3.942 Honorer di Konawe Selangkah Lagi Jadi PNS! DPRD dan Pemda Sepakat Usulkan Jadi PPPK Paruh Waktu

- Penulis

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Konawe, Ginal Sambari, saat memberikan keterangan pers usai  Rapat Dengar Pendapat dengan Pemda terkait pengangkatan honorer menjadi PPPK paruh waktu.

Ketua Komisi III DPRD Konawe, Ginal Sambari, saat memberikan keterangan pers usai Rapat Dengar Pendapat dengan Pemda terkait pengangkatan honorer menjadi PPPK paruh waktu.

Langkah bersejarah untuk nasib ribuan tenaga honorer yang selama ini mengabdi tanpa kepastian status — target rampung Desember 2025

KONAWE, PERSADA KITA.ID — Setelah bertahun-tahun menanti kepastian nasib, ribuan tenaga honorer di Kabupaten Konawe akhirnya melihat cahaya di ujung terowongan. Dalam langkah kolaboratif yang jarang terjadi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Daerah (Pemda)

secara resmi menyepakati pengusulan 3.942 tenaga honorer untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat tertutup antara DPRD dan Pemda Konawe di Gedung DPRD, Senin (29/9/2025), menghasilkan kesepakatan historis untuk 3.942 tenaga honorer.

Keputusan ini bukan sekadar janji politik, melainkan hasil lobi intensif dan rapat koordinasi mendalam antara legislatif dan eksekutif. Ketua Komisi III DPRD Konawe, Ginal Sambari, mengungkapkan bahwa usulan ini lahir dari komitmen bersama untuk memberikan keadilan bagi para tenaga honorer yang telah lama mengabdi tanpa jaminan masa depan.

“Ini adalah bagian dari perjuangan kami. Kami sudah sampaikan langsung ke Menteri PANRB dan mendapat jawaban bahwa pengangkatan harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Maka, kami langsung menggelar rapat bersama Pemda — dan hari ini, kesepakatan itu lahir,” ujar Ginal dengan penuh keyakinan.

Rapat Dengar Pendapat:  653 guru yang diusulkan menjadi PPPK paruh waktu.

Jumlah 3.942 orang tersebut bukan angka sembarangan. Mereka adalah sisa kuota dari seleksi PPPK sebelumnya yang belum sempat diakomodir karena keterbatasan anggaran dan formasi. Rinciannya mencakup tiga sektor krusial pelayanan publik:

Guru: 653 orang
Tenaga Kesehatan: 638 orang
Tenaga Teknis: 2.621 orang
DPRD Konawe telah mengeluarkan persetujuan resmi melalui surat rekomendasi yang akan segera dikirim ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Yang menarik, pemerintah daerah kini tidak lagi terikat batas waktu 1 Oktober — tenggat yang sempat menjadi momok bagi honorer di seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Sekda Konawe Launching Program Makanan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita di Dua Kelurahan

“Kami tidak lagi mengacu pada batas waktu 1 Oktober. Harapannya, seluruh proses pengangkatan sudah selesai paling lambat Desember 2025,” tegas Ginal.

Di sisi lain, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Konawe, Suparjo, menegaskan bahwa data yang diusulkan bersifat final dan transparan. Tidak ada ruang bagi “penumpang gelap” atau penambahan di luar mekanisme resmi.

“Semua nama yang diusulkan adalah mereka yang sudah mengikuti tes sebelumnya dan terdata di sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN). Jadi, tidak mungkin ada tambahan. Ini juga langkah preventif agar tidak muncul lagi tenaga honorer baru di luar jalur resmi,” tegas Suparjo.

Langkah ini dipandang sebagai terobosan strategis dalam penataan birokrasi daerah. Selain memberikan kepastian hukum dan kesejahteraan bagi para honorer, kebijakan PPPK paruh waktu juga diharapkan memperkuat pelayanan publik di sektor pendidikan, kesehatan, dan teknis lainnya — tanpa membebani APBD secara berlebihan.

Masyarakat Konawe pun menyambut positif keputusan ini. Bagi ribuan keluarga yang selama ini hidup dalam ketidakpastian, Desember 2025 bukan sekadar tanggal — melainkan pintu menuju masa depan yang lebih layak dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Paripurna HUT ke-81 RI, Inflasi Terendah se-Sultra! Bupati Konawe: Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua
BULOG Unaaha Salurkan 985 Ton Beras Bansos Sekaligus 3 Bulan, Jangkau 32.861 KPM di Konawe
Bupati Yusran Akbar Resmi Buka Job Fair Konawe 2026, 31 Perusahaan Sediakan Ratusan Loker
Polres Konawe Gelar Apel Siaga Bencana Terpadu, Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla dan Banjir
Bupati Yusran Akbar Beri Pembinaan Bagi 581 P3K Gelombang III: “Kalian Tulang Punggung Birokrasi Konawe!”
Evaluasi Kinerja Pemkab Konawe 2025, Bupati Yusran: Indeks Kepuasan Masyarakat Dianggap Baik dan Instruksikan Pacu Kinerja Pelayanan Optimal
Bupati Konawe Yusran Akbar Silaturahmi dengan Pedagang UMKM di Area ICP, Serap Aspirasi dan Nikmati Es Kelapa Muda
Bupati Yusran Akbar di HUT RI ke-81: “Sampah Bisa Jadi Berkah, Ini Peluang Kita!”
Berita ini 409 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:24 WITA

Paripurna HUT ke-81 RI, Inflasi Terendah se-Sultra! Bupati Konawe: Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:15 WITA

BULOG Unaaha Salurkan 985 Ton Beras Bansos Sekaligus 3 Bulan, Jangkau 32.861 KPM di Konawe

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:33 WITA

Bupati Yusran Akbar Resmi Buka Job Fair Konawe 2026, 31 Perusahaan Sediakan Ratusan Loker

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:06 WITA

Polres Konawe Gelar Apel Siaga Bencana Terpadu, Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla dan Banjir

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:30 WITA

Evaluasi Kinerja Pemkab Konawe 2025, Bupati Yusran: Indeks Kepuasan Masyarakat Dianggap Baik dan Instruksikan Pacu Kinerja Pelayanan Optimal

Berita Terbaru