahwa masih banyak produk lokal Sultra, termasuk dari Konawe, yang belum terdaftar HKI.

“Padahal, kalau sudah terdaftar, HKI bisa menjadi aset yang dilindungi hukum. Jika ada pihak lain yang memanfaatkan tanpa izin, pemilik bisa menuntut. Jangan tunggu produk Anda ditiru dulu baru sadar,” tegas Linda di hadapan puluhan peserta.

Ia menambahkan bahwa prinsip first to file sangat penting bagi UMKM. “Siapa yang mendaftar duluan, dialah pemiliknya. Karena itu, penelusuran merek sebelum pendaftaran wajib dilakukan untuk menghindari sengketa di kemudian hari,” jelasnya.

Suasana sosialisasi HKI di Hotel Nugraha, Konawe, Selasa (19/5/2026). Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan dari narasumber.

Peserta diberikan materi teknis tentang tata cara pendaftaran merek, hak cipta, dan paten; manfaat perlindungan hukum bagi produk inovasi; serta strategi pemanfaatan HKI untuk mengembangkan usaha.

Sesi yang paling dinanti adalah konsultasi dan pendampingan langsung. Beberapa peserta mengaku selama ini enggan mendaftarkan HKI karena khawatir biaya mahal dan prosedur rumit. Namun, BRIDA Konawe menjamin adanya pendampingan fasilitasi untuk mendapatkan HAKI secara bertahap.

Pemerintah Kabupaten Konawe melalui BRIDA mendorong agar produk dan inovasi dari daerah ini terdaftar HKI. Langkah ini diharapkan menciptakan ekosistem inovasi yang kuat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas lokal.

“Kami tidak berhenti di sosialisasi. Akan ada pendampingan berkelanjutan. Karena HKI adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat Konawe,” tutup Riny Andriani.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan tidak ada lagi inovasi lokal yang “hilang” karena tidak tercatat secara hukum. Kini, para pelaku UMKM dan inovator di Konawe memiliki tameng sekaligus peluang ekonomi baru melalui HKI. (JM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL
Dukung Digitalisasi Pajak, Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala Daerah dari Berbagai Provinsi Teken Kerja Sama Replikasi SISGITA
Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal 2026 Resmi Digelar, 62 Tim Berebut Total Hadiah Rp15 Juta
Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga
Bupati Konawe Tantang PKK, Rumah Dilan Bersahaja Jadi Jawabannya
Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah
Delapan Bulan Beruntun! Konawe Jawara Inflasi Terendah Se-Sultra
Bupati Konawe Apresiasi Gotong Royong di Puncak Kemah Bakti dan Festival Bahari
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:42 WITA

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL

Senin, 21 September 2026 - 14:06 WITA

Dukung Digitalisasi Pajak, Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala Daerah dari Berbagai Provinsi Teken Kerja Sama Replikasi SISGITA

Sabtu, 19 September 2026 - 21:44 WITA

Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal 2026 Resmi Digelar, 62 Tim Berebut Total Hadiah Rp15 Juta

Kamis, 17 September 2026 - 16:30 WITA

Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga

Senin, 7 September 2026 - 21:25 WITA

Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru