Rita Harmasan Papua resmi dikukuhkan sebagai Ketua Forum UKM-IKM Konawe periode 2026-2029. Asisten II Setda Konawe sebut pelaku UMKM pahlawan ekonomi daerah.
Konawe, PERSADA KITA.ID – Rita Harmasan Papua bersama jajaran pengurus Forum UKM-IKM Kabupaten Konawe periode 2026-2029 resmi dikukuhkan di Aula BKPSDM Konawe, Selasa (9/6/2026). Pengukuhan ditandai dengan pembacaan SK oleh Sekretaris Forum UKM-IKM Sultra, Dr. Asraf, SE., MM., serta pemasangan pin oleh Asisten II Setda Konawe, Sri Joko Wahyu Hendro, SE., MSi., yang mewakili Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST.

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat penting antara lain Ketua Forum UKM-IKM Provinsi Sulawesi Tenggara Dr. H. Abdul Hakim, SE., MS., Wakil Ketua Dr. Sardiman, Sekretaris Dr. Asraf, Kepala Dinas PTSP Palaiman, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Konawe Hj. Andi Tendri Rawe Lasandara, SE., MSi., bersama para kepala OPD lingkup Pemkab Konawe.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asisten II Setda Konawe dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan forum ini sejalan dengan visi misi kepala daerah dalam RPJMD Konawe 2025-2030, yakni “Konawe Bersahaja Membangun Desa Menata Kota” – di mana “bersahaja” berarti berdaya saing. Ia menyebut telah terjadi sinergi harmoni antara pemerintah dan pihak swasta.

Asisten II menyatakan para pelaku UMKM sebagai investor skala kabupaten dan pahlawan daerah. “Dengan menggeliatnya usaha Bapak Ibu, PAD kita naik. Fiskal kita bagus, APBD kita bagus, itu akan kembali ke masyarakat untuk pembangunan,” ujarnya. Ia juga menekankan forum ini diharapkan menciptakan multiplier effect mengatasi pengangguran dan kemiskinan.

Ketua Forum UKM-IKM Sultra, Dr. H. Abdul Hakim, memaparkan bahwa dari 17 kabupaten di Sulawesi Tenggara, 16 telah terbentuk kepengurusan forum. Ia menjelaskan forum menjadi jembatan informasi antara pemerintah pusat dan pengusaha lokal. Nilai tambah bergabung dengan forum adalah akses informasi luas, prioritas bantuan pemerintah, serta sinergi dan motivasi antaranggota.
Mengenai permodalan, Dr. Abdul Hakim mendorong UMKM untuk mandiri dan tidak tergantung pada bantuan luar. “Manfaatkan sumber daya yang ada, berdiri di kaki sendiri. Nanti bukan kita yang meminta ke bank, tapi bank yang menawarkan ke kita,” tegasnya. Ia juga mendorong setiap kabupaten mengembangkan produk unggulan daerah masing-masing.

Dalam sambutannya usai dikukuhkan, Rita Harmasan Papua menyatakan hari ini adalah “hari kebangkitan UMKM Konawe”. “UMKM Konawe tidak akan lagi menjadi penonton di daerahnya sendiri!” tegasnya. Ia mengajak seluruh pengurus dan pelaku UMKM untuk bangkit, bergerak, dan naik kelas.
Rita Harmasan menyoroti realitas pahit yang selama ini dialami: kopi Konawe yang harum mendunia masih dijual kemasan plastik polos, kerajinan anyaman kalah pamor dengan oleh-oleh luar daerah, serta hasil laut dan pertanian hanya menjadi pemasok bahan mentah. “Apakah kita mau terus seperti ini? TIDAK! Sudah waktunya kita berubah!” serunya.

Ia menyampaikan tiga pesan motivasi: jangan pernah merasa kecil sebagai UMKM, kolaborasi akan mengalahkan kompetisi, dan dukungan penuh Bupati jangan disia-siakan. “Forum ini bukan tempat adu gelar atau adu kekayaan, tapi ruang perjuangan bersama untuk belajar, berkolaborasi, dan menyalakan semangat,” ujarnya.

Rita Harmasan memaparkan empat program unggulan: Program Gerbang Digital (1.00 UMKM melek internet dan jualan online dalam 1 tahun), Program Pasar Berkah (pasar murah dan koneksi ke hotel/restoran/Toko Reatail), Program UMKM Naik Kelas (pelatihan kemasan, legalitas, keuangan, dan akses pasar regional), serta Program Modal Kita (akses permodalan mudah dengan bunga rendah).
Menutup sambutannya, Rita Harmasan mengajak seluruh pihak membuktikan bahwa UMKM bukan sektor pinggiran tapi tulang punggung ekonomi daerah. “Buktikan bahwa dari Konawe bisa lahir produk mendunia. UMKM Konawe bangkit, UMKM Konawe naik kelas, dan Konawe Bersahaja bukan mimpi!” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin. JM


















Tinggalkan Balasan