Wamendagri Akhmad Wiyagus pimpin langsung prosesi panen raya Konawe dengan mengendarai combine harvester didampingi Bupati Yusran Akbar. Para petani saksikan momen bersejarah di Mekar Sari, Kecamatan Tongauna.
Konawe, PERSADA KITA.ID – Suasana meriah menyelimuti areal persawahan di Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu (10/6/2026). Ratusan petani bersama jajaran Forkopimda dan pejabat pusat serta daerah berkumpul menyaksikan langsung prosesi panen raya yang dipimpin oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Komjen Pol (Purn) Drs Akhmad Wiyagus, SIK, MSi, MM.

Momen ini menjadi bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang Wamendagri turun langsung ke sawah dan mengendarai alat mesin pertanian (alsintan) pemotong padi modern jenis Combine Harvester.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prosesi panen raya dimulai sekitar pukul 10.15 WITA. Wamendagri Akhmad Wiyagus terlihat mengenakan kemeja putih lengan panjang, topi petani khas Konawe (caping), dan sepatu boot. Ia naik ke atas combine harvester Cambain dengan lincah. Di sisinya, tampak mendampingi Bupati Konawe H Yusran Akbar ST dan Wakil Bupati Konawe H Syamsul Ibrahim SE MSi.
Ketiga pejabat tersebut berada di atas alat pemanen modern itu sambil sesekali melambaikan tangan ke arah para petani dan undangan yang bersorak. Alat combine harvester pun mulai bergerak perlahan menyusuri hamparan sawah yang menguning, memotong padi dengan rapi.
“Luar biasa. Ini pertama kali saya panen padi langsung naik combine. Petani Konawe hebat-hebat. Saya bangga,” ujar Wamendagri dari atas combine harvester, disambut tepuk tangan meriah para petani.

Wamendagri tidak sendirian dalam prosesi akbar ini. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain:
Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Kemendagri, Dr Drs La Ode Ahmad P. Bolombo, AP, MSi, Bupati Konawe, H Yusran Akbar ST, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, SPd, MM, Bupati Buton Selatan, Adios, Wakil Bupati Konawe, H Syamsul Ibrahim SE MSi, Sejumlah Kepala OPD Provinsi Sulawesi Tenggara, Jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe, serta tampak pula Forkopimda Konawe.
Para pejabat tersebut ikut berbaur dengan petani. Beberapa di antaranya bahkan turut mencoba ikut memotong padi menggunakan demonstrasi combine harvester yang lainnya.

Setelah prosesi panen raya selesai, suasana haru menyelimuti lokasi acara. Wamendagri Akhmad Wiyagus bersama jajaran Forkopimda menuju panggung yang didirikan di tepi sawah untuk melaksanakan agenda berikutnya, berupa penyerahan bantuan beasiswa secara simbolis.
Bantuan beasiswa tersebut berasal dari CSR Bank Sultra yang diberikan kepada 625 orang siswa dari jenjang: Taman Kanak-kanak (TK) / PAUD, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masing-masing siswa menerima bantuan sebesar Rp400.000.
Puncak haru terjadi ketika Wamendagri turun dari panggung dan mendekati barisan anak-anak penerima beasiswa. Tanpa ragu, Wamendagri Akhmad Wiyagus langsung menggendong bocah tersebut sambil tersenyum. Anak itu pun riang penuh semangat.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Belajar yang rajin, ya. Jangan lupa makan nasi dari Konawe biar pintar,” ujar Wamendagri setengah bercanda sambil masih menggendong bocah PAUD.
Bupati Konawe, H Yusran Akbar ST, yang berdiri di samping Wamendagri, tampak ikut tersenyum haru.
“Terima kasih, Pak Wamendagri. Ini kehormatan besar bagi anak-anak Konawe. Beasiswa ini sangat membantu meringankan biaya pendidikan mereka,” ujar Yusran Akbar.

Tak hanya beasiswa, dalam kesempatan yang sama, Wamendagri juga menyerahkan secara simbolis 2 unit alsintan combine harvester besar merek Maxi Bimo 102 kepada dua kelompok tani di Kabupaten Konawe.
Kedua unit alat panen modern ini masing-masing diterima oleh: Sugeng – Kelompok Tani Sumber Makmur 1, Desa Watulawu, Kecamatan Amonggedo. Dan Laharapa – Kelompok Tani Mewanguolipu, Desa Anggadola, Kecamatan Wonggeduku Barat.
Penyerahan alat ini disambut antusias oleh para petani. Dengan tambahan combine harvester, diharapkan proses panen di wilayah Konawe semakin cepat, efisien, dan mampu menekan kehilangan hasil panen.
Turut hadir dalam prosesi seremonial ini Bupati Buton Selatan, Adios, yang secara khusus datang untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyaksikan langsung keberhasilan Konawe dalam sektor pertanian.
“Saya sengaja hadir. Ini luar biasa. Panen raya yang meriah, dipimpin langsung Wamendagri. Konawe benar-benar memberi contoh bagi daerah lain,” ujar Adios.
Sementara itu, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, SPd, MM, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir.
“Ini bukti bahwa sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten berjalan baik. Wamendagri tidak hanya bicara, tapi turun langsung ke sawah. Itu luar biasa,” tegas Made Asmaya.
Prosesi panen raya ini berlangsung sekitar satu setengah jam, dari pukul 10.00 hingga 10.40 WITA. Sebelum meninggalkan lokasi, Wamendagri berpesan agar Konawe terus mempertahankan statusnya sebagai lumbung pangan.
“Jaga sawah ini. Jaga petani. Jaga anak-anak kita. Karena dari sinilah masa depan Indonesia dimulai,” pesan Wamendagri mengakhiri rangkaian acara. (JM)
















Tinggalkan Balasan