“Retrospektif berarti kita menengok masa lalu sebagai mata rantai sejarah yang menjadi fondasi berharga. Introspektif menjadikan momentum ini untuk mawas diri. Sementara prospektif adalah upaya merancang masa depan berlandaskan realitas saat ini tanpa melupakan nilai-nilai sejarah,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menggelar Rapat Paripurna Istimewa yang penuh khidmat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe, Selasa (3/3/2026). Tidak sekadar seremonial, rapat ini menjadi momen refleksi mendalam perjalanan panjang daerah dari masa kerajaan hingga transformasi modern yang membuahkan berbagai penghargaan nasional.

Rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD setempat itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM. Ia didampingi Wakil Ketua I Nuryadin Tombili, ST, dan Wakil Ketua II Nasrullah Faizal, SH. Turut hadir dalam sesi istimewa ini Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST, bersama Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, SE, M.Si, serta jajaran lengkap Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, hingga insan pers.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Ketua DPRD I Made Asmaya menjelaskan bahwa peringatan hari ulang tahun memiliki tiga makna filosofis yang menjadi pondasi pembangunan Konawe: Retrospektif (menengok masa lalu), Introspektif (mawas diri), dan Prospektif (merancang masa depan).
“Retrospektif berarti kita menengok masa lalu sebagai mata rantai sejarah yang menjadi fondasi berharga. Introspektif menjadikan momentum ini untuk mawas diri. Sementara prospektif adalah upaya merancang masa depan berlandaskan realitas saat ini tanpa melupakan nilai-nilai sejarah,” ujar Made Asmaya di hadapan seluruh undangan.

Menelusuri Akar Sejarah: Dari Kerajaan Konawe hingga Daerah Otonom
Made Asmaya secara gamblang memaparkan sejarah panjang peradaban Konawe. Wilayah yang kini dikenal sebagai Kabupaten Konawe ternyata berakar dari kejayaan masa lampau. Cikal bakal pemerintahan tradisional dimulai dari penggabungan kerajaan kecil seperti Padangguni, Besulutu, Wawolesea, Watumendonga, dan Tambosupa. Mereka bersatu dalam konfederasi Kerajaan Konawe di bawah kepemimpinan Mokole More Wekoila sekitar abad ke-12.
Puncak kejayaan kerajaan ini terjadi pada masa pemerintahan Mokole La Rebi bergelar Sangia Inato (1602–1668), yang menerapkan sistem pemerintahan Barata dengan struktur kepemimpinan yang sangat kuat dan terorganisir. Warisan nilai-nilai kepemimpinan itulah yang hingga kini masih terasa dalam tata kelola pemerintahan Konawe modern.
Memasuki era reformasi, Konawe menunjukkan perannya sebagai daerah pemekar dengan melahirkan sejumlah daerah otonom baru, yaitu Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe Utara, dan Kabupaten Konawe Kepulauan. “Ini adalah kontribusi nyata Konawe dalam mendorong pemerataan pembangunan di Sulawesi Tenggara,” tegas Made Asmaya.

Transformasi DPRD dan Segudang Prestasi di Usia 66
Memasuki usia ke-66 tahun, DPRD Konawe tidak tinggal diam. Legislator menyatakan komitmennya untuk terus melakukan transformasi kelembagaan menuju kinerja profesional, modern, dan akuntabel. Dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, DPRD berjanji untuk memastikan setiap kebijakan berdampak nyata pada kesejahteraan warga.
Komitmen tersebut terbukti berbuah manis. Pemerintah Kabupaten Konawe berhasil meraih dua penghargaan bergengsi di tahun 2026 ini:
Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 dari BPJS Kesehatan, sebagai bentuk keberhasilan menjamin perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Indonesia Innovation Excellence Award 2026, sebagai pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional menuju Indonesia Emas.
Menutup rapat paripurna yang penuh haru dan semangat itu, Ketua DPRD mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi.
“Dirgahayu Kabupaten Konawe ke-66 Tahun 2026. Mari kita wujudkan bersama Konawe yang bersahaja, berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan,” pungkas I Made Asmaya disambut tepuk tangan seluruh peserta rapat. (JM)
















