H-3 Blusukan ke Eks MTQ Unaaha, Bupati Yusran Pastikan Progres Pekan Inovasi 2026 On-Track

- Penulis

Minggu, 8 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pekerja dan panitia tengah merakit kerangka stan berbahan bambu dan kayu di lokasi Pekan Inovasi Daerah Konawe 2026. Tampak Bupati Yusran Akbar (kaus coklat) berdiskusi dengan pelaksana lapangan, memastikan setiap detail fisik dan teknis selesai tepat waktu sebelum 11 November.

Sejumlah pekerja dan panitia tengah merakit kerangka stan berbahan bambu dan kayu di lokasi Pekan Inovasi Daerah Konawe 2026. Tampak Bupati Yusran Akbar (kaus coklat) berdiskusi dengan pelaksana lapangan, memastikan setiap detail fisik dan teknis selesai tepat waktu sebelum 11 November.

Bupati Konawe H. Yusran Akbar ST tidak ingin gelaran berskala besar berjalan setengah hati. Tiga hari sebelum pembukaan, ia turun langsung ke eks MTQ Unaaha, Minggu (8/11/2026), memastikan seluruh persiapan Pekan Inovasi Daerah 2026 tuntas tanpa alasan.

 

Konawe, PERSADA KITA.ID — Tiga hari menjelang pembukaan, Bupati Konawe H. Yusran Akbar ST tidak ingin melihat gelaran berskala besar ini berjalan setengah hati. Minggu (8/11/2026), ia turun langsung meninjau lokasi Pekan Inovasi Daerah Kabupaten Konawe 2026 di eks MTQ Unaaha. Di tengah terik dan aktivitas pekerja yang tengah merangkai panggung serta stan dari kayu dan bambu, Bupati memastikan satu hal, seluruh persiapan harus tuntas, tanpa alasan, dan tanpa kompromi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Konawe H. Yusran Akbar ST (tengah, kaus coklat) bersama sejumlah kepala OPD dan panitia berfoto bersama sambil mengepalkan tangan, di atas tumpukan bambu yang akan digunakan untuk stan pameran di eks MTQ Unaaha, Minggu (8/11/2026). Gestur itu menyiratkan optimisme, tetapi juga tekanan: H-3 menuju pembukaan, tidak ada ruang untuk lengah.

Pekan Inovasi Daerah kali ini bukan pameran biasa. Mengusung tema “Inovasi Daerah untuk Negeriku, Konawe Bersahaja,” kegiatan yang dijadwalkan berlangsung 11–21 November 2026 ini diikuti sedikitnya 436 peserta. Mereka berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 28 kecamatan, 57 kelurahan, 291 desa, instansi vertikal, perusahaan swasta, hingga pelaku UMKM se-Kabupaten Konawe.

Bagi Bupati Yusran Akbar, angka itu bukan sekadar statistik. Ia menegaskan, setiap peserta wajib menampilkan inovasi unggulan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar replika program yang sudah usang.

“Setiap OPD harus memastikan materi, inovasi, dan program yang akan ditampilkan benar-benar siap untuk diketahui dan dinilai masyarakat. Jangan menganggap ini agenda biasa,” tegas Bupati saat meninjau lokasi.

Peninjauan H-3 ini menjadi sinyal kuat bahwa Bupati tidak ingin ada “kejutan” di hari pembukaan. Ia meminta seluruh perangkat daerah bergerak bersama, membagi peran sesuai tugas dan fungsi, serta tidak menunggu hingga hari pelaksanaan untuk menyelesaikan pekerjaan. Instruksi itu lahir dari kesadaran bahwa ekspo ini diproyeksikan menjadi etalase Kabupaten Konawe — panggung untuk memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya membangun, tetapi juga berinovasi secara nyata.

Baca Juga:  Wakapolda Sultra Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba

Yang menarik, Pekan Inovasi kali ini tidak hanya milik birokrasi. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diberi ruang signifikan untuk unjuk gigi. Kehadiran mereka bukan pelengkap. Bagi Bupati Yusran, UMKM adalah bagian dari ekosistem inovasi yang harus tumbuh seiring dengan terobosan tata kelola pemerintahan.

Melalui pameran ini, UMKM Konawe mendapatkan akses langsung untuk memperkenalkan produk unggulan lokal kepada masyarakat luas, sekaligus membuka jaringan pasar baru.

Dalam konteks “Konawe Bersahaja” — visi pembangunan yang menekankan daya saing, kesejahteraan, keadilan, dan keberlanjutan — UMKM berperan sebagai penopang ekonomi kerakyatan yang tidak bisa diabaikan.

Pemerintah daerah pun mendorong agar inovasi yang dipamerkan, baik dari OPD maupun UMKM, tidak berhenti di atas panggung, tetapi berlanjut menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat.

Pekan Inovasi Daerah 2026 bukan sekadar ajang unjuk kreativitas. Ia adalah implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, yang mewajibkan setiap daerah membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan.

Tujuan utamanya jelas. Mempublikasikan terobosan tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat.

Sasaran spesifiknya, setiap peserta — mulai dari OPD hingga desa — diwajibkan menyiapkan minimal satu inovasi unggulan, baik berbasis digital maupun nondigital, yang telah atau sedang diterapkan di wilayah masing-masing.

Panggung utama Pekan Inovasi Daerah Konawe 2026 dengan gapura bertema “Konawe Bersahaja” berdiri kokoh di pelataran eks STQ Unaaha.

Panitia bahkan telah menyiapkan sistem penilaian ketat dengan substansi inovasi (40%), presentasi dan edukasi (30%), visual dan kreativitas stan (20%), serta interaktivitas dengan pengunjung (10%). Ini bukan panggung basa-basi. Ini adalah ujian terbuka bagi kinerja pemerintah dan kreativitas pelaku usaha.

Dengan waktu yang tersisa tiga hari, tekanan kini berada di pundak seluruh peserta. Bupati Yusran telah memberi peringatan dini. Konawe tidak butuh pameran yang meriah tetapi kosong. Konawe butuh bukti bahwa inovasi benar-benar bekerja — dan UMKM adalah bagian tak terpisahkan dari bukti itu. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pameran Inovasi Daerah 2026, Kadis Ketapang Konawe Pamerkan Sistem Pangan Terintegrasi
“Bukan Cuma Buka Jalan! Ekspedisi Latoma-Routa Temukan Makam Leluhur hingga Danau Tersembunyi di Konawe”
Pendaftaran Lapak UMKM Pekan Inovasi Daerah Konawe 2026 Ditutup, NIB Jadi Syarat Mutlak
Menyongsong Pekan Inovasi Konawe: Sinergi Lintas Sektor, Panggung UMKM, Hingga Terobosan Pelayanan Publik
Jelang Pekan Inovasi Daerah: Dari Antrean Panjang Hingga Pelayanan Jemput Bola, Begini Cara Forum Konawe Layani UMKM
Ketua Forum UKM-IKM Konawe Rita Harmasan Gas Pol! Gratiskan UMKM Lokal di Pekan Inovasi Daerah 2026, NIB Jadi Harga Mati
KPK Apresiasi Komitmen Pemda Konawe, Desa Ahuawatu Dijadikan Percontohan Antikorupsi
KPK Cek Indikator Antikorupsi di Konawe, Bupati Yusran Akbar Paparkan Rahasia Ketahanan Pangan di Tengah Kemarau
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 17:31 WITA

Pameran Inovasi Daerah 2026, Kadis Ketapang Konawe Pamerkan Sistem Pangan Terintegrasi

Minggu, 8 November 2026 - 15:51 WITA

H-3 Blusukan ke Eks MTQ Unaaha, Bupati Yusran Pastikan Progres Pekan Inovasi 2026 On-Track

Sabtu, 7 November 2026 - 21:36 WITA

“Bukan Cuma Buka Jalan! Ekspedisi Latoma-Routa Temukan Makam Leluhur hingga Danau Tersembunyi di Konawe”

Jumat, 6 November 2026 - 20:38 WITA

Pendaftaran Lapak UMKM Pekan Inovasi Daerah Konawe 2026 Ditutup, NIB Jadi Syarat Mutlak

Jumat, 6 November 2026 - 15:10 WITA

Menyongsong Pekan Inovasi Konawe: Sinergi Lintas Sektor, Panggung UMKM, Hingga Terobosan Pelayanan Publik

Berita Terbaru