“Kita harus awasi dan saya akan bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang mencoba perjualbelikan alsintan ini. Jadi gunakan alat ini sebaik-baiknya, jangan disalahgunakan kecuali hanya untuk produksi pertanian kita. Tolong alsintan ini setelah saya serahkan jangan lagi dijual,”
Konawe, PERSADAKITA.ID – Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, secara resmi menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025. Penyerahan yang digelar di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Konawe, Jumat (27/3/2026) ini, menyasar tiga Brigade Pangan serta empat kelompok tani. Dalam arahannya, orang nomor satu di lingkup Pemda Konawe itu mengingatkan agar bantuan strategis ini tidak disalahgunakan apalagi diperjualbelikan, dengan ancaman tindakan tegas bagi para pelanggarnya.

Penyerahan bantuan Alsintan di Kabupaten Konawe ini menjadi momentum penting dalam percepatan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Berlokasi di Kompleks Perkantoran Pemda Konawe, Unaaha, acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Konawe beserta jajaran aparatur sipil negara (ASN) lingkup pertanian. Kehadiran para petani penerima manfaat dari berbagai kecamatan turut memeriahkan acara yang menandai dimulainya optimalisasi lahan pertanian di wilayah timur Sulawesi Tenggara tersebut. Bantuan yang bersumber dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian RI ini, merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan swasembada pangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari arahan strategis pemerintah pusat yang dikemas dalam program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Program tersebut menjadi wilayah cakupan kerja brigade pangan yang telah tersebar di 10 wilayah di Kabupaten Konawe. “Hari ini kita memberikan bantuan pada 3 Brigade Pangan dan pada 4 kelompok tani. Saya ingatkan agar ini benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan warga, terutama petani di sekitar kita,” ujar Bupati Yusran di hadapan para penerima manfaat. Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa secara teknis, aturan main terkait brigade pangan sudah sangat jelas. Satu brigade memiliki cakupan lahan antara 150 hingga 200 hektar, sehingga dengan adanya 10 brigade, secara keseluruhan akan mencakup sekitar 2.000 hektar lahan pertanian produktif di Bumi Konawe.

Adapun rincian penerima bantuan untuk Brigade Pangan terdiri dari tiga entitas utama. Pertama, Brigade Pangan “Silea” yang wilayah cakupan kerjanya berada di Kecamatan Puriala. Kedua, Brigade Pangan “Bersahaja” yang memiliki cakupan kerja luas meliputi Kecamatan Wonggeduku, Wonggeduku Barat, dan Pondidaha. Ketiga, Brigade Pangan “Berkarya” yang akan bertugas di wilayah Unaaha dan Wawotobi. Masing-masing brigade pangan tersebut menerima paket Alsintan yang cukup lengkap untuk menunjang mekanisasi pertanian. Paket yang diserahkan untuk setiap brigade terdiri dari 1 unit Traktor Roda 4 (TR4) yang biasa digunakan untuk pengolahan lahan skala besar, 1 unit Combine Harvester untuk pemanenan, serta 4 unit Hand Traktor (TR2) yang lebih fleksibel untuk pengolahan lahan di area yang lebih sempit atau sulit dijangkau.

Selain penyerahan bantuan yang diperuntukkan bagi Brigade Pangan, Bupati Yusran Akbar juga menyerahkan bantuan Alsintan pra panen kepada empat kelompok tani yang tersebar di beberapa kecamatan. Keempat kelompok tani penerima tersebut adalah Kelompok Tani “Polewali” yang berlokasi di Kecamatan Tongauna Utara, Kelompok Tani “Bulawa” di Kecamatan Wonggeduku, Kelompok Tani “Tawarolondo” yang juga berada di wilayah Kecamatan Wonggeduku, dan Kelompok Tani “Ambuundawaro” yang beroperasi di Kecamatan Wonggeduku Barat. Penyerahan ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah yang tidak hanya fokus pada brigade besar, tetapi juga pada kelompok-kelompok tani yang menjadi ujung tombak produksi pangan di tingkat petani.

Dalam arahannya yang penuh penekanan, Bupati Yusran tidak hanya berbicara tentang bantuan, tetapi juga tentang tanggung jawab pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur pendukung. Ia menegaskan bahwa tugas Pemerintah Kabupaten Konawe tidak berhenti pada penyerahan Alsintan. Pihaknya juga berkewajiban untuk memperhatikan infrastruktur yang mendukung sektor pertanian dan perkebunan guna memperkuat ketahanan pangan. “Infrastruktur seperti Jalan Usaha Tani (JUT) maupun jembatan yang menghubungkan sektor produksi pertanian dan perkebunan kita harus kita benahi. Hal ini bertujuan untuk mempercepat dan memperlancar arus mobilisasi hasil pertanian kita,” tegasnya. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar tercipta sinergi dan kolaborasi yang kuat dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Konawe.

Puncak perhatian dalam acara tersebut adalah pernyataan tegas Bupati Yusran Akbar terkait larangan keras terhadap praktik jual beli bantuan Alsintan. Ia mengingatkan bahwa bantuan yang bersumber dari APBN ini adalah hak petani untuk meningkatkan produktivitas, bukan komoditas yang bisa diperdagangkan. “Kita harus awasi dan saya akan bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang mencoba perjualbelikan alsintan ini. Jadi gunakan alat ini sebaik-baiknya, jangan disalahgunakan kecuali hanya untuk produksi pertanian kita. Tolong alsintan ini setelah saya serahkan jangan lagi dijual,” ujarnya dengan nada tegas. Untuk memastikan kepatuhan dan efektivitas penggunaan bantuan, Bupati Yusran mengumumkan akan melakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan sekali. Langkah ini diambil sebagai bentuk akuntabilitas dan untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani di Kabupaten Konawe. JM
















