Semester I PAD Konawe Capai 52,81%, Bupati Yusran: Tapi Jangan Sampai Masyarakat Tertekan

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., sedang memberikan sambutan dan arahan dalam rapat evaluasi penerimaan PAD Semester 1 Tahun 2026. Tampak serius menyampaikan pentingnya data dan koordinasi untuk optimalisasi PAD.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., sedang memberikan sambutan dan arahan dalam rapat evaluasi penerimaan PAD Semester 1 Tahun 2026. Tampak serius menyampaikan pentingnya data dan koordinasi untuk optimalisasi PAD.

Bupati Konawe, Yusran Akbar, memperingatkan jajarannya agar optimalisasi PAD tidak merugikan rakyat kecil. Kenaikan pajak drastis perlu dengan cara bijak saat evaluasi di BKPSDM.

Konawe, PERSADA.ID – Pemerintah Kabupaten Konawe menggelar rapat evaluasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) semester pertama Tahun Anggaran 2026 di Aula BKPSDM, Senin (3/8/2026). Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., ini dihadiri oleh Sekda Konawe Dr. Ferdinand, Kadis Nakertras Ilham Jaya, Kadis Perhubungan Febri Malaka, Kepala Bapenda Andi Tenri Rawe Lasandara, serta jajaran pimpinan OPD, para camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Konawe.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T.

Dalam arahannya, Bupati Yusran Akbar memberikan peringatan tegas agar jajaran pemerintah tidak terburu-buru dalam menggenjot PAD dengan kebijakan yang berpotensi mematikan usaha rakyat. Ia secara spesifik menyoroti wacana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) P2 yang dinilai sangat sensitif bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku UMKM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pajak PBB P2 ini adalah objek pajak yang paling sensitif bagi warga kita, terutama UMKM. Hati-hati, saya bilang hati-hati. Jangan lihat kabupaten lain, tiba-tiba mereka naikkan 300%, itu pasti berdampak langsung dan bisa memicu protes,” tegas Bupati Yusran seraya mencontohkan kasus di daerah lain yang sempat memicu perdebatan publik.

Ringkasan capaian PAD Kabupaten Konawe per 31 Juli 2026, yang mencatatkan realisasi Rp184,006 miliar atau 52,81 persen dari target tahun anggaran 2026.

Berdasarkan paparan data dan grafik yang ditampilkan, realisasi PAD Kabupaten Konawe secara keseluruhan per 31 Juli 2026 tercatat sebesar Rp184.006.323.209 atau 52,81 persen dari total target tahun 2026 sebesar Rp348.427.348.196. Namun, Bupati menyoroti capaian per kecamatan yang masih sangat timpang.

Kecamatan Morosi mencatatkan realisasi tertinggi sebesar 64,51 persen, disusul Kapoiala 60,50 persen. Di sisi lain, beberapa kecamatan masih tertinggal jauh seperti Routa (0,92%), Asinua (2,76%), Lalonggasumeeto (2,5%), Puriala (20,96%), dan Abuki (40%).

Baca Juga:  Polres Konawe Berantas Pekat: 17 Kasus Terungkap, 11 Tersangka Diciduk dalam Operasi Pekat Anoa-2025!

Menghadapi ketimpangan ini, Bupati meminta komitmen kuat dari camat, lurah, dan kepala desa untuk lebih peduli terhadap potensi wilayahnya masing-masing. “Camat, Lurah, Kepala Desa, jangan terlalu dimanjakan dengan potensi pajak dari perusahaan. Optimalkan dulu wilayah kita masing-masing,” pintanya dengan nada tegas.

Ia juga mengingatkan bahwa ketergantungan PAD pada sektor andalan seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sangat rentan terhadap fluktuasi ekonomi. Oleh karena itu, pendataan objek pajak yang akurat menjadi fondasi utama dalam strategi penagihan.

Di akhir arahannya, Bupati Yusran memaparkan gagasan strategis untuk menggairahkan ekonomi kerakyatan melalui gelaran Expo Inovasi Daerah yang akan dilaksanakan pada November 2026 mendatang. Ajang ini menggantikan Expo Inovasi Desa tahun lalu dan akan menjadi pusat pameran, transaksi, serta Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan 35 OPD, perbankan, Kadin, dan pengusaha se-Sulawesi.

“Prioritas pembangunan dimulai dari desa. Bangun desa, dan kita menata kota. Ekonomi desa baik, pasti mereka ke kota. Belanja, beli motor, bikin toko. Itu kunci peningkatan ekonomi kita,” jelas Bupati menggarisbawahi program unggulannya. Ia menambahkan, selain mendorong transaksi UMKM, pameran ini juga akan dimanfaatkan untuk memperbarui data termasuk data kependudukan, dan desil masyarakat.

Dengan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, camat, dan kepala desa, Bupati Yusran Akbar optimistis target PAD 2026 dapat tercapai, sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat Konawe agar tidak tertekan oleh kebijakan fiskal yang berat. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Inflasi 1,49% Konawe Paling Rendah se-Sultra, Bupati Yusran: “Pajak Restoran Melesat 88%, Ini Bukti UMKM Bangkit!”
Capaian PAD Konawe Juli 2026, Andi Tenri: Bapenda Susun Langkah Atasi Bocoran Data dan Regulasi
Bupati Yusran Akbar Apresiasi Prof Najib usai Dikukuhkan Jadi Guru Besar UHO
Bupati Konawe: Jangan Jadi ASN Pengeluh, Jadilah Motor Perubahan untuk Konawe yang Dirindukan
PAD Konawe Tembus 56 Persen, Bapenda Akui Masih Ada Kendala di Sektor Retribusi
Sinergitas Polres dan Kejari Konawe, Penegakan hukum profesional
Dari Konawe untuk Indonesia: Semangat Gotong Royong Anggaberi, Bukti Nyata Kolaborasi Pemerintah dan Wujudkan Mimpi Kelurahan Terbaik
Konawe Incar Investor Raksasa! Bupati Yusran Jajaki Kerjasama Charoen Pokphand untuk Wujudkan Lumbung Pangan
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:04 WITA

Inflasi 1,49% Konawe Paling Rendah se-Sultra, Bupati Yusran: “Pajak Restoran Melesat 88%, Ini Bukti UMKM Bangkit!”

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:13 WITA

Capaian PAD Konawe Juli 2026, Andi Tenri: Bapenda Susun Langkah Atasi Bocoran Data dan Regulasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WITA

Semester I PAD Konawe Capai 52,81%, Bupati Yusran: Tapi Jangan Sampai Masyarakat Tertekan

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:14 WITA

Bupati Yusran Akbar Apresiasi Prof Najib usai Dikukuhkan Jadi Guru Besar UHO

Senin, 27 Juli 2026 - 11:57 WITA

Bupati Konawe: Jangan Jadi ASN Pengeluh, Jadilah Motor Perubahan untuk Konawe yang Dirindukan

Berita Terbaru