“Alhamdulillah, balai memberikan kita hibah yang luar biasa. Bangunan ini akan kami pakai 100% untuk kepentingan masyarakat. Saya sudah keliling ke Batu, Malang, Jogja, hingga Solo untuk mengambil konsep. Kami ingin menghadirkan ikon baru, bundaran yang terinspirasi dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) ,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe secara resmi menerima hibah lahan seluas 739.174 meter persegi (sekitar 7,39 hektar) dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari. Penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Luas Hibah Lahan itu berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Rabu (13/5/2026), menandai babak baru pembangunan kawasan terpadu di jantung Kota Unaaha.

Hibah ini awalnya diinisiasi sebagai skema pinjam pakai. Namun, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, mengungkapkan rasa syukurnya karena BWS memberikan status hibah penuh, sehingga pemerintah daerah bisa leluasa membangun fasilitas publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, balai memberikan kita hibah yang luar biasa. Bangunan ini akan kami pakai 100% untuk kepentingan masyarakat. Saya sudah keliling ke Batu, Malang, Jogja, hingga Solo untuk mengambil konsep. Kami ingin menghadirkan ikon baru, bundaran yang terinspirasi dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) ,” ujar Yusran Akbar dengan penuh antusias.

Bupati yang pernah menjabat Ketua Kadin Konawe itu menjelaskan bahwa progres awal pembangunan jalan beton telah rampung tahun lalu. Tahun ini, pemkab berkomitmen melanjutkan pembangunan Bundaran dengan diameter 80 meter, Monumen Tugu Kalo Sara, taman bermain, hingga kolam retensi seluas 1 hektar. Semua akan terintegrasi dengan kawasan Bendung Wawotobi dan Bendung Ameroro sebagai destinasi wisata air.
“Harapan kita, kota Unaaha perlahan terlihat bersih, rapi dan asri, sehingga target kita tahun 2026 ini Konawe bisa meraih penghargaan Adipura. Dengan kota yang cantik, bersih, dan memiliki ruang publik memadai seperti alun-alun kota, saya optimis,” tegasnya.

Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, ST, M.T, mengapresiasi langkah Pemkab Konawe yang dinilai visioner. Ia bahkan menamai kawasan baru tersebut dengan sebutan “Bundaran KI” (Konawe Indah).
“Saya membayangkan suatu hari nanti alun-alun kota Unaaha ini menjadi ikon dan ruang publik yang ‘paket komplit’. Ada pohon, ada air, ada tempat healing,” canda Hardiansyah disambut gelak tawa peserta rapat.

Namun, di balik euforia pembangunan, Hardiansyah menekankan satu syarat mutlak. “Administrasinya harus benar-benar kita rapikan, kita tertibkan. Kami banyak belajar dari pengalaman proses hibah yang tidak terarsip dengan baik hingga menjadi masalah hukum di kemudian hari. Verifikasi aset harus berdasarkan regulasi,” tegasnya yang juga disahuti jajaran Badan Pertanahan (BPN) Konawe dan pengelola aset daerah.
Hadir dalam acara tersebut, Sekda Konawe Dr. Ferdnand, perwakilan Ketua DPRD, Kepala BPN Konawe, serta seluruh Kepala OPD lingkup Pemda Konawe dan jajaran BWS IV Kendari. Kedua pihak sepakat untuk menjalin kerja sama jangka panjang, tidak berhenti di lahan ini, tetapi berpotensi meliputi pengelolaan aset BWS lainnya yang tersebar di Sulawesi Tenggara termasuk di Konawe senilai total Rp8 triliun. JM
















