Ketua Komisi III DPRD Konawe Buka Suara, PICU & Cathlab RSUD Bakal Hapus Rujukan ke Luar Daerah

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana wawancara eksklusif Ketua Komisi III DPRD Konawe, H. Abdul Ginal Sambari, S.Sos., M.Si., di ruang kerjanya membahas operasional PICU dan Cathlab RSUD Konawe, Rabu (28/1/2026).

Suasana wawancara eksklusif Ketua Komisi III DPRD Konawe, H. Abdul Ginal Sambari, S.Sos., M.Si., di ruang kerjanya membahas operasional PICU dan Cathlab RSUD Konawe, Rabu (28/1/2026).

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, H. Abdul Ginal Sambari, S.Sos., M.Si., secara eksklusif menyatakan bahwa pengoperasian Gedung Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Catheterization Laboratory (Cathlab) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe akan memutus rantai panjang rujukan pasien ke luar daerah, sekaligus menghemat waktu dan biaya perawatan bagi masyarakat yang selama ini harus berobat hingga ke tingkat provinsi.

Konawe, PERSADA KITA.ID – Dukungan penuh mengalir dari legislatif atas peresmian fasilitas kesehatan mutakhir di Bumi Anoa. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, melalui Komisi III, menjamin pengawasan ketat terhadap operasional Gedung Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Gedung Catheterization Laboratory (Cathlab) yang baru saja diresmikan di RSUD Konawe.

Fasilitas strategis yang diresmikan langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, pada Kamis (22/1/2026) lalu itu dinilai sebagai terobosan besar dalam sistem rujukan kesehatan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Komisi III DPRD Konawe, H. Abdul Ginal Sambari, S.Sos., M.Si.

Dalam wawancara eksklusif bersama awak media di ruang kerjanya, Rabu (28/1/2026), H. Abdul Ginal Sambari menegaskan bahwa kehadiran dua fasilitas ini adalah jawaban atas keluhan panjang masyarakat yang kerap dirujuk ke rumah sakit di Kendari atau bahkan keluar Sulawesi Tenggara.

“Selama ini, pasien jantung dan anak dengan kondisi kritis harus menempuh perjalanan jauh. Dengan adanya Cathlab dan PICU di RSUD Konawe, kita sekarang punya ‘standar provinsi’ di kabupaten sendiri. Ini efisiensi biaya, waktu, dan menyelamatkan nyawa,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Gedung baru Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di lingkungan RSUD Konawe yang diresmikan Bupati pada 22 Januari 2026 lalu.

Abdul Ginal menjelaskan, pihaknya tidak hanya berhenti pada peresmian. Komisi III DPRD Konawe kini tengah memfokuskan fungsi pengawasan pada tiga aspek vital: pemanfaatan anggaran APBD, kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), dan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga:  Konawe Bangun Ekosistem Peternakan Berkelanjutan, Siapkan Lumbung Ternak Modern

“Jangan sampai alatnya canggih tapi dokternya belum siap. Kami akan mengawasi bagaimana rumah sakit menyiapkan tenaga profesional untuk mengoperasikan Cathlab yang merupakan alat berteknologi tinggi. Begitu pula dengan PICU, perawatnya harus memiliki kompetensi khusus dalam perawatan intensif anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, legislator daerah ini menyoroti pentingnya sosialisasi masif. Masyarakat Konawe dan sekitarnya harus segera mengetahui bahwa layangan jantung (kateterisasi) dan ICU anak kini sudah tersedia di RSUD Konawe. Menurutnya, RSUD Konawe berpotensi menjadi pusat rujukan regional bagi kabupaten tetangga.

“Kami minta manajemen RSUD untuk proaktif. Jangan sampai masyarakat masih berpikir bahwa sakit jantung harus ke RS Bhayangkara atau RS. Bahteramas di Kendari. Cukup ke RSUD Konawe saja. Tentu dengan catatan, pelayanannya harus prima dan humanis,” tambahnya.

Sebagai mitra pemerintah daerah, DPRD Konawe berkomitmen untuk memastikan bahwa gedung yang bersumber dari APBD dan bantuan Kementerian Kesehatan RI ini tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap penurunan angka kematian ibu, anak, dan penyakit kardiovaskular.

“Kami titip pesan kepada seluruh tenaga kesehatan di RSUD Konawe. Bekerjalah dengan hati. Pasien yang datang dalam kondisi terbebani oleh sakit, mereka butuh senyuman dan ketulusan. Itulah perubahan yang ingin kami kawal: dari yang biasa menjadi luar biasa,” tutup H. Abdul Ginal Sambari. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Bupati Konawe Yusran Akbar Silaturahmi dengan Pedagang UMKM di Area ICP, Serap Aspirasi dan Nikmati Es Kelapa Muda
Bupati Yusran Akbar di HUT RI ke-81: “Sampah Bisa Jadi Berkah, Ini Peluang Kita!”
Paparkan Konawe Bersahaja, Bupati Yusran Sebut PPPK Bukan Sekadar Tenaga Tambahan, Tapi Tulang Punggung Birokrasi
Inflasi 1,49% Konawe Paling Rendah se-Sultra, Bupati Yusran: “Realisasi Pendapatan dari Sektor Pajak Restoran Melesat 88%, Ini Bukti UMKM Bangkit!”
Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono Rajut Sinergi Kuat Bersama Kejari dan DPRD
Capaian PAD Konawe Juli 2026, Andi Tenri: Bapenda Susun Langkah Atasi Bocoran Data dan Regulasi
Semester I PAD Konawe Capai 52,81%, Bupati Yusran: Tapi Jangan Sampai Masyarakat Tertekan
Bupati Konawe: Jangan Jadi ASN Pengeluh, Jadilah Motor Perubahan untuk Konawe yang Dirindukan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:23 WITA

Bupati Konawe Yusran Akbar Silaturahmi dengan Pedagang UMKM di Area ICP, Serap Aspirasi dan Nikmati Es Kelapa Muda

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:46 WITA

Bupati Yusran Akbar di HUT RI ke-81: “Sampah Bisa Jadi Berkah, Ini Peluang Kita!”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:49 WITA

Paparkan Konawe Bersahaja, Bupati Yusran Sebut PPPK Bukan Sekadar Tenaga Tambahan, Tapi Tulang Punggung Birokrasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:20 WITA

Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono Rajut Sinergi Kuat Bersama Kejari dan DPRD

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:13 WITA

Capaian PAD Konawe Juli 2026, Andi Tenri: Bapenda Susun Langkah Atasi Bocoran Data dan Regulasi

Berita Terbaru