Bukan Sekadar Demo! DPRD Konawe Langsung “Gas” Jadwalkan RDP Usai Aspirasi Warga Routa Ditolak PT SCM dan PT IKIP

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Konawe, Eko Saputra Jaya, SH (berkemeja hitam), berpidato di hadapan demonstran, menjanjikan tindakan tegas dan menjadwalkan RDP terbuka.

Ketua Komisi II DPRD Konawe, Eko Saputra Jaya, SH (berkemeja hitam), berpidato di hadapan demonstran, menjanjikan tindakan tegas dan menjadwalkan RDP terbuka."

Suara dentuman protes mengguncang gedung DPRD Konawe. Gerakan Aliansi Masyarakat Routa yang kecewa berat atas dugaan pelanggaran prosedur Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh PT SCM dan PT IKIP, akhirnya membuahkan hasil instan. Di tengah aksi yang menegangkan, pimpinan Komisi II DPRD Konawe, Eko Saputra Jaya, SH, secara tegas berkomitmen menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) khusus. “Kami tindaki, tidak main-main,” ujarnya, mengubah aksi demonstrasi menjadi gerbang perjuangan transparansi yang sesungguhnya.

Konawe, PERSADA KITA.ID – Gedung DPRD Kabupaten Konawe yang biasa sejuk, tiba-tiba memanas pada Senin (26/1/2026). Ratusan massa dari Gerakan Aliansi Masyarakat Routa memblokade pintu masuk, membentangkan spanduk besar bertuliskan, “Selamatkan Lingkungan Routa dari AMDAL Abal-Abal.”

Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ini adalah letusan kekecewaan yang terpendam lama. Masyarakat Kecamatan Routa mengaku dikhianati. Mereka tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan dokumen AMDAL PT SCM dan PT IKIP, sebuah dokumen sakral yang menjadi syarat mutlak sebelum tambang beroperasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak anti investasi! Tapi jangan bodohi kami!” teriak Baharuddin, salah seorang tokoh masyarakat, dengan suara lantang di atas komando massa. “Pembahasan Amdal kenapa kami tidak dilibatkan? Ini murni pemufakatan jahat. Kami minta DPRD panggil PT SCM dan PT IKIP sekarang, RDP harus dilakukan di depan kami!”

AMDAL, yang merupakan singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, adalah nyawa dari setiap proyek pertambangan. Tanpa pelibatan masyarakat, dokumen tersebut cacat hukum. Fungsinya untuk mengidentifikasi risiko banjir, kerusakan tanah, hingga konflik sosial. Namun, warga Routa menilai perusahaan dan oknum tertentu sengaja menyembunyikan fakta lapangan.

Baca Juga:  PDAM Konawe Bangkit: Restrukturisasi dan Perbaikan Infrastruktur untuk Layanan Air yang Lebih Baik

Tokoh pemuda setempat, Randi Liambo, bahkan mengeluarkan ancaman terselubung yang membuat suasana makin mencekam. “Kami sudah sering kena tipu. Tidak ada sosialisasi, tiba-tiba dokumen sudah jadi. Jika DPRD tidak memenuhi tuntutan kami untuk mengkaji ulang AMDAL, jangan salahkan rakyat jika kami kembali dengan jumlah yang sepuluh kali lipat!”

Menariknya, alih-alih mengusir massa, pimpinan DPRD justru turun gunung. Ketua Komisi II DPRD Konawe, Eko Saputra Jaya, SH, yang didampingi Teguh Rahmat dan Abd. Rahim Lahusi, langsung membuka pintu lebar-lebar.

“Pelibatan masyarakat dalam Amdal adalah harga mati!” tegas Eko di hadapan massa, suaranya menggelegar melalui pengeras suara. “Jika masyarakat tidak dilibatkan, kami akan tindaki. Kami tidak main-main. Ini soal nyawa lingkungan dan masa depan anak cucu kita.”

Tanpa buang waktu, Eko menginstruksikan Sekretariat DPRD Konawe untuk menyusun surat undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Dalam waktu dekat, PT SCM, PT IKIP, Dinas Lingkungan Hidup, dan warga Routa akan duduk satu meja. RDP ini akan terbuka untuk umum, memastikan tidak ada dokumen yang ditutupi.

“Kami akan pastikan proses AMDAL ini transparan atau digugurkan,” pungkas Eko, yang langsung disambut sorak sorai dan yel-yel “Merdeka” dari massa.

Kini, mata masyarakat Routa tertuju pada komitmen DPRD. Apakah RDP ini akan menjadi titik terang, atau hanya panggung sandiwara belaka? JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Konawe Incar Investor Raksasa! Bupati Yusran Jajaki Kerjasama Charoen Pokphand untuk Wujudkan Lumbung Pangan
Polres Konawe Turun Tangan Redam Inflasi, Dua Ton Beras Disalurkan dengan Harga Terjangkau
Kado Istimewa untuk Konawe: Anggaberi Sabet Juara I Lomba Kelurahan Se-Sultra, Langkah Kecil Menuju Panggung Nasional
Konawe Menuju Pariwisata Berkelas Dunia, Mudarman: Kolaborasi Menciptakan Ekosistem Pariwisata Berdaya Saing
PT SCM Raih Penghargaan Terbaik I Rehabilitasi DAS se-Sultra Tahun 2026
Paling Stabil! Inflasi Konawe Semester I 2026 Terkendali, Bupati Yusran: Ini Komitmen Bersama
Bupati dan Wakil Bupati Konawe Tegaskan Program GENTING Bukan Sekadar Sosialisasi, Harus Turun ke Lapangan!
Rezeki Tak Tertukar! Tiga Peserta MTQ Sultra 2026 Berhasil Meraih Tiket Umrah dari Tangan Gubernur Bersama Travel Safaroh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:20 WITA

Konawe Incar Investor Raksasa! Bupati Yusran Jajaki Kerjasama Charoen Pokphand untuk Wujudkan Lumbung Pangan

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:19 WITA

Polres Konawe Turun Tangan Redam Inflasi, Dua Ton Beras Disalurkan dengan Harga Terjangkau

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:16 WITA

Kado Istimewa untuk Konawe: Anggaberi Sabet Juara I Lomba Kelurahan Se-Sultra, Langkah Kecil Menuju Panggung Nasional

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:55 WITA

PT SCM Raih Penghargaan Terbaik I Rehabilitasi DAS se-Sultra Tahun 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:37 WITA

Paling Stabil! Inflasi Konawe Semester I 2026 Terkendali, Bupati Yusran: Ini Komitmen Bersama

Berita Terbaru

Suasana stan Dekranasda Sulawesi Tenggara yang menampilkan beragam produk unggulan dari 17 kabupaten/kota, termasuk tenun motif

EKONOMI & BISNIS

Semangat dari Konawe: Hj Hania Siap Pamerkan Produk Unggulan

Jumat, 10 Jul 2026 - 09:17 WITA

Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, memberikan sambutan di hadapan para peserta workshop. Di latar belakang, terlihat spanduk bertajuk

EKONOMI & BISNIS

Tri Tito Karnavian: Jangan Biarkan Gadget Merenggut Kehangatan Keluarga

Kamis, 9 Jul 2026 - 23:58 WITA