“Gerakan bersih narkoba harus menjadi komitmen bersama”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba kembali ditunjukkan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha. Melalui langkah preventif yang tegas, sebanyak 21 orang menjalani tes urine mendadak pada Sabtu (17/10/2026). Pemeriksaan ini melibatkan 11 pegawai dan 10 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk deteksi dini sekaligus penegasan integritas di lingkungan Rutan.

Hasilnya pun membanggakan. Seluruh sampel urine yang diuji dinyatakan negatif dari zat adiktif. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Unaaha, Ariq Triyanto, menyambut baik capaian tersebut. Meski demikian, ia menekankan bahwa kewaspadaan tidak boleh lengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seluruh hasil tes urine yang negatif merupakan kabar baik bagi kami. Namun, hal ini tidak boleh membuat kewaspadaan menurun. Deteksi dini harus tetap menjadi bagian dari pengawasan rutin agar lingkungan Rutan senantiasa terjaga dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” tegas Ariq dalam keterangannya.

Kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan medis, melainkan juga bentuk penguatan disiplin dan tanggung jawab bagi seluruh unsur di Rutan. Setiap pegawai dan WBP diingatkan akan pentingnya kepatuhan terhadap aturan serta kesadaran kolektif untuk menjaga ketertiban.
Dukungan pun datang dari jajaran petugas. Fredi, salah seorang petugas Rutan, menegaskan bahwa gerakan bersih narkoba harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan belaka.

“Gerakan bersih narkoba harus menjadi komitmen bersama. Kami sebagai petugas mendukung penuh setiap langkah pencegahan dan pengawasan agar Rutan tetap aman, tertib, serta terbebas dari penyalahgunaan narkoba,” ungkap Fredi.
Dengan konsistensi pengawasan, ketegasan terhadap pelanggaran, serta keteladanan petugas, Rutan Unaaha memastikan upaya pemberantasan narkoba berjalan berkelanjutan demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang kondusif dan berintegritas. (*)















