KKP Genjot Pesisir Konawe, KNMP Sorue Jaya Disiapkan Sebagai Pusat Ekonomi Baru

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) didampingi pejabat KKP, Wakil Gubernur Sultra, Hugua, Bupati Konawe, H Syamsul Ibrahim, Anggota DPRD Konawe, H Ginal Sambari saat meninjau fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (17/8/2026). Kawasan ini menjadi salah satu dari 100 titik KNMP tahap pertama yang telah rampung dibangun.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) didampingi pejabat KKP, Wakil Gubernur Sultra, Hugua, Bupati Konawe, H Syamsul Ibrahim, Anggota DPRD Konawe, H Ginal Sambari saat meninjau fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (17/8/2026). Kawasan ini menjadi salah satu dari 100 titik KNMP tahap pertama yang telah rampung dibangun.

“Setelah 81 tahun merdeka, masih terdapat nelayan yang belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan,”

Konawe, PERSADA KITA.ID – Momen Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia tahun ini terasa istimewa bagi warga Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Untuk pertama kalinya, upacara peringatan kemerdekaan digelar di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Senin (17/8/2026).

Upacara bertema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” itu berlangsung khidmat, dihadiri Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP, Erwin Dwiyana, Wakil Gubernur Sultra, Dr. Ir. Hugua, M.Ling, Wakil Bupati Konawe, H Syamsul Ibrahim SE MSi, jajaran OPD Pemkab Konawe dan para nelayan hingga masyarakat pesisir setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah 81 tahun merdeka, masih terdapat nelayan yang belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan,” ujar Trenggono usai upacara peringatan HUT ke-81 RI.

Trenggono menjelaskan bahwa KNMP Desa Sorue Jaya merupakan salah satu dari 100 titik pembangunan tahap pertama yang telah selesai dibangun. Pemerintah kini mengejar target penyelesaian 1.269 titik pada akhir tahun 2026.

“Target kita pada akhir tahun ini dapat menyelesaikan hingga 1.269 titik, sehingga siap untuk diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Trenggono.

Program ini merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintahan Prabowo Subianto untuk membangun 5.000 titik Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Trenggono menegaskan bahwa kehadiran sarana dan prasarana produksi perikanan yang lengkap di Konawe diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendongkrak produktivitas nelayan agar ‘naik kelas’ .

Fasilitas yang telah dibangun di KNMP Sorue Jaya meliputi: Cold storage (gudang pendingin) untuk menjaga kualitas ikan, Pabrik es portabel untuk kebutuhan melaut, SPBU Nelayan (SPBN) dan Shelter pendaratan ikan dan dermaga serta Area kuliner untuk mendukung usaha masyarakat.

“Selama 81 tahun Indonesia merdeka, kawasan pesisir relatif belum tersentuh secara optimal. Jika di sektor pertanian sudah didukung bendungan, irigasi, dan subsidi pupuk hingga mencapai swasembada, maka kini saatnya sektor pesisir kita dorong melalui penyiapan sarana dan prasarana produksi yang memadai,” tegasnya.

Baca Juga:  Dari Sampah Menjadi Emas: DLH Konawe Optimis Ubah Limbah Jadi Peluang Ekonomi

Meski masih dalam tahap uji coba operasional, KNMP Sorue Jaya telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebanyak 8 ton ikan hasil tangkapan nelayan telah berhasil dikirim ke luar daerah, dengan kualitas yang disebutkan memenuhi standar ekspor.

Keberadaan cold storage dan fasilitas rantai dingin terbukti membantu menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas.

“Kita ingin kampung-kampung nelayan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir,” pungkas Trenggono.

Trenggono mengungkapkan bahwa seluruh sarana yang telah rampung nantinya akan diserahterimakan kepada pihak desa. Pengelolaannya akan dikembangkan sebagai salah satu unit usaha di bawah Koperasi Desa Merah Putih.

Pemerintah daerah juga berencana memadukan kawasan ini dengan program penataan permukiman nelayan di sekitarnya, menciptakan ekosistem ekonomi yang terintegrasi.

Program KNMP merupakan salah satu dari lima program kerja prioritas KKP di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, di samping program Budi Daya Ikan Tematik Berbasis Desa, Revitalisasi Budidaya Ikan Pantura Jawa, Pembangunan Budidaya Udang Terintegrasi, Modernisasi Kapal Perikanan, serta pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional.

Tak hanya upacara, KKP juga menghadirkan pelaku UMKM perikanan dalam bazar produk kelautan di kawasan KNMP. Sekitar 15 hingga 20 jenis produk olahan perikanan dipamerkan, mulai dari bakso ikan hingga berbagai kuliner laut lainnya.

Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP, Erwin Dwiyana, mengatakan pelibatan pelaku UMKM lokal bertujuan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

“Rangkaian kegiatan ini bertujuan agar produk masyarakat tidak hanya dikenal dan dibeli untuk keuntungan jangka pendek, tetapi juga dipahami potensi jangka panjangnya,” ujar Erwin.

KKP juga menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan layanan konsultasi dan edukasi literasi keuangan bagi para pelaku UMKM.

Tak ketinggalan, Perum Bulog turut hadir dalam Gerakan Pangan Murah, menyediakan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga terjangkau bagi masyarakat pesisir.

Dengan target 5.000 titik di seluruh Indonesia hingga 2029, KKP optimistis sektor kelautan dan perikanan akan menjadi tulang punggung ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Paripurna HUT ke-81 RI, Inflasi Terendah se-Sultra! Bupati Konawe: Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua
BULOG Unaaha Salurkan 985 Ton Beras Bansos Sekaligus 3 Bulan, Jangkau 32.861 KPM di Konawe
Bupati Yusran Akbar Resmi Buka Job Fair Konawe 2026, 31 Perusahaan Sediakan Ratusan Loker
Bupati Konawe Yusran Akbar Silaturahmi dengan Pedagang UMKM di Area ICP, Serap Aspirasi dan Nikmati Es Kelapa Muda
Bupati Yusran Akbar di HUT RI ke-81: “Sampah Bisa Jadi Berkah, Ini Peluang Kita!”
Inflasi 1,49% Konawe Paling Rendah se-Sultra, Bupati Yusran: “Realisasi Pendapatan dari Sektor Pajak Restoran Melesat 88%, Ini Bukti UMKM Bangkit!”
Capaian PAD Konawe Juli 2026, Andi Tenri: Bapenda Susun Langkah Atasi Bocoran Data dan Regulasi
Semester I PAD Konawe Capai 52,81%, Bupati Yusran: Tapi Jangan Sampai Masyarakat Tertekan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:08 WITA

KKP Genjot Pesisir Konawe, KNMP Sorue Jaya Disiapkan Sebagai Pusat Ekonomi Baru

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:24 WITA

Paripurna HUT ke-81 RI, Inflasi Terendah se-Sultra! Bupati Konawe: Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:15 WITA

BULOG Unaaha Salurkan 985 Ton Beras Bansos Sekaligus 3 Bulan, Jangkau 32.861 KPM di Konawe

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:33 WITA

Bupati Yusran Akbar Resmi Buka Job Fair Konawe 2026, 31 Perusahaan Sediakan Ratusan Loker

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:23 WITA

Bupati Konawe Yusran Akbar Silaturahmi dengan Pedagang UMKM di Area ICP, Serap Aspirasi dan Nikmati Es Kelapa Muda

Berita Terbaru