Kapolda Sultra, Panen Jagung Bareng Petani: Simbol Kolaborasi Nyata untuk Ketahanan Pangan

- Penulis

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Didik Agung Widjanarko (tengah) didampingi Sekda Konawe, Ferdind (kiri) dan Kajari Fachrizal (kanan), memetik jagung dengan tangan, senyum lebar, latar belakang hamparan tanaman jagung siap panen di lahan SMKNPP 5 Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis (13/11/2025).

Kapolda Didik Agung Widjanarko (tengah) didampingi Sekda Konawe, Ferdind (kiri) dan Kajari Fachrizal (kanan), memetik jagung dengan tangan, senyum lebar, latar belakang hamparan tanaman jagung siap panen di lahan SMKNPP 5 Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis (13/11/2025).

Tak pakai sarung tangan, tak naik traktor—Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko justru berdiri di tengah hamparan jagung kuning, menunduk, lalu dengan tangan telanjang memetik tongkol demi tongkol dari batangnya. Di tengah terik matahari Wawotobi, ia tak canggung memipil jagung pakai mesin, tertawa bersama petani, lalu menyerahkan hasil panen ke Bulog—sebagai simbol bahwa kepolisian kini tak hanya mengamankan, tapi juga mengawal ketahanan pangan dari hulu ke hilir.

Konawe, PERSADA KITA.ID — Di tengah isu krisis pangan global, Kabupaten Konawe memberikan jawaban nyata: kerja kolaboratif yang tak pandang jabatan.

Lahan perkebunan SMKNPP 5 Wawotobi — sekolah kejuruan berbasis pertanian dan perkebunan — berubah jadi panggung sinergi nasional, Kamis (13/11/2025). Di sini, Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, Ketua DPRD I Made Asmaya, Kapolres AKBP Noer Alam, Kajari Fachrizal, Sekda Konawe Ferdinand, dan Kepala Sekolah Ikhwal Khoir tak hanya hadir sebagai tamu kehormatan—tapi sebagai pekerja lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko saat memanen jagung hibrida varietas KH-1

Mereka ikut memetik, mengupas, memasukkan ke karung, bahkan memipil jagung hibrida varietas KH-1—unggulan untuk pakan ayam broiler yang kini jadi tulang punggung industri peternakan nasional.

Tidak pakai sarung tangan, Kapolda Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko mengisyaratkan agar dapat merasakan langsung seperti petani, tapi hati lega karena hasilnya nyata.

Baca Juga:  Polda Sultra Tegaskan Penahanan Pendemo Smelter PT SCM Sesuai Bukti dan SOP, Bukan Kriminalisasi

Dari Lahan Tidur ke Lumbung Pangan

Menurut petani setempat, Nendi, dari total 15 hektar lahan integrasi SMK-petani, 7 hektar telah siap panen—menghasilkan 4–5 ton jagung pipilan kering per hari.

“Ini baru tahap awal. Kalau semua 15 hektar panen serentak, kami bisa suplai 10–12 ton/hari—cukup untuk pakan 200 ribu ekor ayam per hari,” ungkapnya.

Penanaman dimulai Agustus 2025, dan hari ini—tepat 96 hari kemudian—hasilnya sudah bisa dipanen, dipipil mesin, lalu diserahkan ke Bulog Cabang Unaaha dalam hitungan jam.

“Ini bukti bahwa pertanian modern tak harus mahal. Cukup benih unggul (KH-1), irigasi sederhana, dan kemitraan SMK-Petani-Bulog-Polri,” jelas Ikhwal Khoir, Kepala SMKNPP 5.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, menegaskan komitmen politik daerah:

“Asta Cita Presiden bukan retorika. Di Konawe, kami wujudkan lewat anggaran. APBD 2026 akan dialokasikan maksimal untuk peningkatan produksi padi dan jagung—karena ketahanan pangan adalah hak dasar rakyat.”

Aksi Kapolda memetik jagung bukan sekadar photo opportunity. Ini adalah bagian dari Program Polri Mengawal Pangan (PMP)—inisiatif nasional untuk memastikan stok pangan aman, harga stabil, dan petani sejahtera. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL
Dukung Digitalisasi Pajak, Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala Daerah dari Berbagai Provinsi Teken Kerja Sama Replikasi SISGITA
Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga
Bupati Konawe Tantang PKK, Rumah Dilan Bersahaja Jadi Jawabannya
Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah
Delapan Bulan Beruntun! Konawe Jawara Inflasi Terendah Se-Sultra
Antisipasi Karhutla, Bupati Konawe Yusran Akbar Perintahkan Pemantauan Titik Rawan
Bupati Konawe Tutup Orientasi PPPK, Sampaikan Pesan Penting untuk Peserta
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:42 WITA

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL

Senin, 21 September 2026 - 14:06 WITA

Dukung Digitalisasi Pajak, Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala Daerah dari Berbagai Provinsi Teken Kerja Sama Replikasi SISGITA

Kamis, 17 September 2026 - 16:30 WITA

Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga

Senin, 7 September 2026 - 21:25 WITA

Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah

Rabu, 2 September 2026 - 13:41 WITA

Delapan Bulan Beruntun! Konawe Jawara Inflasi Terendah Se-Sultra

Berita Terbaru