Gemerlap Inovasi Desa Konawe: Dari Panggung Budaya ke Blusukan Visioner Bupati Yusran Akbar

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 16:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keindahan Tarian Mombatani dari Abuki menghipnotis ribuan penonton di Expo Inovasi Desa Konawe, menggambarkan epik harmoni antara pertanian dan peternakan: Tarian Mombatani memukau ribuan penonton, menjadi bukti hidupnya inovasi budaya di jantung Expo Inovasi Desa Konawe 2025.

Keindahan Tarian Mombatani dari Abuki menghipnotis ribuan penonton di Expo Inovasi Desa Konawe, menggambarkan epik harmoni antara pertanian dan peternakan: Tarian Mombatani memukau ribuan penonton, menjadi bukti hidupnya inovasi budaya di jantung Expo Inovasi Desa Konawe 2025.

Suasana bekas lokasi STQ (Seleksi Tilawatil Quran) di Unaaha, berubah menjadi epicentrum kreativitas dan kebanggaan kolektif. Ribuan pengunjung yang memadati area Expo Inovasi Desa Kabupaten Konawe tidak hanya menyaksikan pameran biasa, tetapi menjadi saksi bisu pergeseran paradigma: gelora semangat “Membangun Desa, Menata Kota” telah menjelma menjadi realitas yang hidup, bernapas, dan penuh warna. Di bawah langit malam, panggung budaya dan blusukan apresiatif Bupati Yusran Akbar menjadi dua sisi mata uang yang sama, mengukir narasi baru tentang kemandirian dan identitas desa-desa Konawe.

Konawe, PERSADA KITA.ID – Gemuruh tepuk tangan ribuan pasang tangan menggema memecah kesunyian malam, menyambut setiap gerakan penari yang menyuguhkan cerita leluhur. Expo Inovasi Desa Kabupaten Konawe, yang menghadirkan kekuatan 291 desa dari 28 kecamatan, pada Kamis (6/11/2025) malam membuktikan bahwa inovasi tidak hanya terpajang di stan-stan produk unggulan dan teknologi tepat guna, tetapi juga hidup dan bernafas melalui seni pertunjukan yang memukau.

Ribuan Penonto memadati panggung utama Expo Inovasi Desa Kabupaten Konawe

Panggung utama menjadi saksi dua mahakarya budaya yang menjadi highlight malam itu. Pertama, Tarian Mombatani dari Kecamatan Abuki. Tarian ini bukan sekadar gerakan estetis, melainkan sebuah dramatisasi epik yang mengisahkan harmoni simbiosis antara sumber daya pertanian yang melimpah dengan tradisi peternak pasca panen raya. Setiap hentakan kaki, lirikan mata, dan gelengan badan penari seolah menyampaikan narasi mendalam tentang syukur, kerja keras, dan siklus kehidupan agraris yang menjadi nadi Kabupaten Konawe.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

masyarakat pengujung expo inovasi desa di area Ex STQ Unaaha, Kabupaten Konawe

Tak kalah memesonakan, Tari Sumaku dari Kecamatan Meluhu menghadirkan kearifan lokal pengolahan sagu—makanan pokok suku Tolaki—menjadi sebuah pertunjukan visual yang memikat. Tarian ini mengajak penonton menyelami filosofi hidup masyarakat, dari hulu ke hilir, tentang bagaimana sebuah pohon sagu diolah dengan ketelitian dan penghormatan tinggi hingga menjadi penghidupan.

“Sensasinya luar biasa. Kita tidak hanya melihat tarian, tetapi menyaksikan jiwa dan identitas desa kami di atas panggung. Dari Mombatani yang berbicara tentang panen dan ternak, hingga Sumaku yang mengajarkan proses pengolahan sagu. Ini adalah napas kultural Konawe yang sesungguhnya, inovasi budaya yang menyentuh hati,” ujar Aldi, salah seorang pengunjung yang terpikat dengan seluruh pertunjukan.

Bupati Konawe H. Yusran Akbar saat berdialog bersama masyarakat Desa Tirawuta, Kecamatan Pondidaha terkait produktivitas sektor pertanian yang merupakan salah satu sektor penunjang ekonomi warga desa setempat.

Namun, energi eksklusif malam itu tidak hanya berpusat pada gemerlap panggung. Sebuah gelombang perhatian lain bergerak menyusuri celah-celah stan, mengikuti langkah Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST., yang melakukan blusukan mendetail. Kunjungannya bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah bentuk audit sekaligus apresiasi langsung terhadap jantung pembangunan desa.

Baca Juga:  Kapolri Tinjau GPM Polda Banten: 27 Ton Beras SPHP Tersalur ke Masyarakat
Bupati Yusran Akbar saat memegang buah kelapa hijau di stan Desa Puumbinisi, Kec Pondidaha yang merupakan komuditi andalan ekspor, bahkan buah kelapa ini salah satu komuditas yang disukai masyarakat hingga ke negara Tumur Tengah

Di Stan Desa Puumbinisi, Kecamatan Pondidaha, Bupati Yusran terlibat dalam dialog intensif dengan Kepala Desa dan sejumlah aparat dan warganya. Dialog tersebut melampaui sekadar pembicaraan tentang potensi fisik. Bupati secara khusus mengapresiasi peran vital BUMDES (Badan Usaha Milik Desa), menguatnya Koperasi Merah Putih, dan semangat para pelaku UMKM. Dengan tegas, Bupati Yusran Akbar menekankan pentingnya sistem pengelolaan dan penyelenggaraan pemerintahan desa yang baik sebagai fondasi utama agar semua potensi itu dapat dikelola secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Kunci kemajuan desa ada di tata kelola yang bersih dan inovatif. BUMDES dan Koperasi harus menjadi mesin penggerak ekonomi, didukung oleh pemerintahan desa yang solid. Inilah yang akan mengantarkan produk-produk inovasi desa kita dari Konawe ke panggung yang lebih luas,” pesan Bupati Yusran di hadapan kepala desa, sebuah pernyataan yang menegaskan komitmennya pada pembangunan yang berakar dari tata kelola yang kokoh.

Blusukan apresiatif itu kemudian berlanjut ke Stan Desa Lalodangge. Di sana, sorot mata Bupati Yusran berbinar penuh kekaguman menyaksikan kreativitas anyaman souvenir karya masyarakat setempat. Produk kerajinan tangan yang detail dan memiliki nilai jual tinggi ini menjadi bukti nyata bagaimana ide-ide brilian dan jiwa wirausaha dapat lahir dan berkembang dari desa, didorong oleh semangat dan ketekunan warganya.

Perjalanan Bupati Yusran malam itu bagaikan menyusun puzzle kemajuan Konawe yang holistik. Dari Tarian Mombatani dan Tari Sumaku yang merepresentasikan jiwa dan identitas budaya, hingga anyaman kreatif dari Lalodangge yang mencerminkan semangat kewirausahaan, dan fondasi tata kelola pemerintahan yang ditekankan di Puumbinisi. Expo Inovasi Desa ini sukses menjadi cermin bahwa Konawe sedang bergerak secara menyeluruh, memadukan dengan apik kekuatan budaya, ekonomi kreatif, dan kepemimpinan yang visioner.

Expo yang diperkirakan akan terus memecahkan rekor kunjungan ini telah menjadi penanda abadi. Desa-desa di Konawe tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi telah bertransformasi menjadi subjek utama yang aktif, kreatif, percaya diri, dan siap bersaing dengan mengusung identitas budayanya yang kuat. Gemerlap inovasi dari bumi Konawe ini bukan lagi sekadar cahaya, melainkan api yang siap membara, membawa pesan kuat dari Sulawesi Tenggara untuk Indonesia dan dunia. JM

Berita Terkait

Dinkes Konawe Siaga Bencana: Cegah DBD dan ISPA, Sekolah Terdampak Langsung Diberi Intervensi Fogging
Mentan Amran Tinjau Langsung Sawah Terdampak Banjir di Sultra, Bantuan Rp10 Miliar Disalurkan
Rotasi Besar di Polres Konawe: AKBP Noer Alam Lakukan Penyegaran Organisasi Lewat Sertijab
Bukan Sekadar Seremoni! MoU Konawe-TASPEN Jadi Fondasi Baru Pelayanan ASN yang Adaptif dan Terpercaya
Puskesmas Unaaha Target Periksa 26.083 Jiwa PKG Gratis, Kapus: Kami Butuh Tambahan Mobil Dinas dan Stok strip Gula Darah Tambahan
Abutment Jembatan Awuliti-Asaki Rusak Parah, Konawe Kerahkan Alat Berat Sebelum Putus Total
Menuju MTQ XXXI Sultra 2026, Konawe Latih Ratusan Petugas di 12 Cabang Lomba Sekaligus
Bukan Sekadar Angka: Konawe Buktikan Diri sebagai Kabupaten Layak Anak dengan Raih Skor 128 di Tengah 17 Daerah
Berita ini 14 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:28 WITA

Dinkes Konawe Siaga Bencana: Cegah DBD dan ISPA, Sekolah Terdampak Langsung Diberi Intervensi Fogging

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:55 WITA

Rotasi Besar di Polres Konawe: AKBP Noer Alam Lakukan Penyegaran Organisasi Lewat Sertijab

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:43 WITA

Bukan Sekadar Seremoni! MoU Konawe-TASPEN Jadi Fondasi Baru Pelayanan ASN yang Adaptif dan Terpercaya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:57 WITA

Abutment Jembatan Awuliti-Asaki Rusak Parah, Konawe Kerahkan Alat Berat Sebelum Putus Total

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:21 WITA

Menuju MTQ XXXI Sultra 2026, Konawe Latih Ratusan Petugas di 12 Cabang Lomba Sekaligus

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:19 WITA

Bukan Sekadar Angka: Konawe Buktikan Diri sebagai Kabupaten Layak Anak dengan Raih Skor 128 di Tengah 17 Daerah

Senin, 4 Mei 2026 - 14:31 WITA

Call Center 112 Konawe Beroperasi 24 Jam: Gratis-Bebas Pulsa

Senin, 4 Mei 2026 - 13:42 WITA

MTQ XXXI Sultra di Konawe Diundur karena Ujian Nasional, Target Juara 1 Dicanangkan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x