Bupati Konawe Yusran Akbar resmikan Jembatan Rangka Bailey sepanjang 45 meter di atas Sungai Lalindu, akses strategis yang menghubungkan tiga provinsi sekaligus.
Konawe, PERSADA KITA.ID – Pemerintah Kabupaten Konawe meresmikan Jembatan Rota, Kamis (20/8/2026). Jembatan rangka Bailey sepanjang 45 meter dengan lebar 4,2 meter ini membentang di atas Sungai Lalindu, menghubungkan Kelurahan Routa di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan Dusun Lere’ea di Kabupaten Bungku, Sulawesi Tengah, serta Provinsi Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peresmian ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST, didampingi istri, Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., GR., selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Konawe, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Kapolres Konawe, AKBP Edy Raharjono, S.IK, sejumlah OPD lingkup Pemda Konawe dan tokoh masyarakat setempat.

Jembatan ini dibangun oleh PT Bumi Karsa atas inisiatif PT Sampala Project—gabungan dari beberapa Izin Usaha Pertambangan (IUP) yaitu Abadi Nikel Nusantara (ANN), Era Baru Timur Lestari (ETL), dan Vita Flora. Proyek Sampala sendiri merupakan proyek pertambangan nikel-kobalt yang berlokasi di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Deputi Project Manager Sampala Project, Muhammad Irham, ST, menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi proyek dimulai pada 2021 dan saat ini telah memasuki tahap pembangunan infrastruktur, dengan target produksi pada tahun depan.
Sebelum Jembatan Routa berdiri, warga Routa dan Lere’ea hanya bisa menyeberangi Sungai Lalindu menggunakan jembatan gantung yang hanya dapat dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Saat banjir, akses kerap terputus total.
Pada 2024, sempat dibangun jembatan kayu sebagai solusi darurat. Kini, Jembatan Rota dengan kapasitas muat maksimal 50 ton hadir sebagai solusi permanen. Pembangunan berlangsung selama empat bulan, dari April hingga Agustus 2026, dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Sampala Project membangun tiga jembatan Bailey serupa. Dua di antaranya berada di Kabupaten Konawe, Kecamatan Routa—salah satunya Jembatan Rota yang diresmikan hari ini. Satu lagi berada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Yusran Akbar menyampaikan apresiasi kepada PT Sampala Group dan PT Bumi Karsa atas kontribusi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Konawe.
“Jembatan ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bayangkan kalau banjir, semua jalur logistik terhambat. Belum lagi kalau ada yang mau melamar dari seberang, tiba-tiba banjir—sedihnya,” ujar Bupati disambut tawa hadirin.
Bupati juga berterima kasih kepada warga yang telah menghibahkan lahannya untuk pembangunan jembatan. Ia berpesan agar hibah dilakukan dengan ikhlas (lillahi ta’ala) dan tidak ada klaim di kemudian hari.
Dengan diresmikannya Jembatan Rota, akses logistik antarprovinsi diharapkan semakin lancar. Jembatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha di Kecamatan Routa serta wilayah sekitarnya.
“Kami dari Sampala Project tidak berakhir di jembatan ini. Ke depan, kami tetap akan berkolaborasi dengan pemerintah setempat untuk menjadikan negeri ini lebih baik,” tutup Muhammad Irham. JM















