“Jangan pernah berpikir kalian hanya P3K. Kalian ini adalah bagian utama dari inti penggerak pembangunan dan aparatur sipil negara. Ribuan orang termasuk 581 yang ada di sini adalah kekuatan besar bagi Konawe,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Suasana Gedung Wekoila, Unaaha, terasa berbeda pada Selasa (11/8/2026). Di dalamnya, 581 pasang mata tertuju pada sosok Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., yang tengah memberikan pembinaan kepada para peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Gelombang III Tahun 2026 yang terdiri dari tenaga guru, kesehatan dan tenaga teknis.

Tidak sekadar seremoni, pembinaan ini menjadi momen penting bagi ribuan P3K yang berasal dari 28 kecamatan, 57 kelurahan, dan 291 desa di Kabupaten Konawe. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand Sapan, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Erjuna Rasjan, M.Si.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Yusran Akbar menegaskan bahwa P3K bukan sekadar tenaga tambahan. Mereka adalah mesin penggerak utama pembangunan daerah menuju visi Konawe yang berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan.

Di hadapan ratusan peserta, Bupati Yusran Akbar menekankan bahwa P3K adalah representasi Pemerintah Kabupaten Konawe di lapangan. Ia menjabarkan lima peran fundamental P3K, yakni representasi pemerintah, mesin pembangunan di setiap sektor, pelaksana kebijakan kepala daerah, pemberi pelayanan kepada masyarakat, serta perekat persatuan dalam tim birokrasi pemerintahan.
“Jangan pernah berpikir kalian hanya P3K. Kalian ini adalah bagian utama dari inti penggerak pembangunan dan aparatur sipil negara. Ribuan orang termasuk 581 yang ada di sini adalah kekuatan besar bagi Konawe,” tegas Yusran Akbar dengan suara lantang.

Bupati yang akrab disapa Yusran itu juga mendorong para P3K untuk mengubah pola pikir. Bukan lagi sekadar “pencari kerja”, melainkan “penggerak utama pembangunan” yang profesional, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Yusran Akbar mengajak seluruh 581 P3K mengadopsi DNA ASN BerAKHLAK, program dari Kementerian Dalam Negeri yang mencakup nilai-nilai: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
“Ramah, cepat, solutif dalam melayani masyarakat. Bertanggung jawab atas tugas dan anggaran. Terus tingkatkan kompetensi, isi diri dengan informasi dari berbagai saluran media termasuk dari kementerian terkait. Bekerja sama, bergotong royong. Setia pada negara dan jaga nama baik daerah. Cepat menyesuaikan diri dengan teknologi dan regulasi,” paparnya.

Tidak berhenti di situ, Bupati juga memaparkan visi besar Kabupaten Konawe yang tertuang dalam slogan “Membangun Desa, Menata Kota Menuju Konawe Bersahaja”. Visi ini dijabarkan dalam empat pilar yakni, Berdaya Saing melalui inovasi dan SDM unggul, Sejahtera melalui pemerataan pembangunan dan ekonomi inklusif, Adil melalui pemerataan kualitas pelayanan prima di kota dan desa, serta Berkelanjutan melalui digitalisasi birokrasi dan program yang dapat dinikmati generasi mendatang.
“Program kita bukan hanya untuk yang di kota. Desa harus kita bangun agar ekonominya bergerak. Kalau warga desa punya uang, mereka belanja di kota. UMKM kita hidup. Kalian 581 orang ini merupakan bagian dari ribuan orang P3K yang akan menjadi ujung tombak di lapangan,” jelasnya.

Ia juga mendorong para P3K untuk terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai cara, baik pembelajaran daring, membaca, maupun diskusi, agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman di era kemajuan teknologi dan informasi.
Dalam sesi tanya jawab, Bupati Yusran meminta panitia untuk memastikan seluruh P3K yang bertugas di Kabupaten Konawe memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Konawe.
“Siapa di antara 581 orang ini yang tinggal di luar Kabupaten Konawe? Angkat tangan! Saya harap nanti panitia, yang tinggal di luar kota, KTP-nya harus Konawe. Karena Bapak Ibu bekerja di Konawe, digaji di Konawe,” tegasnya.
Ia juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengingatkan pentingnya P3K memahami wilayah kerjanya, termasuk luas wilayah Konawe yang mencapai 6.118 km² dengan jumlah penduduk 270.829 jiwa berdasarkan data statistik 2025.
Sebagai penutup, Bupati Yusran Akbar mengajak sejumlah peserta dari 581 orang yang hadir untuk menghafalkan Panca Prasetya Korpri di hadapan seluruh peserta orientasi. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan komitmen P3K sebagai bagian dari Korp Pegawai Republik Indonesia yang berjanji setia kepada NKRI, menjunjung tinggi kehormatan bangsa, mengutamakan kepentingan negara, memelihara persatuan, serta menegakkan kejujuran, keadilan, dan disiplin.
Dengan pembinaan ini, Pemerintah Kabupaten Konawe berharap para P3K dapat menjadi ujung tombak pelayanan publik dan penggerak pembangunan daerah, mewujudkan Konawe yang berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan. (JM)















