Disdukcapil Konawe “Jemput Bola” hingga Pelosok: Disabilitas, Lansia, hingga Warga Lapas Dapat KTP

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Konawe sedang melayani perekaman KTP bagi warga dan lansia di salah satu desa terpencil. Program

Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Konawe sedang melayani perekaman KTP bagi warga dan lansia di salah satu desa terpencil. Program "jemput bola" ini telah berjalan sejak Maret 2026.

“Hampir ratusan warga yang sudah terlayani dokumen kependudukannya,”

Konawe, PERSADA KITA.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Konawe menggencarkan program pelayanan jemput bola dengan mendatangi langsung warga di desa-desa terpencil dan terluar. Program prioritas unggulan Bupati dan Wakil Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, dan H. Syamsul Ibrahim, SE, M.Si, ini telah berjalan sejak Maret 2026 dan menjangkau ratusan warga yang sebelumnya kesulitan mengakses dokumen kependudukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelayanan keliling ini menyasar kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, warga pindahan yang belum memiliki KTP, hingga warga binaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Plt Kepala Disdukcapil Konawe, Jabal Nur Moita (tengah) usai pelayanan KTP warga desa. Ia memaparkan capaian pelayanan keliling yang telah menjangkau puluhan disabilitas dan lansia.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Konawe, Jabal Nur Moita saat ditemui awak media di Unaaha, Kamis (21/5/2026).

Jabal Nur mengisahkan salah satu kasus yang paling menggerakkan hatinya. Ada seorang warga yang selama ini tidak memiliki KTP dan kartu BPJS. Ketika sakit dan harus dirawat di rumah sakit jiwa, ia diperlakukan sebagai pasien umum. Ia bahkan harus dibawa pulang karena tidak ada fasilitas jaminan kesehatan.

“Tidak punya KTP. Diantar ke rumah sakit jiwa, dibayar fasilitas pasien umum. Bawa pulanglah mereka. Sekarang, Alhamdulillah, sudah bisa,” ujar Jabal Nur dengan nada haru.

Plt Kepala Disdukcapil Konawe, Jabal Nur Moita saat penyerahan KTP bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) setempat. Banyak warga lapas yang selama ini tidak memiliki dokumen kependudukan.

Berkat pelayanan jemput bola, warga tersebut akhirnya memiliki KTP dan dapat diuruskan BPJS-nya, sehingga mendapat akses layanan kesehatan yang layak.

Jabal Nur merinci bahwa pelayanan telah menjangkau sejumlah kecamatan diantaranya,
Kecamatan Lalonggasumeeto 20 orang, Bondoala 3 orang disabilitas, Lambuya 2 orang, SP A Desa Anggohu, Kecamatan Tongauna Utara, 3 orang, Kecamatan Besulutu, 3 orang.

Baca Juga:  HUT RI ke-80 di Konawe Pacu Ekonomi UMKM: Omzet Melonjak, Expo 2025 Jadi Momentum Kolaborasi

Selain itu, tim Disdukcapil juga telah masuk ke Lapas untuk melayani warga binaan yang belum memiliki KTP.

“Hampir ratusan warga yang sudah terlayani dokumen kependudukannya,” kata Jabal Nur.

Tidak hanya warga biasa, Disdukcapil Konawe juga mengungkapkan fakta mengejutkan. Masih ada sekitar 1.300 aparat desa yang nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya belum terkoneksi dengan sistem BPJS. Akibatnya, mereka tidak bisa mengakses jaminan kesehatan secara optimal.

Namun, Jabal Nur memastikan bahwa masalah ini telah diselesaikan.

“Kemarin kerja kolaborasi bersama BPJS, kita memunculkan data. Selesai cuma dalam jangka lima hari. Data sudah terkoneksi,” tegasnya.

Jabal Nur menjelaskan bahwa sistem pembaruan data penduduk di Disdukcapil Konawe berjalan sangat cepat. Laporan masuk setiap hari dan langsung terkoneksi dengan kementerian.

“Setiap jam 4 sudah masuk laporan, dan langsung terkoneksi dengan kementerian,” ujarnya.

Ke depan, program jemput bola akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah menengah atas (SMA). Targetnya adalah para pemilih pemula yang berusia 16 tahun lebih 6 bulan. Mereka akan direkam data KTP-nya sehingga saat genap 17 tahun, dokumen sudah siap.

“Setelah lebaran Idul Adha ini, sekolah SMA kita kunjungi. Penduduk yang wajib ber KTP seperti remaja dan anak-anak muda yang juga menjadi sasaran pelayanan kita. Yang 16 tahun lewat 6 bulan supaya bisa miliki KTP,” pungkas Jabal Nur. (JM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal 2026 Resmi Digelar, 62 Tim Berebut Total Hadiah Rp15 Juta
Antisipasi Karhutla, Bupati Konawe Yusran Akbar Perintahkan Pemantauan Titik Rawan
Bupati Konawe Tutup Orientasi PPPK, Sampaikan Pesan Penting untuk Peserta
7 Daerah Waspada, Gubernur Sultra Peringatkan Kesiapan Nyata
Dinas Perikanan Konawe Latih Wanita Nelayan di KNMP Sore Jaya
Dinas Ketahanan Pangan Konawe Salurkan 21,57 Ton Beras untuk 719 Keluarga di Routa
Kadis PU Konawe Robin Hermansyah: Jembatan Routa Jadi Pemantik Semangat Bangun Wilayah Terluar
“Pasangan Serasi di Garis Depan: Bupati Berbusana Diponegoro, Istri Kenakan Kostum Pejuang Wanita”
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:44 WITA

Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal 2026 Resmi Digelar, 62 Tim Berebut Total Hadiah Rp15 Juta

Rabu, 2 September 2026 - 11:45 WITA

Antisipasi Karhutla, Bupati Konawe Yusran Akbar Perintahkan Pemantauan Titik Rawan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:03 WITA

Bupati Konawe Tutup Orientasi PPPK, Sampaikan Pesan Penting untuk Peserta

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:51 WITA

7 Daerah Waspada, Gubernur Sultra Peringatkan Kesiapan Nyata

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:23 WITA

Dinas Perikanan Konawe Latih Wanita Nelayan di KNMP Sore Jaya

Berita Terbaru

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, memberikan sambutan sekaligus meresmikan Rumah Dilan Bersahaja. Turut mendampingi, Ketua TP PKK Kabupaten Konawe.

EKONOMI & BISNIS

Bupati Konawe Tantang PKK, Rumah Dilan Bersahaja Jadi Jawabannya

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:11 WITA