Buntut pasien dirujuk pakai pikap, LIRA Konawe tantang Bupati Yusran Akbar copot Kepala Puskesmas Tongauna.
Konawe, PERSADA KITA.ID – Polemik insiden pengangkutan pasien rujukan Puskesmas Tongauna menggunakan mobil pikap berbuntut panjang. Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Konawe secara tegas menantang Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, untuk segera mencopot Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Tongauna dari jabatannya.
Tantangan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati LIRA Konawe, Andi I Fitra Porondosi, kepada awak media di Unaaha, Selasa (20/10/2026). Menurutnya, desakan pencopotan ini didasari atas kelalaian fatal yang dilakukan oleh yang bersangkutan sebagai penanggung jawab di Puskesmas Tongauna.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mendesak Bupati Konawe untuk mencopot Kepala UPTD Puskesmas Tongauna. Ini murni kelalaiannya sebagai penanggung jawab di instansi tersebut,” tegas Andi I Fitra dengan nada lugas.
Desakan LIRA ini bukan tanpa alasan. Insiden yang menimpa seorang pasien rujukan tersebut menjadi sorotan tajam publik karena menyangkut nyawa dan kualitas pelayanan dasar. Sebagaimana diketahui, pasien terpaksa diangkut menggunakan mobil pikap menuju Rumah Sakit Setia Bunda, Unaaha, lantaran ambulans puskesmas tidak bisa digunakan. Ironisnya, alasan tidak digunakannya ambulans adalah karena kunci mobil dalam keadaan tercecer.
Bagi LIRA Konawe, kejadian ini merupakan bentuk ketidakpekaan dan ketidaksigapan aparat kesehatan dalam situasi darurat. Alasan kunci yang tercecer dinilai sebagai pembenaran yang tidak dapat diterima, mengingat mobilitas dan kesiapan armada adalah hal mutlak dalam pelayanan medis.
“Jangan sampai persoalan sepele seperti kunci mobil yang hilang mengorbankan keselamatan rakyat. Ini bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi,” ujar Andi I Fitra menambahkan.
LIRA Konawe berharap Bupati Konawe tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Mereka menilai, evaluasi dan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan adalah langkah yang tepat agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, sekaligus menjadi shock therapy bagi seluruh kepala puskesmas di Kabupaten Konawe untuk lebih sigap dan peka terhadap kondisi darurat.
“Sekali lagi kami minta Bupati bertindak tegas. Copot Kepala Puskesmas Tongauna demi perbaikan pelayanan publik,” tutupnya. JM















