“Kontribusi ini harus menjadi pemantik semangat dan motivasi utama bagi kita semua termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat agar terus membangun Kecamatan Routa sebagai wilayah terluar di Kabupaten Konawe”
Konawe, PERSADA KITA.ID — Di balik peresmian Jembatan Routa 45 meter, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Konawe, Robin Hermansyah, menegaskan bahwa infrastruktur ini bukan sekadar rangka baja, melainkan simbol kolaborasi nyata untuk membangkitkan kecamatan terluar yang selama ini terisolasi.

Peresmian Jembatan Bailey di atas Sungai Lalindu dilakukan Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T, didampingi Kapolres Konawe, AKBP Edy Raharjono, S.I.Kpada Kamis (20/8/2026). Di tengah prosesi pengguntingan pita, Plt. Kepala Dinas PU Kabupaten Konawe, Robin Hermansyah, justru menjadi sorotan karena menyentuh akar yang mendasari pembangunan di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Robin Hermansyah, memberikan apresiasi mendalam kepada PT Abadi Nikel Nusantara (ANN) dengan kolaborasi PT Sampala Project dan PT Bumi Karsa atas kontribusi strategisnya. Menurutnya, investasi perusahaan tambang dalam bentuk infrastruktur publik di Kecamatan Routa merupakan langkah luar biasa.

“Kontribusi ini harus menjadi pemantik semangat dan motivasi utama bagi kita semua termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat agar terus membangun Kecamatan Routa sebagai wilayah terluar di Kabupaten Konawe. Jangan sampai keterisolasian wilayah menjadi penghalang bagi anak-anak kita untuk mengakses pendidikan, kesehatan, dan laju pertumbuhan ekonomi,” ujar Robin dengan tegas.

Lebih jauh, Robin menekankan bahwa kehadiran jembatan berkapasitas 50 ton ini bukanlah akhir, melainkan awal dari percepatan pembangunan infrastruktur dasar di daerah pinggiran dan terluar. Dengan statusnya sebagai pejabat teknis di Dinas PU, ia memastikan bahwa proses pembangunan selama empat bulan (April–Agustus 2026) telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga jembatan ini benar-benar aman dan tahan terhadap derasnya arus Sungai Lalindu saat banjir.

Robin juga berharap agar sinergi yang terjalin antara Pemda Konawe dan pihak swasta tidak berhenti di proyek ini. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meniru skema kemitraan semacam ini guna mengatasi keterbatasan anggaran daerah dalam membangun akses-akses vital di kecamatan-kecamatan terpencil lainnya.

“Kami di Dinas PUPR melalui koordinasi terus mendorong dan mengawal agar kualitasnya sempurna. Namun, semangat membangun harus datang dari semua pihak. Jika swasta peduli, masyarakat mendukung, dan pemerintah mengawal, maka cenderung tidak ada lagi daerah yang tertinggal di Konawe,” tambah Robin.
Dengan adanya pernyataan kuat dari Kepala Dinas PU ini, publik kini menaruh harapan besar bahwa Jembatan Routa akan menjadi gerbang kebangkitan ekonomi di Kecamatan Routa, sekaligus menjadi studi kasus keberhasilan kolaborasi lintas sektor bagi wilayah terluar lainnya. JM















