Demo GEMPAR di Konawe: Penambang Pasir Teriak Minta Solusi, Pemda Janji Bentuk Tim Percepatan

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pengawal Pembangunan Rakyat (GEMPAR) memadati halaman Kantor Bupati Konawe saat menyuarakan tuntutan solusi legalisasi tambang pasir rakyat, Rabu (17/6/2026).

Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pengawal Pembangunan Rakyat (GEMPAR) memadati halaman Kantor Bupati Konawe saat menyuarakan tuntutan solusi legalisasi tambang pasir rakyat, Rabu (17/6/2026).

Ratusan massa GEMPAR datangi Kantor Bupati Konawe tuntut solusi legalisasi tambang pasir rakyat. Pemda siap fasilitasi perizinan dan bentuk tim percepatan.

Konawe, PERSADA KITA.ID – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pengawal Pembangunan Rakyat (GEMPAR) mendatangi Kantor Bupati Konawe, Rabu (17/6/2026). Mereka menyuarakan tuntutan terkait penutupan aktivitas penambangan pasir di Sungai Konaweeha.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.00 WITA tersebut dipicu oleh terhentinya aktivitas penambangan pasir yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian ratusan warga di sekitar aliran Sungai Konaweeha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksinya, massa GEMPAR meminta Pemerintah Kabupaten Konawe segera mengambil langkah konkret agar aktivitas penambangan pasir rakyat dapat kembali berjalan melalui mekanisme yang legal dan sesuai aturan perundang-undangan.

Juru bicara GEMPAR, Ilham Killing, menegaskan bahwa penutupan aktivitas penambangan pasir telah memukul perekonomian masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.

“Mulai dari penambang, buruh harian, sopir angkutan, hingga pelaku usaha kecil terdampak. Karena itu, kami meminta pemerintah segera menghadirkan solusi,” ujar Ilham di hadapan perwakilan Pemkab Konawe.

Menurut GEMPAR, solusi yang paling memungkinkan adalah percepatan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) maupun Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB) agar masyarakat dapat bekerja secara legal dan berkelanjutan.

“Kami tidak minta dibiarkan melanggar aturan. Kami minta difasilitasi agar bisa bekerja dengan izin yang jelas. Itu hak kami sebagai warga negara,” tegas Ilham.

Sekretaris Daerah Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H. (kiri), berdialog dengan perwakilan massa GEMPAR di ruang rapat Kantor Bupati Konawe usai aksi demo.

Aksi demonstrasi tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H., yang menyatakan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti seluruh aspirasi masyarakat.

Ferdinand mengatakan, Pemda Konawe akan segera menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta pihak terkait lainnya untuk membahas langkah penyelesaian persoalan penambangan pasir.

Baca Juga:  H-1 Konawe Cup Race 2025: Pembalap Berdatangan, Sirkuit Siap Digempur!

“Seluruh aspirasi masyarakat akan kami laporkan kepada Bupati Konawe untuk selanjutnya dibahas bersama Forkopimda dan instansi terkait agar diperoleh solusi yang terbaik,” kata Ferdinand dalam pernyataannya usai menerima perwakilan massa.

Ferdinand juga menegaskan bahwa pemerintah daerah menilai persoalan penambangan pasir tidak hanya berdampak terhadap masyarakat penambang, tetapi juga terhadap sektor pembangunan dan kebutuhan material konstruksi di wilayah Konawe dan sekitarnya.

“Kami paham bahwa ini persoalan yang kompleks. Di satu sisi ada aturan yang harus ditaati, di sisi lain ada hajat hidup masyarakat yang harus diperhatikan. Karena itu, kami akan mencari jalan tengah yang terbaik,” ujarnya.

Penutupan aktivitas penambangan pasir di Sungai Konaweeha telah menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian lokal. Ratusan penambang kehilangan penghasilan harian, sementara sektor konstruksi dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Konawe juga mulai merasakan kelangkaan pasir sebagai bahan baku utama.

GEMPAR dalam orasinya menyebut bahwa selain menyerap tenaga kerja langsung, aktivitas penambangan pasir juga mendorong pertumbuhan usaha mikro di sekitar lokasi tambang, seperti warung makan, bengkel, hingga jasa angkutan.

“Jika ini terus berlanjut, bukan hanya penambang yang mati, tapi seluruh ekosistem ekonomi di sekitar sungai akan lumpuh,” ujar Ilham.

Sekda Ferdinand memastikan bahwa hasil dialog dengan massa GEMPAR akan segera dilaporkan kepada Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Rapat koordinasi dengan Forkopimda dan instansi teknis dijadwalkan dalam waktu dekat untuk membahas teknis percepatan perizinan serta langkah-langkah konkret lainnya.

“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku,” pungkas Ferdinand. JM

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Menuju MTQ XXXI Sultra di Konawe, Wabup Syamsul Ibrahim: Ini Tanggung Jawab Kita Bersama
Bupati Konawe Utara Resmi Luncurkan Paket Gizi untuk Cegah Stunting
DLH Konawe Turunkan 50 Personel Kolaborasi Bersama Ratusan ASN, Fokus Bersihkan 3 Titik Jelang MTQ XXXI Sultra
Gerak Cepat Andi Tendri Rawe Lasandara Benahi Ketertinggalan Bapenda Konawe
Menkeu dan Mitra Tiongkok Perkuat Kerja Sama Pembiayaan Strategis
Pantauan Harga di Pasar Tutuwi Motaha: Minyak Goreng Turun, Sayuran Naik, Pedagang Prediksi Fluktuasi Berlanjut
Lemahnya Permintaan Emas Picu Penurunan HPE dan HR Emas pada Periode II Juni 2026
Sultra Ditunjuk BPS RI Jadi Lokasi Pencanangan SE2026, Ribuan Petugas Langsung Diterjunkan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18 WITA

Menuju MTQ XXXI Sultra di Konawe, Wabup Syamsul Ibrahim: Ini Tanggung Jawab Kita Bersama

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:58 WITA

Bupati Konawe Utara Resmi Luncurkan Paket Gizi untuk Cegah Stunting

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02 WITA

DLH Konawe Turunkan 50 Personel Kolaborasi Bersama Ratusan ASN, Fokus Bersihkan 3 Titik Jelang MTQ XXXI Sultra

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:34 WITA

Gerak Cepat Andi Tendri Rawe Lasandara Benahi Ketertinggalan Bapenda Konawe

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:26 WITA

Demo GEMPAR di Konawe: Penambang Pasir Teriak Minta Solusi, Pemda Janji Bentuk Tim Percepatan

Berita Terbaru