Bapemperda DPRD Konawe Fokus Garap 10 Raperda Strategis untuk Rakyat

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat tertutup Bapemperda DPRD Konawe: Ketua Bapemperda DPRD Konawe, Ir. H. Majenuddin, M.Si (kiri) saat memverifikasi 10 judul Raperda untuk Propemperda 2026.

Suasana rapat tertutup Bapemperda DPRD Konawe: Ketua Bapemperda DPRD Konawe, Ir. H. Majenuddin, M.Si (kiri) saat memverifikasi 10 judul Raperda untuk Propemperda 2026.

Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Konawe secara resmi menetapkan 10 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) sebagai prioritas Program Pembentukan Perda (Propemperda) Tahun 2026. Ketua Bapemperda, Ir. H. Majenuddin, M.Si, menegaskan bahwa nasib seluruh Raperda ini sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah, seraya mengkritisi lemahnya implementasi Perda selama ini yang kerap hanya menjadi “tumpukan kertas di lemari.”

Konawe, PERSADA KITA.ID – Di tengah dinamika politik tahun 2026, DPRD Kabupaten Konawe justru memacu langkah dalam fungsi legislasi. Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) setempat telah mengunci 10 judul Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang akan masuk dalam Propemperda tahun depan.

Ketua Bapemperda DPRD Konawe, Ir. H. Majenuddin, M.Si

Ketua Bapemperda DPRD Konawe, Ir. H. Majenuddin, M.Si, dalam wawancara eksklusif dengan PERSADA KITA.ID, Selasa (3/2/2026), mengungkapkan bahwa proses verifikasi oleh Bagian Hukum Setda Konawe telah rampung. Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada tumpang tindih pengaturan dan kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan terbaru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan sampai ada Perda yang lahir belakangan, tapi mengatur hal yang sama dengan Perda lama. Dulu masih banyak yang pakai dasar hukum kadaluwarsa. Sekarang kita sesuaikan semua,” tegas Majenuddin.

Tahapan dan Kendala Anggaran

Setelah verifikasi daerah, tahap selanjutnya adalah harmonisasi di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sulawesi Tenggara. Namun, titik kritis terletak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Majenuddin secara blak-blakan menyatakan bahwa pembahasan 10 Raperda tidak mutlak akan tuntas seluruhnya.

“Semua tergantung kemampuan anggaran. Bisa saja nanti ada pengurangan. Prioritas utama adalah Raperda yang merupakan perintah langsung undang-undang dan yang berkaitan erat dengan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat,” ujar mantan Kepala Dinas PUPR Konawe Utara itu.

Ketua Bapemperda DPRD Konawe, Ir. H. Majenuddin, M.Si

Sorotan Tajam: Perda yang Mandul

Yang menarik dari pernyataan Majenuddin adalah kritik pedas terhadap efektivitas Perda selama ini. Menurutnya, kelemahan utama pembentukan Perda di Konawe adalah berhentinya regulasi setelah diundangkan. Minimnya sosialisasi dan penegakan membuat Perda kehilangan ruh.

“Output dari semua proses ini adalah pelayanan publik dan kesejahteraan. Tapi seringkali, setelah diundangkan, Perda hanya menjadi tumpukan kertas di lemari. Ini yang harus kita ubah,” sindir politisi PBB tersebut.

Bapemperda berencana mengintegrasikan sosialisasi Perda ke dalam masa reses anggota dewan, sehingga masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga memahami dan menjalankan aturan yang dibuat.

“Harapan kami, Perda yang lahir ini benar-benar dijalankan dan dirasakan manfaatnya. Jangan sampai fungsi regulasi kita lemah, sementara fungsi anggaran dan pengawasan sudah berjalan,” pungkasnya. JM

Berita Terkait

Disdukcapil Konawe “Jemput Bola” hingga Pelosok: Disabilitas, Lansia, hingga Warga Lapas Dapat KTP
Pengurus Forum UKM-IKM Konawe Ikuti Sosialisasi HKI: Resep Kue hingga Kemasan Kini Bisa Dilindungi Hukum
Silaturahmi Forum UKM-IKM Konawe, Rita Harmasan Papua Siap Fasilitasi Kemudahan Berusaha bagi Pelaku UMKM
Senin Lega! Daging Ayam dan Telur Stabil, Cabai Rawit Kini Rp45 Ribu di Pasar Asinua Unaaha
Video Conference Operasionalisasi KDKMP, dari Desa Mataiwoi: Bupati Konawe Dorong Sinergi Koperasi Merah Putih dan Peternakan
Pascakonsolidasi, Rita Harmasan Papua: Forum UKM-IKM Konawe Siap Jadi Penggerak Bisnis Bukan Sekadar Wadah
Security PT OSS Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Mess Karyawan
Kapolda Riau: 39 Jembatan Desa Ini Wujud Nyata Pengabdian Polri untuk Rakyat
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:51 WITA

Pengurus Forum UKM-IKM Konawe Ikuti Sosialisasi HKI: Resep Kue hingga Kemasan Kini Bisa Dilindungi Hukum

Senin, 18 Mei 2026 - 21:27 WITA

Silaturahmi Forum UKM-IKM Konawe, Rita Harmasan Papua Siap Fasilitasi Kemudahan Berusaha bagi Pelaku UMKM

Senin, 18 Mei 2026 - 10:41 WITA

Senin Lega! Daging Ayam dan Telur Stabil, Cabai Rawit Kini Rp45 Ribu di Pasar Asinua Unaaha

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:12 WITA

Video Conference Operasionalisasi KDKMP, dari Desa Mataiwoi: Bupati Konawe Dorong Sinergi Koperasi Merah Putih dan Peternakan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:42 WITA

Fokus di Terminal Baruga, Sultra Kebut Operasional 75 Koperasi Merah Putih Jelang Juli 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:58 WITA

Presiden Prabowo Resmikan Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Jadi Tonggak Bersejarah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:35 WITA

Pascakonsolidasi, Rita Harmasan Papua: Forum UKM-IKM Konawe Siap Jadi Penggerak Bisnis Bukan Sekadar Wadah

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:15 WITA

Forum UKM-IKM Konawe Gelar Konsolidasi Pengurus Baru, Rita Harmasan Papua Pimpin 300 Anggota

Berita Terbaru