Bocoran Upah Minimal Konawe 2026? Angka Fantastis Diatas Rp 3,14 Juta Diusulkan, Ini Kata Wabup Syamsul

- Penulis

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim memimpin rapat koordinasi Dewan Pengupahan dengan wajah serius, menekankan pentingnya percepatan pengusulan UMK, Selasa (18/11/2025).)

Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim memimpin rapat koordinasi Dewan Pengupahan dengan wajah serius, menekankan pentingnya percepatan pengusulan UMK, Selasa (18/11/2025).)

Pertumbuhan ekonomi Konawe mencapai 14,32%, menjadi dasar pengusulan UMK mandiri

Konawe, PERSADA KITA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe mengambil langkah strategis dan cepat dalam memenuhi hak-hak pekerja. Dalam sebuah rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati, Selasa (18/11/2025), Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, memimpin langsung pembahasan penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Konawe yang mandiri.

Rapat yang dihadiri oleh Asisten III, jajaran Dewan Pengupahan Daerah yang terdiri dari unsur, perwakilan serikat pekerja, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta sejumlah instansi terkait jajaran Kabupaten Konawe ini menghasilkan sebuah rekomendasi nilai sementara yang mencengangkan: Rp 3.140.877,12.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wabup Syamsul Ibrahim saat memimpin rapat koordinasi Dewan Pengupahan Daerah, Selasa (18/11/2025)

Dalam paparannya, Wabup Syamsul menegaskan bahwa Konawe sudah saatnya memiliki upah minimum sendiri yang lepas dari bayang-bayang UMP Sultra. “Salah satu indikatornya adalah angka kemiskinan. Untuk itu, payung hukum kita perjelas,” ujar Syamsul Ibrahim dengan nada tegas, seperti yang didengar oleh media ini di lokasi.

Landasan kepercayaan diri Pemkab Konawe tidak main-main. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe yang tercatat sebesar 14,32 persen tertinggi di Sultra dan menempati peringkat ke-7 besar se-Indonesia menjadi argumentasi utama. Capaian ekonomi yang kuat ini, menurut Wabup Syamsul, harus berdampak langsung pada kesejahteraan para pekerja di tingkat kabupaten.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Ilham Saputra, menjelaskan bahwa Dewan Pengupahan Konawe sudah terbentuk sejak tiga tahun lalu. Komposisinya terdiri dari unsur pemerintah, serikat pekerja/buruh, pengusaha, akademisi/ahli, serta BPS.

Sementara Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Ilham Saputra, menjelaskan bahwa Dewan Pengupahan Konawe sudah terbentuk sejak tiga tahun lalu. Komposisinya terdiri dari unsur pemerintah, serikat pekerja/buruh, pengusaha, akademisi/ahli, serta BPS.

Namun, kata Ilham yang akrab disapa Kiling, selama tiga tahun berjalan, rekomendasi UMK yang dirumuskan Dewan Pengupahan Konawe belum pernah diakomodasi oleh Pemerintah Provinsi. Alhasil, penetapan upah di Konawe selalu mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP).

Baca Juga:  Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal 2026 Tuntas: Bukan Siapa Siapa Juara, 62 Tim Berebut Rp15 Juta

“Padahal kita sudah punya Dewan Pengupahan yang merumuskan UMK. Tetapi setiap tahun, acuan kita tetap UMP,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, UMP Sultra tahun 2025 sebesar Rp3.073.511. Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi, inflasi, produktivitas tenaga kerja, kondisi ketenagakerjaan, hingga kemampuan dunia usaha—Dewan Pengupahan Konawe menghitung UMK sementara di angka Rp3.140.877.

“Secara regulasi, UMK memang harus lebih tinggi dari UMP. Angka Rp3.140.877 tahun berjalan ini yang akan kami bawa ke Pemprov untuk dimintakan persetujuan,” jelas Kiling yang juga ketua KNPI Konawe ini.

Yang membuat rapat ini berbeda adalah instruksi yang tegas dan berorientasi pada kecepatan. Wabup Syamsul tidak ingin ada waktu yang terbuang. “Saya perintahkan, rekomendasi dari rapat ini harus besok masuk pengusulannya ke Pemda Provinsi Sultra,” perintahnya. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Konawe untuk segera merealisasikan UMK yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi dan kemampuan ekonomi daerah.

Meski angka Rp 3.140.877,12 menjadi acuannya di tahun berjalan ini, tim kerja dari Dewan Pengupahan menegaskan bahwa nilai ini belum final. Nilai akhir akan menunggu keputusan UMP Provinsi Sultra 2026, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan rapat penetapan definitif oleh Dewan Pengupahan Kabupaten Konawe.

Kebijakan progresif ini dinilai sebagai angin segar bagi ribuan buruh dan pekerja di Konawe. Jika disetujui, UMK Konawe yang mandiri akan menjadi bukti nyata otonomi daerah yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan. Semua mata kini tertuju pada respons cepat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL
Dukung Digitalisasi Pajak, Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala Daerah dari Berbagai Provinsi Teken Kerja Sama Replikasi SISGITA
Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal 2026 Resmi Digelar, 62 Tim Berebut Total Hadiah Rp15 Juta
Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga
Bupati Konawe Tantang PKK, Rumah Dilan Bersahaja Jadi Jawabannya
Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah
Delapan Bulan Beruntun! Konawe Jawara Inflasi Terendah Se-Sultra
Antisipasi Karhutla, Bupati Konawe Yusran Akbar Perintahkan Pemantauan Titik Rawan
Berita ini 248 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:42 WITA

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL

Senin, 21 September 2026 - 14:06 WITA

Dukung Digitalisasi Pajak, Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala Daerah dari Berbagai Provinsi Teken Kerja Sama Replikasi SISGITA

Sabtu, 19 September 2026 - 21:44 WITA

Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal 2026 Resmi Digelar, 62 Tim Berebut Total Hadiah Rp15 Juta

Kamis, 17 September 2026 - 16:30 WITA

Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga

Senin, 7 September 2026 - 21:25 WITA

Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru